My Venus

My Venus
BAB 54



Tring! Tring!


Bunyi ponsel pengawal yang di pinjam Elios dan dia segera menjawabnya dan ternyata itu adalah panggilan video dari Neil.


"Ada apa?" Jawan Elios dengan santai, dia sedang memakan makan siangnya dan di depannya ada Bell yang juga sedang melahap makanannya.


"Bagaimana hadiah dariku?" Tanya Elios dengan wajah berseri. Elios menatap Bell sejenak sebelum menjawabnya. Bell tidak peduli dan dia hanya makan karena sangat lapar juga lelah.


"Kau sungguh.. aku, ah tidak tau, senang dan juga kesal. Siapa yang lakukan ini?" Tanya Elios yang tidak tau harus menjawab apa.


"Pria tua itu sudah James urus tapi dalang sebenarnya dia juga tidak tau. Dia hanya bayar dan percaya bahwa Bell ada dikamar itu setelah melihat fotonya yang sedang tertidur. Kalau yang menjebakmu juga belum tertangkap karena pelayan yang memberimu minuman telah melarikan diri dan bukan pelayan hotel." Jelas Neil.


Elios sudah menggeram kesal, sedangkan Bell hanya menyimak saja, dia percaya Elios akan mengurusnya dengan baik.


"Hai kak, kalian sedang bahas apa?"


Terdengar suara yang sangat dikenal oleh Bell, dia langsung merampas ponsel itu.


"AVIA KAU KAH ITU?" Teriak Bell dan Avia yang sedang di sebelah Neil begitu terkejut dan tidak menyangka ada Bell juga disana. Bell langsung merebut ponsel dari tangan Elios dan memang ada Avia di samping Neil.


"Ah Bell.. aku ada urusan. Kau tanya saja pada mereka berdua." Jawab Richela lalu menghilang dari layar. Bell menatap tajam pada Elios meminta penjelasan.


"Elios, aku pergi dulu. Bye!" Neil menutup panggilannya dan kini hanya Elios yang harus menjelaskan pada Bell.


"Baiklah.. karena kita akan menikah jadi kau harus tau rahasia kami." Ucap Elios lalu dia membawa Bell untuk duduk selonjoran di ranjang karena ceritanya sangat panjang.


.


.


Bell yang sudah mendengar semuanya sungguh tak percaya, ternyata ada kehidupan rumit semacam ini.


"Tapi pernikahan kita nanti akan menjadi rahasia dulu sampai Neil siap mengumumkan siapa dia sebenarnya." Ujar Elios lagi.


"Kapan kita menikah?" Tanya Bell.


"Segera. Besok?" Jawab Elios dengan nada bertanya.


"Tidak mau, aku ingin menikah tapi bukan sekarang atau waktu dekat ini." Tolak Bell yang masih terikat kontrak kerja.


"Tapi kalau kamu hamil?" Tanya Elios heran dengan Bell.


"Nah kalau hamil ya sudah kita menikah, kalau belum nanti dulu, aku ingin menunggu Via kembali." Jawabnya lagi tetap menolak.


"Kalau begitu akan kubuat agar kau cepat hamil." Ujar Elios dengan senyum smirk nya.


"Tidak boleh, setelah ini jangan meyentuhku sampai kita menikah." Tegas Bell membuat Elios kembali menggerutu.


';';';';';';';';';';';';';';';';


"Mom, pacarku melamarku.. nanti kalau aku tiba-tiba menikah tapi harus dirahasiakan bagaimana?" Tanya Bell pada ibunya.


"Maksudnya?" Ibu balik bertanya.


"Jadi pacarku itu orang penting, jadi kami kalau menikah harus dirahasiakan. Aku harus bagaimana? Apa mom setuju?" Jelas Bell dan tampak ibunya juga sedang berpikir.


"Tanya daddy dulu." Jawab ibu dan Bell menghela napasnya.


"Mommy saja yang bicara ke Daddy. Bell mau syuting dulu nanti malam kita sambung." Kata Bell lalu keluar dari kamar ibunya untuk melanjutkan syutingnya yang tertunda. Hanya tinggal beberapa episode dan Bell bebas dari syuting drama.


"Bell. hari ini ada meeting penting di Monato jadi setelah syuting kita pergi. Tak ada waktu untuk bersantai." Lapor asisten Bell.


"Ada apa? Ada yang bikin masalah?" Tanya Bell bingung dan sebenarnya takut kalau kejadian tadi malam diketahui. Elios adalah orang penting, meskipun dia tau siapa sebenarnya Elios tapi orang luar hanya tau dia seorang Tierney, pasti banyak yang ingin menghancurkan dirinya.


Dengan cemas Bell menunggu waktu meeting di Monato, meskipun hatinya tidak tenang tapi syuting tetap berjalan lancar.


.


.


.


"Ada apa?" Tanya Bell begitu masuk ke sebuah ruang meeting yang tidak terlalu besar, disana sudah ada Susan dan Bianca serta Nicole dan Cleo.


"Kita tunggu yang lainnya." Jawab Bianca dan bell mengangguk saja lalu duduk di sebelah Cleo yang juga terlihat bingung.


Setelah semuanya berkumpul, Bianca mulai berbicara.


"VENUS akan vacum sampai kontrak kalian habis setelah itu bubar."


Semua tampak mengernyitkan kening, heran, bingung, dan berbagai perasaan yang sulit mereka ungkapkan.


"Kenapa?" Tanya Cleo.


"VENUS mulai turun, kontrak iklan banyak yang telah berakhir. TTP akan mengakhiri kontrak dan tidak ada perpanjangan. Album terbaru kalian juga tidak begitu bagus, kontrak individual juga hanya Cleo dan Fei yang masih diperpanjang. Marcy akan fokus solo karier, Bell, dramamu akan berakhir pekan depan. Nicole sudah memutuskan kontrak dan akan hengkang dari Monato dan VENUS." Jelas Bianca yang sebenarnya sulit untuk menerima hal ini.


VENUS belum 3 tahun berkaier tapi harus berhenti disini. Kontrak masing-masing adalah 5 tahun, setelah ini mereka akan fokus ke karier sendiri. Hanya Nicole yang akan memutuskan kontrak meskipun harus membayar pinalty.


"Kenapa?" Tanya Marcy lagi menatap ke Nicole.


"Aku merasa disini tidak berkembang, jadi aku akan fokus ke diriku sendiri dan mencari hal baru." Jawab Nicole, yang lain mengerti dan menerima keputusan Nicole karena memang dari semuanya, Nicole saat ini yang paling senggang.


"Terima kasih atas semua kerja keras kalian selama ini." Ucap Susan pada akhirnya, dia tidak terlalu banyak bicara karena sednag memikirkan memilih anggota baru untuk group baru Monato kedepannya.