
Kembali ke masa sekarang,
Setelah kepergian Avia yang sekarang kembali menjadi Richi bagi kedua pria itu, mereka fokus akan bukti yang telah terkumpul.
"Aku masih tidak habis pikir, uncle Rey itu sudah di berikan 2 perusahaan yang sangat sukses. Sebenarnya dia tidak perlu bekerja atau berusaha lagi, hanya memantaunya saja dan uang akan mengalir deras ke rekeningnya." Keluh Elios yang masih melihat bukti yang mereka dapatkan. Bukan bukti kecelakaan tapi bukti kejahatan Rey yang lain.
"Manusia tidak ada puasnya Elios." Sahut Neil yang sudah malas membicarakan tentang keluarnya nya itu.
"Tapi ini yang paling mengerikan, auntie Maria tidak pernah menikah dia hanya menganggap laki-laki sebagai budak." Lanjut Neil lagi sambil bergidik ngeri setelah membaca hasil laporan para pegawalnya yang dia sebar diam-diam di rumah Maria.
"Kenapa?" Tanya Elios penasaran karena dia memang belum tau.
"Dia merenovasi rumahnya seminggu setelah pemakaman dad and mom. itu hal yang aneh menurut orang luar. Jadi Morris menyarankan untuk memantau rumahnya saja dari pada perusahaan, makanya aku baru beberapa bulan lalu mengirim beberapa orang disana." Jelas Neil lalu memutar laptopnya agar Elios membacanya sendiri.
"Ouh.. dia menjijikkan." Ujar Elios lalu dia membalik laptop itu lagi.
Maria seorang wanita 48 tahun, dia memiliki banyak uang sehingga wajah dan tubuhnya sangat terawat bahkan cantik seperti wanita 35 tahun. Maria tidak menikah tetapi mempunyai pacar yang sangat banyak, dia hanya mengangap pria adalah budak. Dengan kecantikan dan kekayaannya semua pria akan tunduk. Tentu hanya sebagai pemuas baginya.
Maria juga mempunyai asisten seorang pria yang jago dalam beladiri dan sangat setia, dia bahkan berani membunuh hanya untuk Maria.
Setelah Neil menyusupkan 3 orang pelayan di rumah Maria, akhirnya dia tau segala tentang Maria yang sangat gila. Dia sering berpesta dengan banyak pria dan menghamburkan uang. Pesta **** dan obat terlarang, bahkan adegan yang sangat menjijikkan berhasil direkam oleh salah satu pelayan.
"Tapi salah satu pelayan ku disana hilang, setelah sift malamnya melayani kebutuhan Maria, dia tak pernah kembali dan masih dalam penyelidikan. Aku kirimkan 2 lagi yang jago menyamar dan bela diri minggu lalu. Tapi belum ada hasilnya." Jelas Neil lagi dan mereka sempat terdiam sesaat.
Sampai akhirnya Neil membaca kembali seluruh penyelidikan tentang Maria karena mungkin ada hal yang dia lewatkan. Hasil penyelidikan Rey sudah rampung, tidak ada bukti yang menguatkan kalau Rey terlibat dalam kecelakaan itu, dia hanya serakah akan uang dan jabatan berbeda dengan Maria yang terlihat sangat baik bahkan dermawan tapi dibalik itu kelakuan sebenarnya sangat busuk.
.
.
.
"Tuan, Sophia telah memberi kabar, dia ingin anda cek lagi laporan dari Liana waktu itu, ada seseorang bernama Baron dan dia adalah kekasih kesayangan Maria." Lapor James pada Neil yang masih berada di kantor Elios. Sophia adalah anggota James yang dikirim Neil minggu lalu khusus untuk menyelidiki tentang Silvia pelayannya yang hilang.
Neil segera memeriksa kembali dan benar saja, sejak 3 tahun lalu Baron sudah berada di sisi Maria. "Kenapa aku bisa lewatkan hal ini? Apa Sophia menemukan sesuatu?" Tanya Neil pada James yang masih setia berdiri di sampingnya.
"Sophia mengatakan bahwa bukan hanya Silvia yang menghilang tapi dia sudah orang ke 7 yang hilang 2 tahun belakangan dan Maria tidak tau itu. Dia hanya menganggap kalau pelayannya telah kabur. Tapi, semua pelayan adalah gadis muda berdarah Asia, berwajah oriental." Jelas James dan Neil sudah dapat menangkap sesuatu.
"Selidiki Baron, gunakan anggotamu yang dari China dan Jepang, tapi pilih yang bisa melawannya." Perintah Neil lagi dan James yang mengerti maksud Neil sudah mengirimkan pesan pada anggotanya yang lain.
Baron selalu ada di club malam milik Maria dan bersenang-senang disana, entah apa yang dimiliki pria itu sampai Maria sangat mempercayainya.
++++++
"Hai cantik, kenapa kau sendirian?" Tanya pria tinggi dan berotot, dengan wajah tampan namun bengis. Dia adalah Baron, dengan tampilan rapi tapi macho dia mendekati seorang gadis cantik berwajah oriental. Gadis bermata kecil, wajah manis dengan tubuh yang sesuai dengan porsinya.
"Hai, aku tidak sendiri. Temanku sedang berada di toilet." Jawabnya.
"Siapa namamu?" Tanya Baron lalu duduk di samping gadis itu.
"Aku Shuwan, panggil saja Shu." Jawabnya sambil tersenyum manis tapi Baron tau itu adalah sinyal menggoda.
"kenalkan ini temanku Kana. Nama anda siapa?" Tanya Shu pada Baron yang masih menatap ke Kana.
"Aku Baron, penguasa tempat ini." Jawabnya.
Jika Shu berpenampilan seksi dan anggun, sebaliknya Kana seperti gadis polos dengan sweater dan celana panjang, rambut hitam tebalnya di cepol keatas dan memakai sling bag seperti anak remaja.
Mereka akhirnya berbincang karena sangat terlihat jika Baron tertarik pada Kana, dari jauh James memperhatikan. Dia tidak mau 2 gadis cantik itu terluka karena mereka adalah kesayangan James, meskipun mereka hebat tapi tetaplah seorang wanita.
.
.
.
"Tuan, Baron lebih tertarik pada Kana yang terlihat polos dari pada Shu yang seksi dan dewasa." Lapor James pada Neil melalui telepon.
"Baik, ikuti terus dan dekati terus dia dengan sistem tarik ulur dan tetap hati-hati." Balas Neil dan James mengiyakan.
James masih memperhatikan, Kana yang polos dan bicara apa adanya sungguh membuat Baron terus tertawa dan terasa lebih dekat dengan Kana.
"Baiklah Baron, kami harus pulang. Ayahnya Kana sangat galak dan dia punya samurai dirumah." Kata Shu karena telah mendapat sinyal untuk kembali.
"Oh sayang sekali, ini masih jam 9 malam sayang.." Ucap Baron terlihat tidak ingin berpisah dari Kana.
"Besok kami akan datang lagi atau ke tempat lain juga boleh." Kata Kana dengan raut menyesal.
"Ok, besok kita makan malam bagaimana? Di restoran milik temanku dan masakan disana sangat enak." Tawar Baron dan mereka setuju.
"OK Jam 7 malam dan kirimkan alamatnya nanti." Jawab Shu setuju dan Kana juga mengangguk setuju. Akhirnya 2 gadis itu pamit pulang. Baron melambaikan tangannya sampai mobil Shu tidak terlihat lagi.
Baron terlihat tersenyum dan dia akan jalankan rencananya, Kana akan berakhir di pelukannya dan Shu akan dia biarkan temannya yang membereskan.
\= = = = =
"Besok kalian harus hati-hati, gunakan obat penawar ini. Minum lah 10 menit sebelum kalian makan atau minum di restoran itu, obat ini akan menetralkan dan kalian bisa pura-pura pingsan." Ujar James memberikan 2 botol kecil cairan pada Shu dan Kana.
"Ok James, dia sungguh menjijikkan." Jawab Kana.
"Dan ini, kapsul ini masukkan ke minuman mereka dan akan menimbulkan halusinasi sesuai keinginan mereka, dia akan bangun dengan ingatan telah menyetubuhi kalian jadi aman." James memberikan beberapa kapsul dan mereka segera meyimpannya.
"Baiklah kita beraksi, kau harus berhasil dia bawa ke rumahnya dan cari bukti apapun itu." Ujar Shu pada Kana karena dialah yang disukai oleh Baron.
James segera menemui Neil lagi di apartemen Elios, karena mereka berjanji bertemu disana.
"Tuan, sudah aku perintahkan pada Shu dan Kana, mereka telah siap menghadapi Baron besok malam." Lapor James dan Neil mengangguk.
"Baron menyukai gadis berwajah oriental dan tampak polos dan lugu, Silvia adalah gadis lugu, dia termasuk cantik dan berwajah asia namun tidak terlalu oriental. Lalu Sophia melaporkan kalau 6 gadis lainnya juga 3 dari asia tenggara dan 4 adalah pekerja dari China." Gumam Neil sambil menerka-nerka apa yang telah dilakukan Baron pada 7 gadis ini.
"Pokoknya Kana harus bisa ke rumahnya untuk menyelidiki semua yang ada disana." Perintah Neil yang sudah emosi memikirkan hal buruk apa yang dilakukan Baron.