
Pembawa acara naik ke tengah panggung, seorang pria berjas putih itu adalah seorang MC ternama bahkan nomor 1 di negara ini. Peserta bersorak untuk sang MC yang bernama Jeff Sebastian.
Setelah membuka acara, Jeff langsung memperkenalkan ke-6 juri tetap yang juga akan menjadi coach selama karantina nanti.
Vernon - Dancer muda berbakat, masih 27 tahun dan sudah mendapatkan penghargaan juara 1 street dance dunia.
Shane - Penyanyi solo, 32 tahun dan sejak debutnya 12 tahun lalu pamornya tidak pernah terkalahkan, kalau soal suara? Dia mendapatkan bakat dari surga.
Delano - Vocal coach, terkenal kejam dan disiplin. Jangan bermain dalam kelasnya atau akan diusir.
Teresa - Aktris veteran berusia 37 tahun, sudah menjadi aktris sejak 20 tahun lalu, dia juga pandai menyanyi dan merani. Paket komplit untuk dunia hiburan.
Norah - Penyanyi 28 tahun, yang mengawali kariernya sebagai salah satu girl group dan saat ini sudah bersolo karier, ramah tapi tegas.
Erica - Dancer terkenal dan dia adalah pemilik studio dance yang paling terkenal, umur tidak diketahui. Terlihat masih muda.
Setelah perkenalan juri, Jeff langsung ke acara utama untuk mengeliminasi dengan cara memanggil 10 peserta sesuai nomor urut undian dan judul lagu dan tarian yang baru diberikan 3 hari sebelum acara menjadi sebuah group.
Kesepuluh peserta akan menarikan secara bersama, tidak ada latihan bersama atau saling mengenal.
Group 1, di panggil dan bersiap diatas panggung di posisi ternyaman mereka karena mereka sama sekali tidak saling kenal ataupun latihan bersama.
Musik terdengar dan mulai lah mereka menari, juri akan melihat peserta mana yang berpotensi, yang tidak masuk kriteria akan langsung di coret. Begitu selanjutnya sampai akhir.
Soal vocal, mereka sudah diberikan baris lagu untuk dinyanyikan bergantian jadi juri tinggal menilainya.
.
.
.
Group terakhir, disana ada Nicole dan Richela. Mereka bertemu lagi dalam group yang sama namun dengan keadaan dan acara berbeda.
Musik di mulai dan penyanyi pertama ada Nicole. Tidak terlalu sulit karena awal lagu ini masih tergolong nada yang mudah. Tapi Nicole semakin stabil dan gerakan tarinya juga semakin baik.
Giliran Richela, vocal dan tariannya berbeda, dia lebih matang dan sangat baik.
Acara selesai, 200 peserta akan melihat hasilnya melalui website resmi TVB yang bisa diakses oleh siapapun, dan disanalah hasil juri akan diumumkan 24 jam kedepan. Yang terpilih untuk tahap selanjutnya dapat kembali di waktu yang jam yang sama dengan membawa perlengkapan mereka masing-masing.
"Wah.. pasti banyak yang tersingkir. Secara mereka semua biasa saja apalagi tidak ada quota khusus harus berapa orang yang masuk." Komentar salah satu penonton di website itu.
`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.
Richela, masuk ke apartemennya yang dia tinggali bersama Neil. Disana sudah menunggu Neil, Elios dan Bell yang sedang hamil lumayan besar.
"Halo semua.." Sapa Richela dengan senyum mengembangnya.
"Bagaimana perasaanmu Via?" Tanya Bell yang masih mengunyah cemilannya di sofa ruang tamu.
"Aku sedikit gugup tapi juga menyenangkan." Jawabnya lalu duduk di sebelah Neil yang sudah menepuk sofa di sampingnya.
"Cup" Sebuah ciuman mendarat di bibir Richela dari Neil.
"Iya, tapi aku tak sangka ada Nicole disana." Jawab Richela dengan wajah masih heran.
"Sepertinya dia sudah tau kalau ada acara itu, tiba-tiba dia keluar dari VENUS dan Monato, aku rasa dia mau mempersiapkan diri. Lihat saja, vocalnya lebih bagus dan gerakannya juga. Kenapa tidak dari dulu dia begitu." Geruru Bell panjang lebar dengan emosi.
"Abella... stop, jangan emosi. Ingat anak kita." Tegur Elios lalu mengelus perut buncit Bell.
"Hehehe maaf." Jawab Bell dengan nyengir di wajahnya.
Elios dan Bell telah menikah 6 bulan yang lalu karena Bell ternyata hamil, mereka menikah secara private tetapi public tau kalau Bell menikah dan suaminya di rahasiakan. Bell juga masih bekerja tapi dia memilih mengambil job yang tidak terlalu melelahkan. Hanya syuting iklan dan beberapa variety show yang ringan saja seperti kuis dan lainnya.
"Jadi setelah ini bagaimana?" Tanya Bell pada Richela yang masih asik bergelayutan manja di pundak Neil.
"Ya begitu saja, aku akan jalani semuanya dengan natural, mengalir sesuai dengan bakatku dan penonton yang akan memilih nantinya." Jawab Richela tenang karena dia tidak berambisi menjadi nomor 1 hanya saja dia ingin menyalurkan bakatnya dan ingin menunjukan siapa Richela Avia yang sebenarnya. Tidak seperti fitnah yang tersebar beberapa tahun ini.
"Terus, sampai kapan kalian begini? Tidak mau menikah?" Tanya Elios yang melihat hubungan Neil dan Richela kian mesra bahkan mereka tidak terlihat seperti pasangan yang bertunangan.
"Kan sudah aku katakan saat 25 tahun, tunggulah setahun lagi." Jawab Richela dengan bersungut.
"Kakak hanya takut kau hamil Richi.. nanti kamu difitnah lagi." Timpal Elios sambil menghela nafasnya panjang.
"Ck.. kami tidak melakukan itu, jadi mana mungkin hamil." Tegas Richela tidak terima kakaknya mengira dia dan Neil sudah melakukan hubungan suami istri.
"Terus yang kakak dengar hampir tiap malam itu apa?"Tanya Elios mulai kesal.
"Itu.. em... itu cuma.." Richela tidak menjawabnya sedangkan Bell sudah tertawa ngakak melihat wajah Richela yang bingung mau menjawab apa. Padahal Elios dan Bell sering menangkap basah mendengar suara-suara laknat dari kamar Neil yang ditempati Richela seperti biasa.
"Cuma nyicil dan belum samapai sana, hanya saling memberikan kehangatan tapi nanggung. Begitulah.." Neil menjawab dan Elios serbah salah, mau tertawa tapi kasihan dengan Neil, mau marah tapi mereka sudah tunangan dan paham gaya pacaran sekarang.
"Ya sudah, begini saja. Jika kamu menang dapat juara pertama di Be A Star, kalian menikah." Tegas Elios memberi saran.
"Benar."
"Tidak."
Sahut Richela dan Neil bersamaan.
"Ayo lah baby.. kita langsung menikah. Aku tidak sabar lagi.." Bujuk Neil dan Richela masih menolak.
"Kalian ini.. kami akan pulang. Jadi bicarakan baik-baik." Kata Elios sambil berdiri.
"Ayo baby Bell." Elios membantu Bell yang sudah mulai susah bergerak.
"Ya, Via menikah saja, rasanya sangat enak percayalah." Ujar Bell sambil mengedipkan sebelah matanya. Richela mencebik kesal lalu dia juga berdiri dan memeluk Bell yang pamit pulang.
"Benar, rasanya lebih enak dari pada main aman seperti kalian. Setelah berhasil masuk kau akan ketagihan." Bisik Bell yang membuat Richela terbelalak.
"Kau sangat mesum setelah menikah Bell." Balas Richela dengan raut wajah kesal.
"Kau belum merasakannya sih.. cepatlah. Hamil juga menyenangkan, kakakmu jadi penurut sejak aku hamil hehehe.." Bell tertawa pelan sedangkan Elios hanya menggeleng mendengar pembicaraan mereka.
"Nanti akan kupikirkan." Jawab Richela pada akhirnya.