My Venus

My Venus
BAB 88



Nicole Vernanda, namanya melejit tinggi menjadi penyanyi dan juga aktris yang diperhitungkan saat ini. Dia sedang menikmati buah keberhasilannya dengan membangun sebuah rumah mewah di pinggiran kota yang merupakan impiannya sejak kecil.


"Bagus, dalam 2 bulan kalian bisa menyelesaikan rumah ini. Aku senang sekali dengan hasilnya." Komentar Nicole pada beberapa pekerja disana. Rumah mewah bergaya eropa itu hanya akan dia tinggali bersama asisten pribadi, 2 pelayan dan 1 supir. Nicole sudah menjadi artis papan atas jadi dia perlu semua itu untuk menunjang gaya hidupnya.


"Halo Nicole, ada permintaan dari pelanggan VVIP apakah kau mau? Bayarannya lumayan besar." Tawar Jose terdengar di ponsel Nicole.


"Ck.. kalau uang aku sudah banyak Jose. Ada hal lain yang bisa kau tawarkan?" Decak Nicole sebal.


"Ada.. aku punya video **** Richela, kami berhasil menjebaknya, kau mau?"


"MAU!" Jawab Nicole cepat.


"Aku tunggu malam ini jam 9 di tempat biasa." Kata Jose mengakhiri.


Nicole melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7.50 PM jadi dia bergegas untuk tidak terlambat.


.


.


Jam 9 tepat Nicole sampai di ruangan khusus di Sun & Moon, Jose sudah menunggu disana dan terlihat seorang pria paruh baya juga. Setelah berkenalan, Nicole tidak mau membuang waktu dan segera melayani pria itu yang sudah dia duga hanya bisa bermain sebentar saja.


"Mana videonya?" Tanya Nicole menagih janji Jose.


"Sabarlah.. ini lihat sendiri." Jose membuka ponselnya dan memberikan pada Nicole.


"Ck kenapa begini? Tidak seru hanya tampak wajahnya dan mereka bahkan masih berpakaian lengkap. Dan siapa pria ini?" Tanya Nicole sambil mengembalikan ponsel Jose yang tentunya Video itu sudah terkirim ke ponselnya.


"Identitas si pria masih rahasia, tapi Richela terlihat menikmati dan bisa kau gunakan jika dibutuhkan nanti." Ucap Jose memberikan idenya.


"Yah lumayanlah untuk menjatuhkan image nya." Kata Nicole lalu dia kirimkan lagi video itu pada seseorang tanpa informasi apapun.


\= = = = =


"Astaga! Kenapa video ini masih ada?" Neil yang baru saja bangun sudah di telepon oleh James mengenai video **** Richela yang sudah beredar sejak tengah malam.


"Periksa jadwal syuting Richela dan kalau bisa batalkan semuanya katakan pada mereka kalau dia sakit. Lalu siapkan berkas pernikahan hari ini juga." Perintah Neil cepat dan dengan cepat juga James mengerjakan semuanya.


Tak lama Elios sudah datang dan mencari Neil.


"Neil, bagaimana bisa? Kenapa.."


"Tenang dulu, sepertinya ada kamera tersembunyi lain yang dipasang oleh seseorang. James sudah memeriksanya dan hari ini aku akan menikah dengan Richi, untung berjaga-jaga jika harus membuat pernyataan nantinya ke public." Jelas Neil memotong ucapan Elios.


"Richi masih tidur?" Tanya ELios dan Neil mengangguk. Dia sedang sibuk dengan ponselnya.


"Halo, Mahesh. Sudah lihat bertita terkini?"


......


"Baik, aku serahkan padamu dan kali ini orang itu harus tertangkap."


.......


"Ok, terima kasih."


"Aku akan urus perusahaan, kau fokus pada adikku saja." Kata Elios akhirnya menyerahkan semua pada Neil.


"Aku janji ini yang terakhir." Kata Neil dan Elios menepuk pundaknya memberikan semangat.


Setelah Elios pergi, Neil langsung mengambil ponsel Richela agar gadis itu tidak melihat berita tentang dirinya, semua pengawal dan pelayan juga di larang membuka ponsel atau memberitahu. TV di buat rusak oleh Neil dan Richela dilarang keluar kamar sampai dia kembali.


"El..." Panggil Richela yang bangun tidak melihat sosok pria itu di sampingnya. Dia juga mencari ponselnya tapi tidak ada.


"Duh kemana ponselku..." Richela terus mencari sampai dia lelah dan keluar kamar. Pelayan tampak sibuk memasak lalu salah seorang pengawal menghampirinya.


"Nona, pesan Tuan Neil, Nona tidak boleh keluar dari apartemen karena ada sesuatu yang terjadi. Nona akan aman jika tidak keluar." Lapor pengawal itu.


"Kejadian apa?" Tanya Richela penasaran.


"Tidak tau Nona, Tuan tidak menjelaskan." Jawab pengawal itu. Richela hanya diam dan menghela pelan, entah apa yang terjadi, ponselnya juga tidak ada.


\=,=,=,=,=


Neil datang dalam keadaan emosi tingkat tinggi ke kantor agency Sun & Moon, dia menemui Rey karena Rey adalah orang yang berjanji kalau video itu aman dan tidak akan disebarkan.


"Kau harus tanggung jawab dan cari orang yang menyebarkan video itu atau aku tarik semua dana." Ancam Neil dengan kilatan matanya yang hampir membuat Rey jantungan.


"Mohon maaf Tuan Neil, saya akan mengabari anda lagi kalau sudah menemukannya." Jawab Rey terlihat takut.


"Aku berikan waktu 1x24 jam." Tegas Neil lalu keluar lagi dari tempat Rey. Tinggal lah Rey yang mengelus dadanya karena jika Neil menarik semua uangnya berarti hancur sudah agency itu.


"Jose! Apa kau gila? Kenapa video itu kau sebar?" Teriak Rey marah karena dia tau posisi kamera itu adalah milik Jose yang diam-diam dia pasang.


"Sial, Nicole bodoh!" Pekik Jose, gantian dia yang emosi dengan tingkah Nicole. Kali ini mereka berdua pasti habis di tangan Calvin. Justin juga mengunjungi mereka karena dia juga bertanggung jawab atas club ini.


"Jangan pernah bermain-main dengan Tuan Neil. Dia berbeda dengan Elios, kalian akan mati kali ini." Jutin menambahkan hingga membuat Rey dan Jose terlihat panik.


Baru saja mereka saling diam untuk mencari solusi, pesan masuk dari Calvin ke nomor Jose membuat mereka hampir berhenti bernapas.


"Jangan karena kecerobohanmu membuat club ini hancur, berikan apa yang Tuan Muda itu mau."


Jose membaca isi pesan dari Calvin dan Justin mendengus kesal.


"Kali ini kita harus korbankan Nicole, lagi pula dia selama ini hanya mainan kita kan? Tidak pernah memberikan kontribusi apapun pada club." Ujar Justin dan Jose akhirnya mengangguk.


"Ini buktinya, pesan kiriman video itu belum terhapus jadi berikan saja pada Tuan Neil." Jose dengan pasrah menyerahkan ponselnya, sebelum itu dia sudah menghapus segala pesan dan kontak yang sekiranya adalah rahasia dirinya.


Rey mengambilnya dan Justin juga terpaksa karena yang sebenarnya adalah Sun & Moon sangat memerlukan aliran dana yang banyak dan itu berasal dari sumber terbesar yaitu Elios Neil Tierney.


"Maaf Nicole, kau akan kami korbankan." Gumam Jose yang sebenarnya memang menyayangi Nicole selama ini tapi entah rasa sayang sebagai adik atau wanita? Dia sendiri tidak tau. Yang pasti dia suka dan senang bisa bersama Nicole apa lagi menghabiskan malam bersamanya.


.


.


.