My Venus

My Venus
BAB 7



Jam 8 pagi VENUS sudah siap di depan kamera, foto dan dialog iklan akan di ambil hari ini. Sudah hari ke 3 mereka di TTP dan 2 hari lagi syuting akan rampung.


Syuting baru berjalan sampai jam 1 siang, cuaca sangat tidak mendukung karena tiba-tiba hujan. Akhirnya syuting di luar ruangan batal dan pindah ke dalam ruangan.


"Lihat mereka." Ucap Bell dan menunjuk ke arah depan lobi dari gedung yang akan mereka gunakan untuk syuting, itu adalah gedung sarana pendidikan.


"Wow! Mereka sangat luar biasa tampan." Sahut Cleo tapi langsung di sentak oleh Bianca.


"Jaga pandangan kalian! Jaga kelakuan! Dia Tuan Elios." Sentak Bianca dengan tegas. VENUS langsung menunduk hormat lalu menuju ke ruang tempat mereka melanjutkan syuting.


"Yang mana Tuan Elios?" Bisik Nicole pada Fei yang ada disampingnya.


"Yang pakai jas navy, kalau yang jas abu-abu itu asistennya. Mereka tampan kan?" Jawab Fei yang memang tau tapi tidak kenal.


"Iya sangat tampan." Sahut Nicole dengan wajah memerah.


"Wah ada yang naksir nih.." Teriak Fei saat Bianca sudah keluar dari ruangan itu dan tinggalah VENUS saja.


"Naksir siapa?" Tanya Bell dengan rasa ingin taunya.


"Nih Nicole setelah lihat duo tampan tadi." Jawab Fei. Nicole tampak malu-malu karena baru kali ini dia tertarik pada seseorang.


"Wow Nicole yang polos bisa naksir seseorang." Goda Avia yang tau dan dekat dengan Nicole selama ini.


"Ck jangan menggodaku ah.. kan wajar aku nih wanita normal." Kata Nicole yang sedikit kesal.


"Siapa yang kau taksir? Elios atau Neil?" Tanya Fei lagi.


"Ehm.. Neil tampan." Jawab Nicole. "Wooowww... " Teriak mereka semua.


"Tapi Tuan Elios sangat keren dan berwibawa, apakah dia sudah punya kekasih?" Tanya Nicole dan semua akhirnya tau siapa yang ditaksir oleh Nicole.


"Mereka susah di dekati." Celetuk Fei. Nicole yang sedang senang langsung berhenti tersenyum dan memandang Fei dengan bingung.


"Kalian lihat kan wajah tampan mereka sangat dingin dan tidak bersahabat padahal sedang bersama rekan bisnis." Lanjut Fei lagi dan semua mengangguk.


"Nah itu.. mereka selalu berdua sampai ada yang menyebut mereka gay tapi itu tidak benar, hanya saja mereka sangat susah didekati." Jelas Fei yang membuat Nicole menghela kecil, pasrah akan keadaan.


Tak lama mereka mengobrol karena tim make up dan Bianca sudah kembali.


.


.


.


Syuting indoor berjalan lancar dan sudah selesai, karena cuaca yang tidak mendukung akhirnya VENUS dapat instirahat lebih awal. Jam 6 sore semua diperintahkan istirahat.


"VENUS!" Teriak Bianca lagi.


"Jam 7 malam kalian naik ke rooftop, ada acara makan malam dengan Tuan Jose dan Team juga ada Tuan Elios, pakaian kalian nanti akan diantarkan." Ucap Bianca dengan mengulas senyum yang jarang dia perlihatkan.


VENUS sedikit tercengang mendengar nama Elios, "BENARKAH?" Tanya mereka kompak.


"Kontrak selanjutnya sepertinya akan mudah untuk kalian dan bonusku akan cair akhir tahun ini. Bye!" Jawab Bianca dengan sumringah.


"Ini kesempatanmu Nicole, ayo kita mandi dan berdandan cantik. Tapi jangan menor, ingat!" Ujar Cleo dan mereka kembali ke kamar masing-masing.


VENUS mengenakan dress selutut simple dengan make up tipis karena hanya makan malam biasa saja tapi mereka terlihat cantik, hanya Bell yang memang imut terlihat seperti gadis remaja.


"Kenalkan ini Tuan Elios dari Tierney Group, sponsor utama VENUS pada iklan dan album kalian selanjutnya." Ucap Jose memperkenalkan bos nya itu.


"Selamat malam Tuan Elios dan Terima kasih." Ucap VENUS serentak dan sedikit membungkuk memberi hormat.


"Hem.. silakan nikmati makan malamnya." Ucap Elios dengan wajah datar dan suara tegas membuat VENUS sedikit terkejut dengan sikap pria tampan di depan mereka.


Elios menatap member VENUS satu persatu lalu matanya tertuju pada gadis imut yang berdiri paling ujung dan mengernyitkan dahinya.


"Ada apa Tuan?" Tanya Jose yang melihat perubahan raut wajah bos nya itu.


"Dia?" Ujar Elios menunjuk dengan menaikkan dagunya ke arah Bell dan masih menatapnya.


"Dia Bell Tuan, member termuda VENUS." Jawab Jose dan sedikit melirik ke Bianca yang sejak tadi diam.


"Tuan Elios apa ada yang tidak berkenan dengan salah satu anggota kami?" Tanya Bianca yang mulai takut ada sesuatu yang tidak berkenan di hati sponsor besar mereka.


"Tidak, hanya saja... aku kira anak remaja mana yang nyasar kemari." Ujar Elios masih dengan wajah datarnya dan langsung berjalan pergi menuju meja yang telah disiapkan untuknya.


Bell yang mendengar itu langsung emosi dan mengumpat "Dasar! Pria dingin menyebalkan!"


"Bell! Jaga bicaramu!" Bentak Bianca meskipun suaranya kecil tapi sangat tegas. Bell yang sadar kalau yang dia umpat adalah sponsor besar maka langsung diam tapi rasa kesalnya belum hilang.


VENUS ternyata duduk di meja yang sama dengan Elios, Neil, Bianca dan Jose.


Elios duduk diapit oleh Jose dan Neil, di samping Jose ada Bianca, dilanjut Cleo, Fei, Marcy Nicole Bell dan Avia di sebelah Neil.


Mereka makan malam dengan tenang sampai Neil membuka suaranya, "Nona Fei, bagaimana keadaan Tuan Dave Clifton?" Tanya Neil memecah keheningan.


"Tuan Clifton sangat baik Tuan Neil." Jawab Fei dengan mengulas senyum.


"Syukurlah, sudah lama dia tidak mengunjungi kami. Titip salam untuknya." Balas Elios.


"Baik Tuan Elios." Jawab Fei lagi dengan sopan.


"Jangan berikan wine itu padanya, dia masih kecil." Ujar Elios tiba-tiba saat pelayan meletakkan segelas wine di hadapan Bell.


"Maaf Tuan." Jawab pelayan itu lalu mengambil kembali gelas wine.


"Maaf Tuan Elios yang terhormat, saya bukan gadis kecil dan 2 bulan lagi umur saya sudah 20 tahun." Kata Bell dengan raut wajah kesal namun nada biacaranya sangat lembut dan sopan. Bell terlihat sangat berusaha memendam amarahnya.


"Baiklah nona yang sebentar lagi 20 tahun, tapi alkohol hanya boleh di nikmati oleh yang sudah 21 tahun, kamu harus menunggu 1 tahun 2 bulan lagi." Ucap Elios yang membuat semua orang heran, karena baru kali ini dia berbicara panjang untuk hal yang tidak penting di depan banyak orang.


Neil dan Avia menoleh dan menatapnya tak percaya, begitu juga Bianca dan Fei yang tau bagaimana watak seorang Elios. Sedangkan Nicole juga memperhatikan Elios dan Bell bergantian.


Sementara Bell hanya menggertakkan giginya menahan kesal dan menatap tajam pada pria yang masih tenang memakan steak-nya.


'Kapan aku bisa membalas Tuan menyebalkan ini?' Gerutu Bell dalam hati dengan kesal.


.


.


.