
Mereka melakukan wawancara, giliran Richela. Semua orang disana menantikan dirinya yang selama 2 tahun ini menghilang dan apakah dia akan menjawab dengan jujur?
"Apa yang membuatmu mengikuti Be A Star?"
"Saya hanya ingin memulai kembali, impian saya adalah menjadi entertainer, menyanyi menari dan segala yang aku pelajari ingin aku tunjukan kepada dunia."
"Bukankah anda sudah berhasil?"
"Yah, tapi semua hancur begitu saja karena fitnah, aku ingin memulainya dari 0"
"Apakah dengan mengganti nama menjadi Richela?"
"Tidak, Richela Avia adalah namaku, perusahaan terdahulu menyuruhku menggunakan Via atau Avia, menurut mereka itu lebih menjual."
"Anda berubah, apakah ini juga termasuk langkah awal anda untuk kembali ke dunia hiburan?"
"Sebenarnya saya tidak berubah, karakter saya sebelumnya dibentuk oleh perusahaan dan inilah saya yang sesungguhnya. Saya ingin bebas berekspresi."
"Di mana anda selama 2 tahun menghilang?"
"Saya tidak menghilang, hanya menenangkan diri di gunung."
"Anda lebih rileks sekarang, apakah anda yakin akan berhasil memenangkan Be A Star?"
"Tidak ada pikiran untuk menang, saya menikmati ini sebagai peluang awal untuk kembali. Semua tergantung pada penilaian dan saya akan berusaha sebaik mungkin dengan menjadi diri saya sendiri."
.
.
.
Wawancara di tutup dengan baik, mereka kagum pada Richela yang tidak seperti mereka bayangkan selama ini. Richela yang sejak tadi pagi hanya diam, sekarang lebih banyak berbaur dan mengobrol dengan begitu ramah.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Pembagian lagu di berikan setelah seluruh wawancara selesai. Mereka akan memilih lagu juga secara acak. Sebelumnya per kelompok telah menunjuk seorang leader, jadi leader kelompok masing-masing yang akan mengundi.
Ada 6 lagu dan mereka akan menarik undian secara bersamaan.
Kelompok A, Nicole menjadi leadernya dan mereka berhasil mengambil lagu dengan ritme cepat, dengan tarian modern yang menguntungkan kelompok itu.
Sedangkan kelompok D, bukan Richela yang menjadi leadernya, dia ditunjuk tapi dia memberikan kesempatan yang lain untuk menonjol. jadinya Jenny yang menjadi leader. Jenny mengambil lagu ceria ala remaja. Mereka sedikit kecewa karena kurang cocok dengan image mereka yang terlihat dewasa.
"Jangan cemas, kita ada waktu 5 hari untuk latihan." Ucap Richela menenangkan mereka.
Kesepuluh gadis cantik itu pun mengangguk dan mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk tetap bisa bertahan, sebab eliminasi kali ini langsung 10 orang.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Kita akan membagi 1 lagu untuk 10 orang. Ini sulit karena kita hanya ada waktu kurang dari 20 detik untuk menampilkan yang terbaik." Ucap Richela, mereka akan membagi secara adil.
Beda dengan kelompok Nicole, dia yang terlihat ramah malah ingin mengambil pusat perhatian dengan cara licik. Dia akan berlaku sebagai center karena itu diperlukan seperti VENUS dulu yang menjadikan Avia sebagai center.
"Apakah itu perlu? Kita disini bukan untuk membentuk sebuah girl group tapi menjadi pemenang Be A Star secara individual." Protes satu orang anggotanya.
"Kita memikirkan konsep, karena bersepuluh tidak mungkin nyanyi bersamaan dan tentu kita jadinya terbentuk menjadi girl group untuk saat ini." Kilah Nicole yang akhirnya semuanya setuju. Karena bersepuluh jadi mereka akan menunjukkan konsep sebagai girl group biar mempermudah. Yang tentunya Nicole lah yang menjadi pusat perhatian nantinya.
Ke-enam kelompok itu bergantian memasuki ruangan tari, ada yang sudah langsung menari ada yang masih belajar lagu.
Kelompok A milik Nicole sudah menari karena mereka sudah hafal lagu yang memang sangat populer, namun ada beberapa gadis disana yang tidak terlalu pandai dalam gerak tubuh itu. Disini lah Nicole di uji kesabaannya dan bagaimana dia menjadi leader.
Di kelompk D, Richela sedang berusaha mengajari gerakan dasar pada Monica yang memang tidak pandai menari tetapi suaranya sangat indah. Gadis yang masih 18 tahun itu sangat senang karena Richela mengajarkannya dengan sabar. Gerakan awal telah sempurna dan mereka akan bergantian dan saling mendukung.
.
.
.
Malam telah larut, Richela yang masih sendirian di ruang latihan bertemu dengan Nicole yang juga keluar dari ruang latihan di sebelahnya.
"Kau sedikit berubah." Ujar Nicole memulai pembicaraan.
Richela berhenti, lalu menatap Nicole yang juga telah banyak berubah, "Aku masih orang yang sama, hanya saja aku berubah menjadi lebih teliti untuk memulai pertemanan, agar tidak terjadi hal yang sama seperti yang kau lakukan padaku." Jawab Richela menyindir Nicole. Dia tentu belum bisa memaafkannya begitu saja.
"Hahaha.. kau masih berpikiran aku yang melakukannya? Apa buktinya?" Tantang Nicole pada Richela.
"Tidak perlu bukti Nicole, kau tanya pada dirimu sendiri. Permisi." Jawab Richela lalu melangkah ke arah berlawanan dengan Nicole karena dia akan mengambil minuman dulu.
Nicole yang sedikit kesal membiarkannya begitu saja, namun tanpa mereka sadari seseorang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Hei hei.. ada gosip, eh tapi bukan gosip sih.." Ucap Claudia begitu sampai di dalam kamarnya yang masih ramai. Ada sekitar 6 orang disana karena kelompok C mereka kebetulan berempat 1 kamar ditambah kamar 2 teman mereka yang lain.
"Ada apa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Aku tak sengaja lihat dan dengar Richela dan Nicole berbicara. Sepertinya Richela marah pada Nicole. Dia bilang begini 'Aku masih orang yang sama, hanya saja aku berubah menjadi lebih teliti untuk memulai pertemanan, agar tidak terjadi hal yang sama seperti yang kau lakukan padaku' lalu Nicole jawab 'kau masih berpikiran aku yang melakukannya? Apa buktinya?' Aku rasa mereka tidak akur dan semua yang terjadi pada Richela dulu menurutnya ulah Nicole. Apa kalian percaya?" jelas Claudia berapi-api.
Mereka tampak berpikir, "Mungkin juga karena Via dulu sangat terkenal dan masalah datang bertubi-tubi, setelah itu Nicole menjadi lebih terkenal namun menurutku Nicole biasa saja." Jawab salah satu dari mereka.
"Jangan berasumsi sendiri, kita tidak tau apa yang sebenarnya yang terjadi." Timpal yang lain.
"Benar, tapi aneh. Dan sepertinya mereka memang tidak akur, lihat saja sejak bertemu tidak ada tegur sapa." Lanjut yang lain.
"Hem.. kalau mereka nantinya 1 kelompok bagaimana ya? Aku penasaran." Sambung Claudia yang dibalas anggukan semuanya.
"Kalau mau tau, kalian harus bertahan ke episode selanjutnya." Celetuk salah satunya lagi.