My Venus

My Venus
BAB 101 - Extra (Nicole) 4 - END



"Kenapa kau bisa berkata begitu pada mereka, nanti semua orang salah paham." Ujar Nicole bersungut-sungut karena di pesta tadi mereka sudah mendesak Nicole agar cepat menikah dengan Edgar.


"Aku serius, jadi menurutmu aku ini kenapa hampir setiap hari mencarimu dan ingin bertemu?" Balas Edgar.


"Apa?" Nicole tak percaya.


"Aku se ri us, Nicole. Menikah lah denganku." Tegas Edgar membuat Nicole makin bingung.


"Tapi aku..." Ujar Nicole ragu.


"Kita sama-sama orang yang tidak baik dan berubah menjadi baik, apa salahnya? Pengalaman hidup kita sangat luar biasa sebagai pembelajaran hidup." Lanjut Edgar.


Pria ini memang sudah terpesona saat pertemuan keduanya dengan Nicole yang tidak seperti bayangannya saat pertemuan pertama. Nicole terlihat polos tetapi tidak bodoh dan sebenarnya adalah seorang yang baik hati, hanya saja dulu ambisi dan iri merajai hatinya.


"Aku tidak memaksa, pikirkan dulu." Kata Edgar lalu mengecup bibir Nicole.


"Tidak memaksa tapi sudah cium." Protes Nicole.


"Hahaha itu hanya mengecup kalau cium seperti ini." Edgar lalu menunduk dan mencium Nicole lembut tapi dalam. Keduanya yang memang sudah berpengalaman saling memagut mesra.


"Sudah mengerti kan kecupan dan ciuman, kamu bukan gadis polos lagi jadi..." Edgar terhenti karena Nicole kembali menciumnya.


Nicole yang merasakan debaran luar biasa yang belum pernah dia rasakan ingin memastikan lagi apakah dia memang jatuh cinta pada Edgar atau hanya suka karena kekaguman seperti pada Elios dulu. Tadi Nicole melihat Elios yang masih sangat tampan tapi hatinya biasa saja.


Tapi dengan Edgar barusan dia merasakan hal aneh yang membuat jantungnya berbedar tidak karuan dan ada rasa rindu luar biasa jika Edgar tidak menemuinya sehari saja.


"Baiklah aku menerimanya." Kata Nicole setelah mereka selesai berpagutan untuk yang kedua kalinya. Edgar tersenyum lalu memeluk Nicole.


"Kita menikah besok." Bisik Edgar.


"Besok?"


"Ya."


"Tapi."


"Sekarang tidurlah."


Nicole tidak bisa tidur, dia memikirkan ucapan Edgar, apa benar dia akan menikahiku? Begitu dalam isi pikiran Nicole. Dia tidak menyangka perteuan singkat dia dan Edgar, mmebuat Edgar melamarnya? Belum juga genap 2 bulan mereka saling mengenal.


"Ah sudah lah, lihat besok saja. Dia benar serius atau bercanda." Ujar Nicole lalu kembali memeluk bantalnya agar bisa cepat tertidur.


\= = = = =


Benar saja, Edgar sudah membawa Nicole ke gedung catatan sipil dan mendaftarkan pernikahan mereka yang sangat cepat itu. Sekarang mereka adalah suami istri. Nicole masih tidak percaya melihat surat yang dia pegang.


"Apakah dad akan marah padaku kalau menikah tidak mengatakan padanya?" Tanya Nicole yang masih syok.


"Tidak, dad sudah tau. Aku sudah melamarmu pada dad dan dia menerimanya tentu dengan bantuan auntie Merry." Nicole kembali terkejut.


"Sejak pertemuan kedua kita. Aku sudah katakan ke auntie Merry." Jawab


"Ayo kita kembali ke rumah aku tidak sabar ingin memakanmu saat ini juga." Edgar menggandeng Nicole dan mereka tiba di rumah.


Nicole merasa sangat aneh, dalam sekejab dia sudah menjadi seorang istri dan sekarang dia akan melayani suaminya.


Nicole sudah melenguh karena kecupan Edgar pada tubuh bagian atasnya, Edgar sangat menyukainya.


"Ini masih asli, aku sangat menyukainya." Ucap Edgar lalu kembali memainkan pucuk kecil itu dan tangannya meremas lebut kadang kencang membuat Nicole terus mend esah.


"Ahhk..." Nicole terpekik kecil karena Edgar berhasil menjamah bagian bawahnya, jari-jarinya dengan lindah mencari celah disana.


"Ini sangat indah sayang..." Ucapan Edgar terdengar parau, tanda dia sudah bergairah.


"Sudah Ed, aku tidak tahan. Cepat masukkan saja." Desah Nicole dan Edgar segera membuka sis celananya. Nicole sedikit terkejut karena bentuknya sedikit berbeda dengan yang pernah dia lihat sebelumnya.


"Hahaha jangan terkejut karena kejutannya sebentar lagi, punyaku memang berbeda dan.. "


"AAKKK.." Teriak Nicole karena Edgar langsung memasukkannya tanpa aba-aba, dia memang sengaja karena ingin memberikan sensasi berbeda untuk Nicole yang dia tau sudah sering melakukannya dulu, begitupun dengan dirinya. Wanita pasti menyukai permainannya.


"Oh Ed aahh... " Hanya beberapa gerakan Edgar berhasil membuat Nicole berteriak dan bergetar hebat.


"Ini gila.. ini yang tercepat aakkk..." Teriak Nicole lagi karena Edgar hanya bergerak beberapa kali Nicole sudah mencapai puncaknya, tapi Edgar terus bergerak tidak memberikan jeda pada Nicole yang akhirnya menumpahkan banyak cairan sampai membasahi seluruh ranjang mereka.


"Bagaimana?" Tanya Edgar dan Nicole sungguh tidak sanggup dan masih menikmati getaran nikmatnya.


Edgar kembali bergerak maju mundur untuk mengejar kenikmatannya sendiri dan akhirnya dia sampai dan memuntahkan lahar panasnya di dalam Nicole yang sudah terkulai lemas.


.


.


.


"Aku belum pernah merasakan yang seperti ini..." Lirih Nicole dan Edgar tertawa.


"Aku pemain wanita yang handal dengan milikku ini dan sekarang kau nikmati karena ini adalah milikmu." Ucap Edgar pas di telinga Nicole.


"Tunggu tenagaku pulih dan aku akan membalasmu." Kata Nicole yang masih lemas tak berdaya.


"Aku tunggu sayang.. aku ingin merasakan keahlianmu." Bisik Edgar lagi tapi Nicole tidak menjawabnya. Dia tertidur nyenyak untuk pertama kali dalam pelukan seseorang.


Edgar mengecup puncak kepala Nicole, entah kenapa dia sangat menyayangi Nicole dan tidak bisa mengalihkan tatapannya pada wanita ini. Sama-sama pernah hancur karena perbuatan sendiri menjadikan mereka cepat akrab dan saling mendengarkan.


"I love you" Bisik Edgar dan Nicole tidak mendengarnya tapi dia tetap tersenyum karena dalam mimpinya Edgar mengucapkan hal yang sama.


~END~