
Syuting hari ke 3 di T's Hotel, karena cuaca yang tidak mendukung dan terjadi kerusakan pada setting di taman hotel maka syuting dihentikan sementara. Sehingga diundur menjadi besok pagi. Avia dan Nicole akan mengambil beberapa adegan pada dini hari sampai pagi sehingga mereka akan menginap di hotel ini.
"Via, aku sangat lelah duluan ke kamar ya.." Pamit Nicole yang memang terlihat lelah, dia 4 kali harus tercebur dan berenang di kolam renang untuk adegannya.
"Iya, cepat istirahat dan minum vitamin biar tidak flu." Sahut Avia.
Setelah Nicole pergi Avia jadi sendirian di ruang tunggu dan karena kesepian dia menyuruh Lana pulang saja karena tidak akan ada syuting lagi sampai besok jam 5 pagi.
"Lana, pulang saja. Besok datang jam 7 saja sekalian bawakan vitamin ku, ini sudah habis." Pesan Avia pada asistennya.
"Oke, tapi apotik buka jam 8, kalau yang 24 jam jauh Via. Bagaimana?" tanyanya.
"Boleh saja, besok aku cuma pakai seragam dan tidak ada ganti baju sampai siang kok." Jawabnya.
"Oke, besok aku usahakan cepat. Bye.."
"Bye, hati-hati dijalan."
Avia sebenarnya ingin Lana menginap tapi tidak bisa karena dia ada janji bertemu seseorang.
\= = = = = = = = =
Jam 4 pagi, Avia sudah bersiap. Untung pagi ini cuaca sangat mendukung sehingga dia dan Nicole dapat mengambil 1 adegan yang diharuskan malam hari.
"Kau terlihat lelah Via, kau kurang tidur?" Tanya Nicole dan Avia mengangguk lalu menguap lagi. Sebenarnya mereka bisa tidur selama 5 jam karena jam 11 malam kemarin sudah berhenti syuting.
"Iya, aku sangat ngantuk." Ucap Avia, dan untunglah pagi itu Lana datang lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Avia.
"Thanks Lana, kopi ini sangat membantuku." Ujar Avia lalu meminum kopi yang masih hangat itu.
Syuting masih berlanjut dan 70% semua adegan drama ini akan diambil di T's Hotel. Sisanya adalah adegan Avia pulang kerumah dan lokasinya adalah jalanan karena rumahnya juga di setting di salah satu kamar hotel.
"Ini baru syuting untuk 2 episode, ternyata drama lebih melelahkan dari pada film ya.." Keluh Avia yang masih melihat naskah dan dialog miliknya.
"Ya ampun Via, seperti belum pernah syuting drama saja." Sahut Nicole.
"Yah kemarin kan hanya pemeran pendukung saja, ini.. huh harus semangat aku akan bekerja keras." Kata Avia akhirnya mengepalkan tangannya dan melayangkan di udara untuk menyemangati dirinya sendiri membuat Nicole tertawa melihatya.
Selagi mereka menyelesaikan syuting, drama ini sudah dipromosikan dengan gencar. Seluruh fans juga sudah menunggu dengan antusias sebab pemeran utamanya adalah Avia VENUS. Dengan bakat akting yang luar biasa, terbukti dari film Spy On yang lalu dan sekarnag dia terpilih lagi dengan karakter berbeda.
"Kalian sudah lihat cuplikan drama ini? Aktingnya bagus dengan karakter berberda dari sebelumnya."
"Avia sangat berbakat."
"Kami mendukungmu Via."
"Semoga tidak ada yang mengganggumu lagi Via."
"Sabar menunggu akting yang luar biasa."
"Really? Kau terbaik."
"Kau pintar akting, tapi berapa lama? Aku akan membuka kedokmu."
.
.
Begitu banyak atusiame dari fans dan hal ini membuat Avia begitu semangat. Dia juga sudah sedikit melupakan hal-hal buruk yang terjadi padanya karena kesibukan bekerja sehingga tidak memikirkan apapun selain bekerja.
Tapi hal itu hanya sementara, setelah 1 episode tayang, tak diduga sesuatu menghantamnya lagi dan kali ini lebih dari apa yang dapat dia bayangkan.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sepenggal video berdurasi hanya 7 detik diunggah seseorang di sosial media, terlihat Avia dan seorang pria keluar dari kamar hotel. Semua orang mengenalnya dan mulai seperti badai membicarakan hal tersebut.
"Ini apa lagi Via? Kenapa kau bersama pria ini keluar dari kamar hotel?" Tanya Bianca yang terlihat sangat marah. Belum lagi dia sejak tadi menerima cercaan dari Susan dan wartawan sudah berada di gedung Monato dan T's Hotel untuk bertemu siapapun yang bisa menjelaskan tentang video itu.
"Kali ini kita tidak bisa mencari bukti apapun karena video itulah buktinya, jadi katakan apa yang kau lakukan?" Bentak Bianca lagi tetapi Avia diam, dia tidak bersuara hanya menunduk sambil meremas tangannya sendiri.
Sementara komentar negatif terus bergulir membuat syuting drama juga terpaksa berhenti karena ini merupakan berita yang luar biasa. Sutradara memutuskan untuk rehat sejenak karena Avia juga tidak bisa fokus pada aktingnya.
"Itu benar Via, aku yakin!"
"Kenapa kau lakukan ini Via? Aku kecewa."
"Kau menjijikkan!"
"Kedokmu akhirnya terbuka."
"Siapa pria itu? Kelihatannya tampan."
"Mari kita cari tau."
"Kau menjual dirimu Via? Oh.. aku tak menyangka."
"Kau akan hancur, bye!"
"Selamat tinggal Via, aku kecewa."
.
.
Banyak komentar negatif menyerangnya, bahkan di website resmi VENUS sudah banyak pertanyaan-pernyataan tentang kasus ini. Pihak Monato belum juga memberi respon karena Avia masih bungkam.
.
.
.
Avia sedang berada di kamar hotelnya, dia masih enggan kembali ke apartemen karena malas bertemu dengan member VENUS lainnya, bahkan Nicole dan Bell yang berada di lokasi syuting yang sama dengannya belum bisa menemuinya.
Nicole di kamar hotelnya juga sedang termenung, dia melihat video itu berulang kali dan dia tau siapa pria yang keluar bersama Avia dari kamar tersebut. Dia sangat mengenal pria itu.
"Kau mengkhianatiku Via, kau tega." Ucap Nicole lalu melempar ponselnya ke samping tempat tidurnya lalu dia merebahkan diri dengan perasaan marah dan kecewa.
Tanpa mereka tau, sebuah foto sudah diunggah lagi dan itu adalah Foto Avia berjalan di lorong depan kamar hotel bersama pria yang akhirnya wajahnya terlihat jelas.
"Oh tidak, aku patah hati."
"Jelas sekali siapa dia, kau beruntung Via meskipun hanya semalam bersamanya."
"Itu Elios! Oh my..."
"Aku mau bertukar posisi dengan Via, semenit juga tidak apa-apa."
"Gila ini gila.. seseorang tolong aku! Aku iri dengan Via."
"Jadi benar dia jual diri ke bos sekelas Elios, kau hebat Avia!"
.
.
.
.
.
"Jadi itu Tuan Elios?" Tanya Bianca setelah menghampiri Avia di T's Hotel.
"Maaf tapi ini tidak seperti yang kalian pikirkan." Jawab Avia dengan nada lirih, dia tidak tau apa yang harus dia katakan lagi.
"Sekarang kembali ke apartemen, syuting di tunda. Kalian juga." Perintah Bianca pada Avia dan juga Nicole dan Bell disana.
"Cepat!" Teriak Bianca marah.
Dengan cepat mereka melangkah mengikuti Bianca yang akan mengantarkan mereka ke parkiran yang sudah di sterilkan dari fans dan wartawan.
Perlahan mobil itu keluar dari gedung hotel nan megah itu dan kembali ke apartemen mereka. Avia masih diam, tidak merespon apapun bahkan panggilan telepon dan pesan yang masuk ke ponselnya.
Sampai di apartemen, Cleo hanya memeluk Avia tanpa bertanya karena dia tau Avia sedang tidak baik-baik saja.
"Kami tak akan bertanya, sampai kau sendiri yang mengatakannya Via." Ucap Cleo pada akhirnya. Avia hanya mengangguk dan ke kamarnya.
Sejak tadi malam panggilan telepon dari Elina terus masuk, tapi Avia masih mendiamkannya. Dia menatap layar ponsel itu yang terus bergetar. Tak lama sebuah pesan masuk.
"Jika kau tak mengangkat panggilanku, aku kan kesana!"