
VENUS sedang berada di panggung di show pertama album ke 5 mereka. Sorak sorai menggema seperti biasanya dan menambah semangat mereka diatas panggung.
Tapi, meskipun ramai teriakan penonton tidak seheboh biasanya, seakan ada yang kurang dari VENUS.
Dari jauh Bell sudah melihat seseorang yang sangat dia nantikan, sedang berdiri jauh tetapi masih bisa memperhatikan panggung dengan jelas dan leluasa.
Nicole yang juga melihatnya menjadi kesal dan cemburu, menurutnya Bell masih kalah jauh dari segi kecantikan dan bentuk tubuh tapi kenapa Elios bisa mencintainya?
"James, bisakah anggotamu juga mengawasi Bell dari jauh? Aku merasa tidak tenang akhir-akhir ini." Tanya Elios pada James yang ada di samping Neil.
"Tentu Tuan, kami akan mengaturnya." Jawab James dengan patuh.
"Dasar bucin." Ucap Neil mencibir.
"Memangnya kau tidak?" Balas Elios melirik ke Neil yang langsung terkekeh.
"Iya, aku sangat mencintai adikmu, kakak ipar." Jawab Elios dengan santai.
"Tapi kenapa rasanya ada yang kurang dengan VENUS?" Gumam James dengan suara kecil.
"Karena tidak ada Via, James. Via lah VENUS yang sebenarnya." Jawab Neil sambil tersenyum, dia hanya menunggu VENUS bubar dengan sendirinya dan pasti tidak lama lagi. Neil membentuk VENUS karena adanya Via disana. Tanpa ada yang mengetahui bahwa Monato adalah milik Neil. Neil Thomson adalah pemilik sebenarnya tetapi dia tidak mau memberitaukan pada siapapun, nantinya Monato akan menjadi milik Richela Avia.
"Ya benar, tapi gadis kecilku itu pasti menangis sedih jika VENUS berakhir." Celetuk Elios masih memandang ke Bell yang sedang bergerak lincah di atas panggung.
"Menikah saja, dia akan menjadi ibu rumah tangga." Timpal Neil yang membuat Elisos berdecak sebal lagi.
.
.
.
"Elios!" teriak Bell begitu dia sampai di mobil dan ternyata sudah ada Elios disana. Bell langsung menjatuhkan tubuhnya ke Elios dan dengan sigap pria tampan itu memeluknya.
"Aku merindukanmu gadis kecil." Ucap Elios sambil mengecup bibir Bell dengan mesra.
"Sama aku juga." Balas Bell yang tetap memeluk Elios dengan erat.
"Jadi akan sibuk sampai kapan?" Tanya Elios, kini mereka duduk berdampingan, supir Elios lah yang menyetir karena asisten Bell sudah disuruh pulang olehnya.
"Mungkin sampai bulan depan." Jawab Bell sambil melihat jadwal yang ada di memo ponselnya.
"Aku ingin bicara serius, tapi jangan sedih ok?" Ujar Elios dan Bell langsung menatapnya heran.
"Jika VENUS berakhir kamu bagaimana?" Tanya Elios yang wajahnya kini menjadi lebih serius lagi.
"Berakhir? Sebenarnya sejak Via pergi bagiku VENUS sudah berakhir dan kami semua merasakan hal yang sama, tapi demi fans kami tetap bertahan entah sampai kapan." Jawab Bell dengan jujur.
"Jadi kalau berakhir kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Elios memastikan.
"Ya mau apa lagi, tapi kenapa kamu bertanya Elios?" Bell balik bertanya.
"Aku melihat tidak ada aura terang lagi pada VENUS, mungkin sebentar lagi kalian akan berpisah karena tim kami yang memprediksinya." Jelas Elios dan Bell tampak tersenyum.
"Tidak apa-apa, aku masih bisa mengerjakan hal lain. Lagi pula tabunganku cukup untuk memulai usaha jika panggung hiburan tidak mebutuhkanku lagi." Ucap Bell dengan bijak.
"Kalau begitu jadi istriku maka kau akan tenang." Ucap Elios dan Bell sedikit terkejut.
"Kau melamarku?" Tanya Bell.
"Mungkin." Jawab Elios.
"Ya sudah jika VENUS bubar menikah denganku ok?" Tanya Elios lagi dan Bell mengangguk.
"Tapi ada hal yang harus kau ketahuim tentang ku, tapi nanti ya.. sekarang pulang lah. Sudah larut dan kau harus istirahat."
"Baiklah Tuan Elios yang tampan."
Bell mengecup bibir Elios sekilas lalu dia pamit, Elios pun pindah ke mobilnya yang sejak tadi membuntuti dari belakang.
\= = = = = = = =
"Nicole, tadi aku lihat Tuan Elios naik ke mobil Bell, apakah mereka ada hubungan?" Tanya asisten Nicole.
"Jangan sembarangan menyebar gosip Lia." Ujar Nicole yang sebenarnya sangat kesal.
"Bukan gosip, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri." Ujar Lia lagi kekeh pada penglihatannya.
"Ya biarkan saja, jangan sebar gosip." Ujar Nicole lagi dengan tegas.
'Sial kamu Bell, aku yang akan menjadi wanitanya Elios, aku akan membuatmu tidak pantas berada di sisi Elios.' Batin Nicole
Dalam otaknya sudah terpikirkan cara untuk menghancurkan Bell dan tentu saja dia juga akan mendapatkan keuntungan.
Paginya, VENUS masih belum ada show karena acara ke dua akan dilaksanakan lusa, hari ini ada acara gala dinner yang di persiapkan oleh T's Group dan tentu saja VENUS diundang karena masih terikat kontrak dengan TTP yang masih akan berlangsung beberapa bulan lagi.
"Kalian sudah siap?" Tanya Bianca pada VENUS yang sedang didandani di ruang tunggu gedung Monato karena mereka akan berangkat bersama.
"Sudah, tinggal Cleo." Jawab Marcy.
"Oh ya sudah, aku akan menunggu di depan." Ujar Bianca dan langsung keluar lagi.
"Oh my god! Cleo, kau sangat cantik." Pekik Bell senang melihat Cleo dengan gaun warna hitam dan gold, tubuh indahnya yang membentuk sempurna.
"Kau juga sangat cantik Bell, terlihat dewasa dan seksi." Cleo balas memuji Bell. Bell menggunakan dress backless memperlihatkan punggungnya yang mulus. Meskipun Bell terlihat mungil tapi dia sebenarnya mempunyai tinggi 160 cm dengan porsi tubuh seimbang, hanya saja dia yang terpendek dari semuanya.
"Sudah saling memujinya, Bianca sudah menunggu kita." Marcy menarik Bell segera keluar dan menuju mobil di parkiran.
Hanya 20 menit VENUS telah sampai, mereka semua menggunakan dress dengan nuansa yang sama, yaitu hitam. Elegant dan seksi. Cleo menjadi pusat perhatian karena dia lah yang paling menonjol, lalu Bell dengan tampilan berbeda dari biasanya. Bell terlihat dewasa dan seksi, terdengar suara gemuruh meneriakkan nama Cleo dan Bell.
Acara dimulai dan mereka berbaur dengan semua orang dari artis, pengusaha hingga pejabat ada disini. Acara rutin yang diadakan oleh Tierney Group ini memang sejak dulu selalu ramai, hanya makan malam dan saling mengenal namun begitu mewah bertabur bintang.
Acara sudah hampir selesai, banyak tamu undangan yang sudah pulang dan hanya meninggalkan sedikit orang disana namum mereka masih asik santai menikmati kemewahan acara ini.
Nicole mulai memisahkan diri dari VENUS dan Bianca. Dia memberi kode pada orang bayarannya, lalu dia segera menemui Justin untuk mulai rencananya.
Justin mengajak beberapa orang untuk berkenalan dengan Bianca dan VENUS sehingga mereka berpisah, dia sangat tau kalau Bell tidak menyukai obrolan bisnis dan akan memisahkan dirinya.
"Bell aku mau ke toilet, ikut atau disini saja?" Tanya Nicole yang sudah duduk kembali di kursi mereka dan hanya tinggal Bell disana.
"Ikut saja deh." Jawab Bell lalu mengikuti Nicole.
Setelah 10 menit dan Nicole selesai duluan, dia mengetuk pintu toilet Bell untuk pamit.
"Bell, aku duluan. Ada sutradara yang ingin bertemu denganku." Teriak Nicole dari luar.
"Iya.. pergi saja Nicole nanti aku menyusul." Jawab Bell dari dalam.
Setelah beberapa menit Bell keluar dan tiba-tiba ada yang membekapnya, dia hanya bisa melihat seorang pria dengan pakaian serba hitam lalu dia tak sadar lagi.