My Venus

My Venus
BAB 28



"Kau percaya padaku? Bisa saja aku membohongi kalian."


"Aku percaya."


"Kenapa kau sangat yakin?"


"Karena..."


Bell melihat sekelilingnya kemudian.. dia berbisik pada Avia.


"Karna aku lah kekasih Tuan Elios." Bisik Bell lalu wajahnya bersemu merah.


"Kau pacar Tuan ELIOS!" Teriak Avia tanpa sadar. Bell langsung membungkam mulut Avia. Tapi terlambat, Nicole yang sejak tadi menguping sudah mendengar semuanya. Dia mengepalkan tangannya kuat.


"Jangan teriak, ini rahasia kau mengerti? Jadi kalau ada yang tau awas." Ancam Bell dan Avia mengangguk mengerti.


"Jadi kalau Nicole membencimu karena Elios itu salah alamat harusnya aku." Tunjuk Bell pada hidungnya sendiri.


"Kau harus ceritakan semuanya." Tuntut Avia.


"Nanti saja, yang pasti Elios itu sangat posesif dan aku tidak boleh ini itu semua dia yang mengatur." Ucap Bell sambil mereka berjalan keluar.


Diluar toilet Nicole pun langsung berlari pergi setelah mendengarkan semuanya.


\= = = = = = = = = =


Keesokan harinya, Cleo berbicara pada Via dan Nicole. Yang lain juga ikut tetapi hanya menjadi pendengar.


"Kalian ini kenapa?" Tanya Cleo dengan tatapan tajamnya.


"Tidak ada apa-apa Cleo, hanya salah paham tapi mereka yang salah mengerti." Jawab Nicole dengan wajah sok polos tak bersalah. Bell yang di samping mereka hanya mendengus kesal.


"Iya hanya salah paham Cleo." Timpal Avia yang malas jika masalah ini berbuntut panjang.


"Baiklah aku percaya, tapi lain kali hati-hati Via, kamu sedang di sorot sekarang jadi segala perbuatan dan tingkah lakumu benar-benar diperhatikan." Jelas Cleo membuat Via juga merasa bersalah.


"Sudah jangan bahas lagi, kalian pasti lelah kan. Istirahat lah." Sambung Marcy yang sudah tau semuanya dari Bell.


Nicole langsung berjalan menuju kamarnya yang sama dengan Avia. Sedangkan Via masih betah mengobrol dengan Bell dan Cleo di ruang tamu apartemen mereka. Fei dan Marcy sudah keluar lagi karena siang ini karena aja job.


[Nicole] Di, ini video khusus dan laksanakan, jangan sampai ketahuan. pakai hacker terbaikmu.


[Diana] Baik, tenang saja. Dia terpercaya, tapi bayarnya tunai.


[Nicole] ya, nanti malam aku berikan uangnya. Sekarang hapus semua pesan ini.


.


.


Setelah menghapus pesan, Nicole kembali berselancar di dunia maya untuk membaca komentar tentang dirinya dan Avia yang masih panas. Banyak yang merutuki Avia dan mengangungkan Nicole, itu membuat dirinya sangat senang.


Tiba-tiba pesan masuk ke ponselnya,


[Jose] Kau senang sekarang?


[Nicole] Tentu! Terima kasih bantuanmu tapi ada lagi, tunggu saja.


[Jose] Aku tunggu bayaranmu sayang, aku rindu desahanmu.


[Nicole] Aku sibuk tunggu drama ini berakhir.


[Jose] Terakhir kali kita melakukannya di ruang kantorku di studio dan itu sudah lama.


[Jose] Baik cantik, aku tunggu kabar darimu.


Nicole memang menggunakan Jose agar dirinya bisa menggantikan Avia menjadi pemeran utama.


`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,


"Tuan, sudah kah anda melihat laporan yang saya kirimkan?" Seorang pengawal terlatih masuk ke ruangan yang tampak suram itu.


"Ya, kau kerahkan semua anggotamu dan terus mengawasi jangan sampai dia terluka sedikitpun dan berikan semua yang kamu dapatkan dari sekitarnya."


"Baik, Tuan. Dan mungkin ada beberapa kekacauan nantinya dan mohon anda jangan murka."


"Maksudmu?"


"Mereka juga menggunakan pengawal terlatih, tapi kami masih selangkah lebih unggul."


"Aku tidak mau tau, yang penting jauhkan mereka, jangan sampai melukai orang yang aku sayangi."


"Baik Tuan."


"Lalu, apa yang anggota mu dapatkan kali ini?"


"Mereka mulai memasuki dunia hiburan dan akan menggunakan wanita untuk menjerat anda."


"Hahaha biar saja, mereka lakukan apapun maunya. Dan kau ikuti Jose, aku tidak percaya padanya. Laporan apapun yang dia lakukan."


"Baik akan saya kerjakan."


"Pergilah."


Pria itu tidak takut, menggunakan wanita untuk menjeratnya adalah sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.


\= = = = = = = =


Di salah satu studio, Nicole sedang berakting bagus tapi sutradara belum terlalu puas dengan kinerjanya sehingga dia sudah berkali-kali mengulangnya.


"Sudah, istirahat dulu." Ujar salah satu kru disana.


"Aku lelah, bisakah aku tidur 30 menit saja Di?" Tanya Nicole yang sudah sangat mengantuk.


"Jangan Nicole, kau harus latihan dan tahan ngantukmu." Cegah Diana saat melihat Nicole sudah menyandarkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya.


"CK.. aku lelah belum tidur sejak kemarin asal kau tau." Decak Nicole sedikit kesal.


"Iya tau, tapi ini saatnya kau semangat jangan sampai Avia mengambil tempatmu atau Bell, lihat aktingnya di puji oleh asisten sutradara." Tunjuk Diana ke arah Bell yang sedang melakukan adegan marah.


"Dia.. aku belum membalasnya." Gumam Nicole yang kembali sadar dan tiba-tiba rasa ngantuk dan lelehnya hilang.


"Menurutmu kalau lelaki posesif itu bagaimana?" Tanya Nicole akhirnya.


"Hem.. biasanya mereka sangat pencemburu, jika miliknya disentuh pasti akan marah, maksudku kekasihnya itu hanya miliknya bahkan ada yang melirik saja dia akan marah." Jawab Diana membuat Nicole mendapatkan ide bagus untuk menyingkirkan Bell juga.


"Baiklah, nanti kita bicarakan lagi. Sekarang ayo kita menyusul, aku sudah siap kembali berakting." Ujarnya seraya berdiri dari duduknya dan berjalan dengan penuh percaya diri.


Sedangkan Avia yang baru sampai harus menunggu gilirannya setelah Nicole.


"Via.. giliranmu dan ini syuting terakhirmu ya." Kata asisten sutradara dan Avia mengangguk paham.


Setelah syuting berakhir, Avia akan kembali ke apartemen mereka lalu menunggu job berikutnya yang entah kapan akan dia terima kagi. Untuk yang sekarang tidak diabatalkan saja sudah sangat bersyukur.