My Venus

My Venus
BAB 100 - Extra (Nicole) 3



"Kau sudah siap?" Tanya Edgar begitu Nicole keluar dari kamarnya. Sejak pagi mereka tidur di kamar masing-masing. Nicole sampai ikut menangis mendengar cerita Edgar sampai akhirnya mereka istirahat.


"Sudah, apakah kita terlambat?" Tanya Nicole.


"Tidak apa-apa, dia juga tidak penting. Aku hanya menghargai suaminya yang dulu memberikanku pekerjaan." Kata Edgar dan Nicole hanya mengangguk.


Nicole menggunakan gaun sederhana karena dia tidak mau menonjol di pesta itu. Semua pasti akan terkejut melihat keberadaannya setelah 5 tahun menghilang tapi Nicole tidak mungkin mundur karena Edgar akan lebih malu jika pergi sendirian.


Mereka sampai di waktu dimana kedua mempelai sudah berdiri di pelaminan dan tamu sedang menikmati prosesi acara hingga tidak banyak yang memperhatikan mereka.


Edgar menggenggam tangan Nicole karena tau Nicole sedang gugup.


"Ini benar kau Nicole?" Terdengar suara yang sangat di kenal oleh Nicole.


"Marcy.." Ucap Nicole, Marcy lalu memeluknya.


"Kau kemana saja selama ini? Kami mengkhawatirkamu." ucap Marcy lalu perlahan semua memandang ke arah Nicole dan mulai berbisik.


Tak lama Fei dan Cleo juga mendekat, "Kalian semua disini?" Tanya Nicole tak percaya.


"Hei.. yang menikah itu sutradara Max, lihat." Tunjuk Fei dan benar saja Nicole baru menyadarinya lalu melihat kearah Edgar yang lupa memberitahu Nicole siapa suami Letty.


"Kau sudah menikah?" Tanya Cleo dan Nicole menggeleng.


"Siapa juga yang mau dengan wanita sepertiku." Jawab Nicole tetapi dia tetap tenang.


"Terus ini siapa?" Tunjuk Fei pada Edgar.


"Saya calon kekasihnya, masih pendekatan." Jawab Edgar dan berhasil membuat Nicole melotot.


"Bu ka . . "


"Nicole.." Datang lagi seseorang yang dikenal oleh Nicole. Richela dan Bell mendekat.


"Ya ampun kau ini kenapa tidak bilang kalau datang juga?" Tanya Richela yang lalu memeluknya.


"Aku..." Nicole tidak bisa menjawah, matanya mulai berkaca-kaca.


"Jangan nangis, kalau kau nangis hanya buat malu dan membuat mereka mencibirmu terus." Ucap Bell dan Nicole melihat ke sekelilingnya.


"Ayo, ikut kami kesana." Ajak Cleo yang menarik tangan Nicole ke meja khusus mereka. Disana sudah ada pasangan dan anak masing-masing dari mereka.


Cleo menikah dengan aktor terkenal dan sudah mempunyai 1 anak berumur 2 tahun.


Marcy menikah dengan managernya dan anaknya sudah dua. Fei menikah karena di jodohkan tapi akhirnya mereka saling mencintai, anaknya masih 7 bulan dan ada di rumah.


Richela hanya membawa Lesha yang ingin memakai baju cantik seperti princess di pesta, Bell juga tidak membawa anaknya karena 2 anak laki-lakinya memilih untuk bersama si kembar.


"Aku.. apakah aku pantas disini?" Tanya Nicole dengan suara pelan.


"Kau teman kami, jadi lupakan masa lalu karena kau sudah hidup dengan baik sesuai janjimu kan. Jadi bergabunglah." Ucap Richela dan semuanya mengangguk.


"Ingat, jangan menangis." Bell memperingatkan lagi dan sebisa mungkin Nicole menahan airmatanya dan merubah menjadi senyuman.


"Mommy.. ini auntie Nicole ya?" Tanya Lesha yang sejak tadi melihat Nicole.


"Iya, sini mommy kenalkan." Jawab Richrla.


"Tidak perlu mommy, Lesha sudah tau." Jawab Lesha lalu turun dari pangkuan Neil dan mendekati Nicole yang masih berdiri.


"Auntie duduk ya.." Lesha menarik tangan Nicole dan menyuruhnya duduk.


"Auntie lebih cantik dari foto dan video yang mommy tunjukan." Kata Lesha dengan suara cemprengnya yang menggemaskan.


"Benarkah? Tapi kamu lebih cantik, jadi namamu Lesha?" Tanya Nicole, Lesha mengangguk.


"Yang paling cantik itu mommy mu sayang.. dia yang paling cantik." Kata Nicole.


"Ya dulu mommy paling cantik tapi sekarang auntie Nicole yang tercantik." Kata Lesha lalu membisikkan sesuatu di telinga Nicole.


"Rahasia mommy.. hanya auntie cantik dan Lesha yang tau." Jawab Lesha lalu kembali ke Neil dan duduk di pangkuan daddy tersayangnya. Lesha memang sangat dimanjakan oleh Neil.


"Apa katanya?" Tanya Richela tapi Nicole hanya tersenyum dan menggeleng.


"Rahasia." Jawabnya.


.


.


.


"Ayo kita ke atas panggung memberi selamat." Kata Fei dan mereka berdiri serentak. Para tamu lainnya seperti melihat VENUS hidup lagi.


"Aura mereka luar biasa, aku merasa kembali muda saat melihat mereka bersama." Kata salah satu tamu disana.


"Nicole tampak berubah dan lebih cantik, terlihat sederhana tapi menawan. Apa dia juga sudah menikah?" Tanya yang lain.


"Tidak tau, dia melinghilang bertahun-tahun." Sambung yang lain.


.


.


"Selamat." Ujar Edgar dingin melihat Letty yang sedikit terkejut melihat Edgar menggandeng seorang wanita yang dia tau adalah Nicole seorang artis bermasalah dan juga menjual tubuh demi impiannya.


"Jadi standard wanitamu turun? Menyedihkan, tapi kalian cocok sama-sama sampah dan menjijikkan." Cibir Letty lalu melirik hina pada Nicole dan berhasil membuat Nicole menunduk.


"Angkat kepalamu Nicole." Bisik Cleo yang sudah tau tabiat Letty. Nicole mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Letty yang masih menatapnya dengan tatapan menghina.


"Ya kami memang cocok, karena saling menerima masalalu. Setidaknya aku bersama seseorang yang dulunya buruk tapi berubah menjadi baik, dari pada seseorang yang dulunya baik dari berubah menjadi buruk, bahkan lebih buruk. Kau sama denganku yang dulu." Ucap Edgar lalu dia mengucapkan kata 'pem bu nuh' melalu gerak bibirnya.


"Selamat Max. Kau telihat tampan hari ini." ucap Edgar pada Max yang sejak tadi serius dengan Elios yang berada di barisan depan Edgar dan Nicole.


"Terima kasih sudah datang Ed, aku senang kau sudah move on dan maafkan aku." Ujar Max yang tau kalau Edgar adalah mantan kekasih Letty.


"Jangan pikirkan, kami memang tidak berjodoh Max jadi berbahagialah." Balas Edgar.


Setelah semua selesai mereka kembali ke meja tamu khusus dan berbincang lama disana.


"Jadi kau tinggal dimana Nicole?" Tanya Richela yang duduk di sebelah Nicole.


"Anda yakin tidak tau Nyonya Richela?" Tanya Edgar dan Richela tertawa malu. Edgar tau kalau selama ini ada yang mengikuti Nicole hanya saja tidak setiap hari. Nicole di pantau setiap seminggu sekali dan Edgar tau kalau orang itu adalah pengawal dari ASF dari pin yang mereka gunakan. Meskipun pin itu tertutup tapi Edgar dapat melihatnya saat pengawal itu lengah.


"Memang aku tau keadaan Nicole tapi tidak tau di mana dia tinggal Tuan Edgar." Jawab Richela.


"Suami anda pasti tau Nyonya." Ujar Edgar dan Neil sedikit tidak senang dengan perkataan Edgar itu. Nicole yang merasa tidak enak langsung menengahi.


"Tidak apa-apa Ed, Richela, aku selama ini baik-baik saja dan tidak merasa terganggu bahkan baru ini aku tau. Jadi tidak masalah." Kata Nicole agar tidak terjadi perpecahan yang tidak perlu.


"Sepertinya anda bukan orang biasa Tuan Edgar." Ujar Neil dengan nada dingin.


"Anda bisa membaca laporan yang diberikan pengawal anda." Jawab Edgar yang melihat getaran di ponsel Neil yang dia letakkan di meja. Neil yang memang penasaran lalu membuka pesan dari James dan terkejut dengan laporan itu.


Neil tetap tenang dan membacanya sampai selesai. "Sudah saya duga anda tidak biasa." Ujar Neil lalu meletakkan kembali ponselnya.


"Saya harap anda tidak perlu lagi melakukan hal itu. Cukup dia mengasingkan diri selama ini." Ucap Edgar dan neil menatapnya sengit.


"Daddy.. tidak boleh melihat orang begitu, tidak sopan." Tegur Lesha membuat Neil tersadar dan mencium putri cantiknya itu.


"Uncle maafkan daddy ya, daddy Lesha kelihatan lelah nanti daddy istirahat dulu baru mengobrol." Ujar Lesha pada Edgar dan Edgar tersenyum melihat Lesha dengan mudah menaklukan seorang Elios Neil Tierney.


"Baik Lesha, nanti uncle bicara lagi kalau daddy Lesha sudah tidak lelah." Ucap Edgar tersenyum ramah pada Lesha.


Yang lain? Mereka hanya menahan tawanya karena sudah biasa melihat Neil menuruti putri kecilnya itu.