My Venus

My Venus
BAB 89



Neil yang sudah mendapatkan bukti siapa yang bertanggungjawab begitu emosi. Setelah Rey pulang dari kantor Tierney Group, Neil membanting gelas yang ada di mejanya, baru kali ini dia begitu marah.


"Tuan, jadi apa yang akan kita lakukan pada Nicole?" Tanya James untuk mengalihkan kemarahan Neil.


"Sebarkan bukti yang kita punya, balas dia seperti yang dia lakukan pada orang-orang yang dia sakiti selama ini." Perintah Neil. James hanya menarik nafas panjang lalu menghembuskan pelan, tanda dia harus bersabar mengikuti keinginan Neil.


'Tuan Neil tidak pernah menggunakan cara kotor untuk membalas musuhnya, baru kali ini. Habis lah kau Nicole.' Batin James.


"Apa yang kau pikirkan James?" Tanya Neil yang melihat James terdiam.


"Tidak Tuan, akan saya lakukan segera." Jawab James.


.


.


.


"Elios.. bagaimana kerjasama dengan agency itu?" Tanya Neil begitu dia masuk ke ruang kerja Elios.


"Sudah aku kirimkan salah satu pelatih terbaik kita, jangan cemas. Mereka akan aman." Jawab Elios yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Aku lelah dan ingin semua cepat berlalu. Jika club itu hancur mau tidak mau aku harus mengambil alih. Uang yang kukeluarkan sangat banyak disana." Keluh Neil dan Elios mengangguk.


"Ubah saja menjadi restoran dan agency itu tiadakan, anak didik disana bisa pindahkan ke Monato." Saran Elios.


"Ya bagus juga, aku jadi lupa sudah lama tidak memantau Monato. Bagaimana disana?" Tanya Neil yang kini merebahkan dirinya di sofa.


"Masih biasa saja. Susan masih mengekang artisnya dan memaksa mereka mengubah karakter seperti Richi dulu. Sebenarnya tidak salah juga, hanya saja jika ada masalah dia tidak mau repot." Jawab Elios dan Neil hanya diam sambil berpikir.


"Aku membeli Monato karena Richi tapi gadis itu malah keluar, huh..."


"Tapi keuntungan Monato juga tidak sedikit Neil."


"Yah.. iya juga."


Mereka tiba-tiba diam sampai ponsel Neil berbunyi tanda pesan masuk. Neil membuka tautan yang dikirmkan dan tersenyum.


"Kau akan sibuk, bersiaplah." Kata Neil lalu bangun dan beranjak dari sofa empuk itu.


"Kenapa?" Tanya Elios dan belum sempat dijawab oleh Neil, salah satu sekretarisnya masuk dengan panik sampai tidak mengetuk pintu.


"Tuan eh.. Tuan Elios Tuan Neil. Banyak wartawan di lobi menanyakan tentang Nicole, Tuan Jose tidak di tempat dan tidak bisa dihubungi." Ujar sekretaris itu dengan panik.


Elios memandang Neil dengan tatapan minta penjelasan.


"Suruh siapa saja, artis kecil tidak perlu kami yang turun tangan." Jawab Neil dengan tegas membuat sekretaris itu sedikit takut lalu permisi keluar.


Neil akhirnya menceritakan rencananya untuk menghancurkan Nicole.


"Bukannya kau ingin menghancuran mereka sekali tebas?" Tanya Elios bingung.


"No.. aku merubah rencana, siapa suruh dia mengusik Richi lagi dan kali ini aku akan membuatnya hancur secara perlahan." Jawab Neil.


Di waktu yang sama tapi tempat yang berbeda. Nicole sedang dikejar oleh kerumunan wartawan untuk mencari penjelasan dari Nicole. Tapi wanita itu malah menghindar dan langsung masuk ke mobilnya dan pergi dengan cepat kembali ke rumahnya di pinggiran kota.


Managernya memang menyuruh Nicole untuk menghindar sementara waktu sampai menemukan solusinya.


"Sial!! Siapa yang berani menyerangku dan darimana mereka dapat foto itu? Apalagi itu sudah sangat lama, brengsek!!" Nicole membanting ponselnya setelah melihat komentar disana.


* * * * *


"Amazing, ini benar Nicole?"


"LOL apakah ini prank?"


"Nicole seperti ****** yang haus belaian."


"Tarifnya berapa ya sekarang? Dulu mungkin masih murah melihat keadaan lokasinya."


"Sekarang mungkin di hotel mewah dan tarifnya sudah tinggi."


"Aku tak percaya lagi pada dunia hiburan, mereka palsu."


.


.


.


999+


* * * * *


Nicole mengambil kembali ponselnya. "Untung tidak rusak." Dia menekan tombol memanggil tapi tidak ada yang menjawab. Dari Jose, Justin, Rey dan semua yang menjadi teman tidurnya tidak ada yang menjawab.


"Mereka semua kemana? Dasar tidak berguna!" Teriak Nicole histeris, asistennya yang ada di sana juga tidak berani buka suara dan hanya diam mematung sampai Nicole sendiri yang mengusirnya keluar dari kamarnya.


"Ini semua gara-gara si bodoh itu tanpa aba-aba malah menyebarkan video Richela. Pasti karena ini mereka tidak mau menjawab panggilanku." Gumam Nicole. Dia ingin sekali ke tempat Rey tapi manajernya sudah berpesan agar dia tidak boleh kemanapun.


Akhirnya Nicole terpaksa hanya ada di kamarnya dan untung saja rumah barunya ini belum di ketahui oleh publik.


Sama dengan Richela yang sampai malam belum dapat akses keluar, ponsel tidak ada dan tv tidak menyala. Dia hanya bisa marah-marah dan kesal pada 2 pengawal yang berjaga di pintu, serta 2 pelayan yang biasanya akan datang jam 6 pagi dan pulang jam 4 sore hari ini malah katanya akan menginap.


"Dasar El, awas saja kalau pulang nanti." Geram Richela yang selalu melihat ke arah jam, baginya waktu sangat-sangat berjalan lambat.


Jam menunjukan pukul 8 malam saat Neil masuk ke kamar mereka, Richela masih duduk di sofa dekat jendela dengan wajah yang sangat merah menahan amarahnya.


Bukk


Neil berhasil menangkap bantal sofa yang dilempar oleh Richela dan perlahan Neil mendekati kekasih hatinya yang sedang marah.


"Richi.. maaf, aku tau kau sangat kesal tapi ini demi kebaikanmu." Ucap Neil yang sudah duduk di sebelah Richela.


"Setidaknya beritau aku kenapa dan ada apa!" Kata Richela dengan nada suara meninggi, dia tetap tidak mau melihat Neil dan memilih melihat kearah sebaliknya.


"Baiklah, aku kembalikan ponselmu tapi tidak boleh keluar dari apartement sampai mereka semua di tangkap dan di adili." Richela yang mendengar itu langsung menoleh melihat ke Neil. Kini ponselnya sudah ditangan Neil dan dengan cepat Richela merebutnya.


"Aku tidak akan tidur disini, aku ke kamar sebelah." Richela meninggalkan Neil sendirian di kamarnya, Neil ingin protes tapi dia tau kalau Richela sedang marah dan membiarkannya saja.


Ting Ting Ting Ting Ting Ting


Denting ponsel Richela terus berbunyi tanda pesan masuk bahkan ada panggilan tak terjawab dari Cleo dan Marcy sampai puluhan kali. Richela mendengus kesal dan membaca satu per satu pesan itu.


Matanya membelalak sempurna saat membuka video yang di kirimkan Cleo, video dia dengan Neil malam itu.


'Jadi ini yang membuat Neil mengurungku...' Batin Richela lalu dia terus membaca pesan sampai ada foto dan video Nicole juga bahkan lebih vulgar dari miliknya dulu.


"Astaga! Nicole..." Richela tidak percaya pada apa yang dia lihat, pasalnya Nicole yang ada di sana adalah Nicole yang masih menjadi murid pelatihan bersama mereka dulu. Richela kenal betul wajah Nicole pada saat itu.


.


.


.