My Venus

My Venus
BAB 91



Robb tergopoh-gopoh memasuki gedung pemerintahan dan setelah berargumen lama dengan sekretaris perdana mentri dia akhirnya berhasil masuk setelah video live yang di hack oleh salah satu anggota Mahesh berhasil di tayangkan.


Penglihatan Neil telah di edit dan suaranya disamarkan untuk di tayangkan pada stasiun TV TVC yang sedang live acara musik saat ini. Seluruh masyakarak sangat mengecam tindakan memperjualbelikan manusia. Dengan alasan itulah Robb yang hanya detektif polisi biasa dapat menemui perdana mentri.


Hanya penjelasan singkat dan bukti nyata, Robb berhasil mendapatkan surat penangkapan atas semua orang yang terlibat langsung disana. Robb tidak punya pilihan karena komisaris polisi juga salah satu diantaranya.


"Tuan, segera keluar dari sana karena Robb dan banyak wartawan sedang dalam perjalanan."


begitu isi pesan James dan Neil dengan alasan ke toilet meninggalkan pesta lelang itu yang memang sudah usai dan hanya tinggal berbincang sambil minum.


Neil berhasil menuju parkiran dan James sudah disana menunggunya.


"Bagaimana yang lain, sudah di selamatkan?" Tanya Neil.


"Sudah Tuan, pengawal dan beberapa polisi langsung ke sana dan mereka sudah ditangkap. Hanya Nona Cerise yang tidak ada, meninggalkan pengusaha itu yang sudah babak belur." Jawab James dan Neil sudah tau bagaimana bringasnya bodyguard Cerise itu.


"Pastikan semuanya selesai James dan besok pekerjaan kita masih banyak." Ujar Neil dan James mengangguk patuh.


Neil baru saja masuk ke apartemennya dan disana sudah ramai. Ada Elios dan Bell, juga Richela yang menunggu Neil pulang.


"Jadi mereka semua tertangkap?" Tanya Richela yang berlari menghampiri Neil.


"Aku tidak tau, dan tidak mau tau lagi." Jawab Neil yang langsung memeluk Richela.


"Terima kasih El.. kau yang terbaik." Ucap Richela sambil mengelus punggung Neil, dia tau Neil sangat lelah.


"Tenang saja Neil, tim hukum kita sudah siap mendampingi artis yang ingin menuntut, kini masyarakat luas telah tau dan akan selesai." Ucap Elios menenangkan Neil. Mereka masih duduk bersama menyaksikan penangkapan dan penjelasan juru bicara polisi yang adalah asisten Robb selama ini.


"ini, aku telah tanda tangan." Richela menyerahkan sebuah map dan Neil mengambilnya dengan senyum cerah.


"Besok kita kecatatan sipil dan resmi menjadi suami istri, setelah pembersihan di perusahaan kita akan mengadakan resepsi mewah dan besar." Kata Neil dan Richela mengangguk.


"Kami juga, sebelum perut Bell membesar lagi." Sahut Elios.


"Apa? Bell hamil lagi?" Tanya Richela tak percaya dan suami istri itu hanya mengangguk.


"Astaga, baby EL saja belum genap 1 tahun, kalian tidak sabaran sekali." Gerutu Richela melirik pada Bell.


"Sebentar lagi setahun kok, seminggu lagi." Ujar Bell yang merasa sedikit malu.


"Sudah kita akan menyusul nanti. Atau.. mungkin sudah ada, kan aku mengeluarkan di dalam." Bisik Neil yang sontak membuat Richela menutup mulut Neil karena malu.


"Aku mau mandi dan tidur, kalian mau disini?" Tanya Neil pada Elios dan Bell.


"Kami kembali saja, kau istirahat yang baik karena besok pekerjaan kita masih menumpuk." Jawab Elios dan Neil menghela panjang karena besok masih harus membersihkan perusahaan.


\= = = = =


"Bagaimana dengan Nicole?" Tanya Richela yang pasti sudah ada di dalam pelukan hangat Neil yang mencoba untuk tidur.


"Kata James dia sembunyi di rumahnya. Aku pastikan dia akan di penjara kali ini. Semua bukti ada di ponselnya dan kita tinggal menagkapnya beserta ponsel itu." Jelas Neil, Richela tidak mau bertanya lagi karena dia tau Neil sangat lelah dan membiarkannya tidur.


.


.


.


Sebanyak 15 orang adalah direktur, manager dan kepala divisi. Mereka bukan hanya di pecat tetapi juga harus ganti rugi karena penyelewengan dana serta berurusan dengan pihak berwajib.


Sebanyak 9 orang baru juga di rekrut untuk menggantikan posisi penting yang kosong, selebihnya akan di pilih dari karyawan yang jujur dan bekerja keras.


Begitu juga yang terjadi di pemerintahan yang terlihat bobrok di mata masyarakat, seluruh perombakan terjadi dan stasiun TV milik Tierney Group TVC juga ikut andil dalam menguak hal tersebut. Namun Robb sebisa mungkin tidak memunculkan nama Neil, hanya menyebutkan informan yang membantu memang berasal dari Tierney Group.


Namun hal itu tidak serta merta di telan oleh masyarakat dan mereka tetap menganggap Tierney Group berjasa dan mungkin Elios Talis atau Elios Terney yang membantu, atau bisa jadi keduanya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Jadi kau di promosikan Robb?" Tanya Neil pada Robb yang sedang menikmati masa liburan singkatnya yang hanya 3 hari sebagai hadiah setelah sebulan penuh mengurus semuanya.


"Ya, tapi kutolak. Aku tidak suka duduk berdiam diri menunggu laporan, aku lebih suka berlari mengejar dan menyelidiki kasus." Jawab Robb.


Neil paham, karena sejak dulu Robb memang terkenal dengan gesitnya mengejar penjahat.


"Jadi minggu depan anda akan mengadakan resepsi pernikahan?" Tanya Robb dan Neil mengangguk.


"Bukan hanya dia, aku juga." Celetuk Elios.


"Hahah iya, kalian berdua, ini akan jadi pesta pernikahan terhebat." Tawa Robb terdengar karena dia sudah sedikit mabuk. Mereka memang sedang minum untuk merayakan kesuksesan menghukum para bajingan itu.


"Kau juga segeralah cari pendamping, jangan kejar penjahat terus." Saran James yang malah di balas tawa.


"Kau juga, memangnya sudah punya pasangan?" Tanya Robb sambil mencibirnya.


"Sudah, setelah pesta Tuan aku akan menikah juga. Kau kalah dariku Robb." Jawab James sedikit pamer dan Robb kembali mencibirnya.


Sepulangnya dari acara kecil-kecilan dengan Robb, Neil memang sudah sedikit mabuk dan bau alkohol tercium oleh Richela yang sudah resmi jadi istrinya sejak 3 minggu lalu.


"Ahhh bau.. jangan dekat-dekat El." Bentak Richela lalu mendorong Neil menjauh darinya saat suaminya itu ingin memeluknya.


"Aku rindu padamu sayang..." Ucap Neil karena kesibukannya dia belum sempat menyentuh Richela sejak menikah.


"Lihat ini." Neil menunjuk pada bagian bawahnya yang sudah mengembang di balik celananya. Richela melihat itu dan tertawa kecil.


"Mandi dulu baru boleh dekat-dekat, kalau tidak aku akan nginap di rumah kakak." Ancam Richela tak main-main karena dia sudah bersiap memakai mantelnya dan ingin keluar.


"Ok ok.. aku mandi dulu dan kau tunggu disini." Kata Neil lalu dengan cepat melangkah ke kamar mandi.


Richela menunggu dengan sabar dan sedikit gugup, mengingat mereka baru melakukannya 1 kali dan apakah ini akan sesakit waktu itu?


Hanya 15 menit, Neil sudah keluar dan tubuhnya yang berorot itu sungguh membuat Richela sendiri kepanasan dan ingin menyentuhnya. Padahal setiap malam juga dia tidur bersandar pada dada bidang itu.


"Kemarilah.." Panggil Richela dan menggoyangkan 1 jarinya dnegan nada sensual. Neil tentu saja semakin tidak sabar untuk memakan istrinya itu.


.


.


.