
Nicole masih latihan dengan keras, karena vocalnya masih belum sempurna dan tidak cocok dengan lagu yang dia dapatkan.
'Aku sudah berlatih keras tapi lagi ini sangat menyebalkan.' Ucapnya dalam hati tapi dia tetap berusaha agar penampilannya maksimal.
"Kau masih sama, aku kira sudah berubah. Kau tidak ingat latihan kita dulu?" Tanya Richela yang juga ada di ruang latihan itu sejak tadi.
Nicole hanya terdiam, dia tidak mau membalas perkataan Richela karena dia sedang kesal dan tidak mau emosinya tersulut.
Akhirnya Nicole duduk di sudut ruangan dan memejamkan matanya sambil mendengarkan lagu itu kembali.
'Ya, aku ingat... aku ingat semuanya.' Batin Nicole. Dia ingat apa yang diucapkan Cleo dan Avia dulu dan akan dia lakukan besok karena besok mereka akan tampil secara individu.
.
.
.
Hari Sabtu tiba lagi, tepatjam 7 malam 20 gadis cantik duduk menunggu panggilan. Tidak ada urutan giliran tapi akan di panggil secara acak sesuai nama yang ada di sebuah kertas pada tangan Jeff.
"Kita panggil peserta pertama, Meisie!" Terdengar teriakan penonton saat nama Meisie di sebut. Meisie bergegas naik ke panggung dan memulai pertunjukannya dengan baik dan sempurna. Para juri juga tersenyum melihat penampilannya.
Hampir 2 jam lamanya acara itu berlangsung dan semua peserta sudah menyelesaikan pertunjukan mereka. Penonton dan juri merasa puas karena seluruh peserta tampil dengan baik. Tidak ada yang memberikan penilaian jelek atau buruk, mereka semuanya hanya mendapat saran yang minim.
Sekarang saatnya penonton yang memilih, siapa yang akan bertahan di Be A Star.
\= = = = =
Nicole masih merenung, dia mengingat kembali penampilannya tadi dan cukup puas dengan komentar juri untuknya. Setidaknya dia bisa berharap mendapat posisi pertama kali ini.
'Aku sudah berusaha sangat keras, jika tidak mendapat peringkat 1 aku akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan orang yang ada diatasku.' Ucap Nicole dalam hati.
Dia merasa iri dan tidak terima dengan Amber, kalau Richela tentu dia juga tidak berharap banyak karena dia sendiri juga tau dengan kemampuannya masih kalah dibandingkan Richela. tapi Amber? Nicole sama sekali tidak terima berada dibawah gadis itu yang belum memiliki sesuatu yang pantas untuk mengalahkannya.
Malam berganti pagi, seperti biasa olahraga dan bersiap lalu sarapan. Selalu hal yang sama setiap hari namun tidak ada kata bosan bagi mereka.
"Wah.. menu sarapanmu berbeda hari ini." Celetuk Xena yang melihat Richela memakan 2 butir telur goreng dan sedikit nasi goreng, hanya sedikit.
"Iya.. aku sedang ingin makan nasi goreng dan telur." Jawab Richela sambil memakan sarapannya.
"Kau sedang datang bulan? Biasanya kalau datang bulan pasti ingin makan banyak atau ingin makanan tertentu." Tanya Xena dan Richela mengangguk.
"Haa... aku juga rasanya ingin makan pizza dan sepotong cake coklat yang manis." Ucap Richela lagi tapi tidak ada di menu sarapan.
"Hahahaha kau ini ngidam atau datang bulan?" Tanya Monica sambil tertawa.
"Ck.. tba-tiba saja, masa ngidam.. hamil saja belum." Decak Richela yang sudah selesai dengan sarapannya yang hanya menyisakan tehnya.
"Richela.. kamu kan sudah punya tunangan, apakah tunanganmu tidak menuntut untuk menikah? Atau kalian sudah putus?" Tanya Monica lagi dengan hari-hati, mereka memang hanya duduk bertiga, Richela, Monica dan Xena.
"Tidak, kami masih bersama dan dia tentu saja ingin menikah tapi dia akan menungguku menyelesaikan acara ini." Jawab Richela sambi tersenyum.
"Wah... tunanganmu baik sekali, aku malah putus dengan pacarku waktu aku bilang akan masuk Be A Star, dia tidak suka aku jadi artis." Lanjut Monica, terlihat sedikit sedih dari wajahnya.
"Berarti dia tidak mencintaimu, bagus kalian putus. Seharusnya dia mengerti impianmu dan membiarkanmu mengerjarnya." Sahut Richela.
"Tapi tidak semua orang sama Richela, tunanganmu yang terlalu baik." Balas Xena kemudian Richela mendelik kearahnya.
"Sepertinya kamu kenal tunangan Richela?" Tanya Monica dan Xena terlihat gugup karena keceplosan.
"Ah.. ti tidak, hanya mendengar cerita dari Richela saja beberapa kali dan aku merasa tunangannya itu baik." Kilah Xena dengan sedikit gugup.
"Ohh.. begitu.." Balas Monica dan Xena merasa lega, begitu juga dengan Richela.
Setelah selesai sarapan, seluruh anggota kembali ke kamar masing-masing, ada yang tidur, mengobrol, ada juga yang ke taman atau berenang. Meskipun mereka cemas akan hasil besok tapi gadis-gadis itu berusaha tenang dan menikmati keseharian mereka yang bisa jadi menjadi hari terakhir.
.
.
.
Hanya tinggal Amber, Nicole dan Richela yang belum di panggil. Seluruh penonton sudah tau jika mereka bertigalah yang akan maju."
"Richela!" Nama Richela yang lebih dulu di panggil yang berarti dia mendapatkan peringkat 3 dalam minggu ini.
"Amber!" Teriak Jeff dan tampak Nicole sangat bahagia, karena dia lah yang ada di peringkat pertama untuk kali pertama.
"Selamat untuk 15 peserta dan untuk 5 orang yang belum berhasil jangan bersedih karena perjalanan kalian tidak berhenti disini." Ucap Jeff sambil melihat tangis 5 peserta yang memeluk dan berpamitan pada peserta lainnya.
.
.
Beberapa minggu lagi terlewati dan kini hanya ada sisa 5 peserta, mereka adalah Amber yang masih di peringkat 1 sejak 2 minggu lalu, di ikuti oleh Nicole, Richela, Monica dan Jean. Xena sudah tersingkir saat posisi 6.
"Selama 3 minggu, kalian hanya akan menampilakan pertunjukan sesuai konsep yang diberikan. Minggu ke empat adalah final yang akan menentukan siapa pemenang dari B A Star jadi kami harap kalian dapat menampilkan sesuatu yang lebih baik lagi." Ucap Vernon yang kali ini di temani oleh Erica karena mereka akan berlatih bersama.
"Lagu Be A Star akan kalian nyanyikan bersama minggu depan, dance nya juga apakah sudah di hapal?" Tanya Erica.
"Sudah!" Teriak mereka berlima. Selanjutnya mereka berlatih bersama. Seperti biasanya Richela akan membimbing Monica yang memang sulit dalam hal menari tapi dia sudah lebih baik.
\= = = = =
"Aku melihatnya, Richela sangat baik membantu Monica."
"Richela sebenarnya tidak berubah, dia memang cantik dan baik sejak dulu."
"Aku harap tidak ada yang menyakitinya lagi. Cukup sudah!"
"Dari segi vocal, Monica yang terbaik dari mereka ber 5."
"Nicole berkembang tapi aku merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya."
"Amber sangat imut, dia bintangnya."
"Amber akan nomor 1."
"Apakah adil Amber nomor 1 karena imut dan para lelaki menyukai dia? Kasihan Monica dan Richela yang mempunyai bakat luar biasa."
"Jika mau nomor 1 harus imut? Meskipun Amber juga berbakat tapi masih banyak kekurangan, aku rasa dia cocok debut dalam group."
"Nicole pasti kesal karena dia dibawah Amber, karena dia sudah berusaha sangat keras. Aku bisa melihatnya."
"Kenapa Nicole kesal? Bagaimana dengan Richela, Monica dan Jean? Mereka tidak terlihat kesal dan malah menikmati acara."
"Aku yakin Amber nomor 1."
"Prediksiku, Amber akan nomor 1, Nicole 2, Richela 3, Monica dan Jean mungkin bersaing. Tapi yang aku harapkan, Richela 1, Monica 2, Nicole 3, Amber 4 dan Jean 5."
.
.
.
"Kamu baca apa Monica?" Tanya Richela karena Monica sudah setengah jam melihat ponselnya, bukan istirahat.
"Aku baca komentar di akun Be A Star, mereka membicarakan kita." Jawab Monica dan Richela hanya menggeleng pelan.
"Jangan di baca kalau membuatmu tidak nyaman. Istirahatlah." Balas Richela dan Monica patuh padanya.
"Aku tidak berharap dapat menjadi juara, aku menikmati proses ini, belajar, bermain, bertemu teman baru. Jika tidak juara tidak apa-apa karena pengalaman lebih dari segalanya." Ucap Monica lagi dari ranjang atasnya. Richela dan Nicole yang masih 1 kamar, hanya diam saja mungkin mereka sudah tidur.
.
.
.