
Sebulan berlalu sejak Neil memberikan bukti pada Robb, sekarang telah ramai dibicarakan bahwa Adele Maria Tierney telah ditanggap karena bukan Adele Maria Tierney yang sebenarnya. Dia adalah Maria Magdalena merupakan teman baik Adele Maria saat remaja dan membunuh Adele Maria karena iri. Adele Maria yang menjadi anak tiri dari keluarga Tierney, mendapatkan gelar nona muda keluarga kaya raya membuat temannya iri dan menggantikan posisinya.
Adele Maria yang sebenarnya adalah sosok gadis yang baik hati dan dermawan, dia tidak menjadi sombong setelah masuk ke keluarga terkaya saat itu. Malah Adele Maria selalu berkunjung di panti asuhan tempat Maria Magdalena tumbuh untuk memberi bantuan.
"Sungguh disayangkan, Adele Maria adalah gadis baik hati." Ujar Elios menatap pada makan Adele Maria yang telah mereka pindahkan ke makam keluarga Tierney. Bagaimana pun Adele Maria sudah menjadi bagian dari keluarga Tierney.
"Semoga kau tenang disana, Maria Magdalena sudah mendapatkan hukuman yang pantas, auntie Maria." Ucap Elios di depan nisan Adele Maria.
"Jadi adikku Maria yang selama ini bersamaku adalah orang lain.. aku sungguh bodoh tidak mengenalinya. Maafkan aku Maria." Tangis Rey begitu pilu medapati adiknya telah lama meninggal.
"Terima kasih Elios, kau telah mengembalikan adikku." Ucap Rey lalu berjabat tangan dan memeluk Elios.
"Aku senang uncle tidak terlibat atas kematian orang tuaku. Setidaknya masih ada keluargaku yang tersisa."
Rey tersenyum mendengar ucapan Elios.
"Aku tidak sanggup membunuh, aku ini sebenarnya pengecut bahkan mendekati tikus saja tidak berani." Jawab Rey sambil menggaruk kepalanya. Dan akhirnya mereka tertawa lucu bersama membayangkan Rey takut pada tikus. Rey juga berjanji akan bertobat dan mengurus perusahaan dengan baik dan meninggalkan bisnis ilegalnya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Di tempat lain,
VENUS masih berlatih keras karena album ke lima mereka sudah dirilis 2 hari yang lalu dan malam ini mereka akan show pertama setelah setahun lebih tidak bersama.
Sudah genap 1 tahun 2 bulan sejak Avia meninggalkan VENUS dan kini Monato kembali mempromosikan VENUS dengan 5 member.
"Cukup!" Teriak Cleo setelah selesai latihan. Cukup melelahkan karena sudah lama mereka tidak latihan menari sekeras ini.
"Hah.. aku akan selfie untuk pacarku." Ucap Bell yang sangat berkeringat.
{Photo sent}
[Bell] Aku sedang bekerja keras, dukung aku 🥰
[Bell Luv] Ohh kau sangat cantik jika berkeringat begitu, seksi 😘
[Bell] Jangan gombal, aku baru selesai latihan untuk album ke lima VENUS kau harus mendukungku.
[Bell Luv] Tentu, aku selalu mendukungmu
[Bell] Baiklah selamat malam, love you
[Bell Luv] bye sayang, love you too
"Hei. Pcaran ya?" Pekik Fei sambil menepuk pundak Bell.
"Hehehe jangan ganggu ih, sana cari pacar sendiri." Bell mendorong Fei dengan kesal.
"Kau membuat kami iri tau Bell." Celetuk Cleo dan Bell makin tertawa melihat mereka.
"Sekarang sudah boleh beritau siapa pacarmu?" Tanya Marcy yang sangat penasaran.
"Tidak boleh, dia orang sibuk dan aku tidak mau kalian iri padaku." Jawab Bell dengan wajah sombong yang dibuat-buat.
"Cih.. tidak ada yang iri padamu dasar!" Fei membalas mendorong Bell sampai gadis itu terduduk dan mengaduh kesakitan.
"Maaf Bell. aku tidak sengaja." Ujar Fei panik lalu Bell tertawa keras melihat wajah panik Fei.
"Aku duluan teman-teman." Ujar Nicole berpamitan pada mereka dan dibalas anggukan oleh mereka semua.
"Dia kenapa ya? Tidak mau bergabung dengan kita lagi?" Tanya Marcy merasa sedikit sedih.
"Biarkan saja, dia tidak selevel lagi dengan kita yang masih aktris baru." Ujar Bell yang sudah cuek saja perihal hubungannya dengan Nicole.
"Iya juga, kita saja baru didunia akting tapi Nicole selalu dapat pemeran utama." Kata Fei menyambung perkataan Bell.
"Loh, Nicole tidak ada lagi drama baru. Kemarin casting 4 drama saja 2 menjadi figuran dan 2 lagi tidak masuk." Ujar Cleo karena kini Cleo lah yang selalu di incar oleh sutradara karena aktingnya sebagai wanita tangguh dan jago beladiri sangat disukai.
"Cieee sekarang Cleo yang jadi aktris hebat." Goda Bell sambil mencubit pipi Cleo.
"Ih kamu ini, sendiri juga jadi aktris utama kan... " Balas Cleo gemas.
"Ya tapi kan drama remaja yang aku mainkan itu pemeran utamanya ada 7 orang jadi fokusnya bukan di aku saja." Jelas Bell yang tengah syuting yang hampir rampung tentang drama club detektif sekolah.
"Sudah.. ayo pulang, sudah malam." Ajak Marcy dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
.
.
.
"Apa aku buka lagi aplikasi itu? Ya, aku akan cari cara untuk tetap bertahan." Ucap Nicole lalu dia beranjak dari tempat tidurnya dan membuka laci lemarinya. Mengambil ponsel lamanya dan dengan ragu dia menghidupkan kembali ponsel itu.
1 detik
2 detik
.
.
.
menit ke 6 setelah dia membuka aplikasi itu.
Ting!!
[Strong21] Hai @Ncl_01 sudah lama tidak bergabung
[Ncl_01] Hai, aku kembali.
[Uncle_Jack] Wah dewi kita kembali, nona kecil sudah terkenal jadi sombong
[Ncl_01] Bukan sombong tapi tidak ada waktu senggang
[Strong21] Baiklah kami percaya, kami hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh.
.
.
.
[Justin] Mau bertemu?
Pesan pribadi masuk ke ponsel Nicole
[Nicole] Boleh, dimana?
[Justin] Tempat biasa, harga masih sama?
[Nicole] Tentu saja berbeda Justin, aku sudah bukan gadis remaja lagi
[Justin] Permainanmu berarti sudah pro?
[Nicole] Tentu saja, mau segera coba?
[Justin] Boleh, kapan?
[Nicole] Malam ini, besok dan seterusnya aku sibuk.
[Justin] Baiklah, datang lah ke tempat biasa.
Nicole mematikan ponsel itu lalu segera mengganti bajunya, sebelum itu dia sudah memakai pakaian dalam yang seksi dan menerawang.
20 menit, mobil Nicole sudah berada di 1 gedung stasiun tv besar. Dia memarkirkan di lantai 18 khusus untuk direktur saja dan melewati lift khusus sampai di sebuah ruangan. Disana sudah ada seorang pria yang sebenarnya sering berpapasan dengan dirinya namun mereka seolah tak saling mengenal.
"Hai cantik, aku sudah lama merindukanmu." Justin langsung mencium Nicole saat gadis itu masuk keruangannya, yang merupakan ruangan direktur stasiun Tv TVC.
"Berapa sekarang hargamu?" Tanya Justin, pria yang sudah 45 tahun itu terlihat sangat bergairah melihat Nicole.
"Berapa yang sanggup kau bayar?" Nicole balik bertanya. Justin langsung mengambil ponselnya dan mengirimkan uang ke rekening Nicole, rekening yang telah dia buka sejak masih remaja.
"Hem.. ok, aku akan melayanimu malam ini." Ucap Nicole lalu melancarkan aksinya dan saling bercumbu sampai beakhir di sofa ruangan itu dengan teriakan dan ******* bersahutan.
"Apa yang kau inginkan? Tidak mungkin hanya ini." Tanya Justin.
"Kau memang yang terbaik, aku hanya ingin menjadi yang paling terkenal dan apakah kau bisa membantu mendapatkan semuanya?" Tanya Nicole dan Justin terdiam sesaat.
"Jika mau jujur, kau masih jauh dibandingkan anggota VENUS yang lain. Tapi aku punya cara." Justin memberitahukan rahasia perusahaan yang cukup penting pada Nicole agar dirinya bersiap.
"Tapi kau harus menjalin relasi yang banyak, akan kuperkenalkan kau dengan temanku yang lainnya agar nanti dirimu sudah dikenal mereka." Saran Justin dan Nicole setuju.
"Baiklah.. kenalkan mereka padaku dan hargaku sudah semakin tinggi. Jadi jangan cari yang hanya kaya tapi sangat sangat kaya." Jawab Nicole yang sudah punya rencana sendiri.
.
.
.