
Meskipun sedikit terpaksa tapi disini lah Neil sekarang, dengan kemeja hitam 3 kancing terbuka, lengan panjang itu tergulung sampai siku dan sesekali menyesap wine yang dia pesan. Neil duduk sendirian dengan banyak mata melirik padanya.
"Itu kan Tuan Elios Tierney." Bisik salah satu pelanggan ke pelanggan lain dalam club Sun & Moon.
Ya, Neil sedang menikmati waktu santainya dan sesekali matanya melirik ke wanita yang lalu lalang dengan senyum tipis. Dia sukses berakting mirip pria brengseksesuai yang Richela ajarkan.
"Kau sudah bisa jadi aktor El." Itulah yang dikatakan Richela tadi pagi padanya.
Di sisi dinding lain 2 orang sedang melihat Neil dengan tatapan tak percaya.
"Itu benar Neil, dia tidak seperti dirinya. Kenapa dia disini dan bersikap seperti itu?" Tanya Jose entah pada siapa karena Reymond bahkan tidak pernah bertemu dengan Tuan Tierney yang asli itu.
"Mungkin ini dirinya yang sebenarnya, dia selama ini jaga image untuk mengelabui musuhnya yaitu orang yang mencelakai orang tuanya. Jangan cemas Jose, pria memang butuh pelampiasan." Kata Reymond menenangkan.
"Kita pantau saja, aku ingin lihat apakah dia memang ingin bersenang-senang." Ucap Jose yang masih memperhatikan bos besarnya itu.
Neil menyesap minumannya sesekali melirik seorang wanita 2 meja di depannya.
"Sepertinya dia suka dengan wanita disana, yang baju hijau." Tunjuk Reymond dan Jose mengiyakan. Tak lama Neil terlihat turun dari kursinya dan berjalan ke arah salah satu pengawal dan berbisik. Beberapa detik Neil sudah keluar dari sana.
Reymond segera menghubungi pengawal itu dan bertanya.
"Tuan Neil ingin pengawal itu membawa gadis baju hijau ke mobilnya dan rahasiakan." Lapor Rey pada Jose yang membuat pria itu tersenyum.
"Ternyata dia memang sama seperti kita." Sahut Jose lalu tertawa, dia akan mendapat banyak bonus jika berhasil menggaet Neil masuk menjadi pelanggannya.
"Naiklah keatasku." Perintah Neil pada wanita berbaju hijau yang sudah ada di dalam mobil Neil. Wanita itu menurut dan mereka terlihat seperti sedang bercumbu di dalam mobil. Setelah beberapa menit, Neil menjalankan mobilnya dan menuju salah satu hotel mewah miliknya.
Neil masih memperhatikan sebuah mobil yang mengikuti dirinya sampai dia masuk ke parkiran hotel. Neil merangkul pinggang wanita itu dengan mesra dan masuk ke lift khusus hingga orang yang mengikutinya tidak dapat melihatnya lagi.
"Mereka masuk ke lift khusus bos." Lapor orang itu.
Di dalam lift, Neil melepaskan tangannya dari pinggang wanita itu dan mereka hanya menunggu lift sampai ke lantai teratas hotel itu yang adalah kamar miliknya dan Elios.
Ting
Pintu lift terbuka, "Bagaimana Tuan?" Tanya James yang sudah menunggunya.
"Bagus, besok malam siapkan lagi dengan postur tubuh mirip dia." Jawab Neil sekaligus memberi perintah.
"Baik Tuan." Jawab James.
"Ke kamar 1 lantai dibawah, jangan keluar sampai kami memanggilmu, Reina." Perintah James pada salah satu anggotanya yang bertugas malam ini. Tentu mereka mencari anggota wanita yang cantik dan seksi untuk mengelabui Jose dan Rey.
"Siap bos." Jawab wanita berbaju hijau bernama Reina itu.
"Richi kemana?" Tanya Neil pada James.
"Nona masih syuting dan akan selesai jam 4 dini hari nanti Tuan." Jawab James dan Neil hanya menghela lemah.
"Aku mau tidur James, besok jam 10 pagi kita keluar, siapkan pakaian bagus untuk Reina agar mereka percaya, dia akan keluar pagi-pagi sekali sebelum kita."
\= = = = =
"My Venus, sayangku, baby.." Panggil Neil setelah Richela mengangkat panggilan teleponnya.
"Aku sedang syuting El.. nanti aku hubungi ya. Bye." Richela langsung menutupnya dan Neil hanya mendengus kasar. Dia pulang jam 4 dini hari, sekarang jam 8 pagi masih pergi syuting?"
"Bos, Tuan Neil sudah keluar dan wanita tadi malam sudah keluar jam 7 tadi pagi." Lapor orang yang mengikutinya tadi malam.
Neil dengan santai masuk ke dalam mobilnya dan menyetir sendiri. Dia menuju ke perusahaan untuk menemani Elios meeting penting.
Setelah selesai dengan pekerjaannya Neil duduk sendirian di dalam kantornya yang baru sebagai pemilik perusahaan dan yang mengisi tempat sebelumnya belum ada sehingga Elios tampak lewalahan dengan pekerjaannya.
Masih sore, tapi Neil memutuskan untuk pergi dari kantor dan menjalankan aksinya lagi untuk ke bar karena club akan buka jam 7 malam.
Neil memesan bir dan beberapa jenis cemilan sambil menunggu club dibuka, baru duduk 20 menit Jose menghampiri.
"Tuan Neil, anda sendirian?" Tanya Jose yang berdiri dengan postur sopan di sebelah Neil. Jose segera keluar dari perusahaan karena memang sudah jam pulang kantor.
"Kau Jose, duduklah." Jawab Neil dan Jose dengan patuh duduk didepannya.
"Anda terlihat sedikit stress." Ujar Jose dengan hati-hati.
"Ya, aku merasa kesepian selama ini. Setelah mengumumkan diriku yang sebenarnya malah semakin kesepian." Ujar Neil dengan raut wajah dibuat sesedih mungkin.
"Tapi sepertinya anda baru bersenang-senang tadi malam." Balas Jose sambil tersenyum penuh arti pada Neil yang mengerutkan keningnya.
"Aku tau Tuan, sesama pria pasti saling mengerti kebutuhan kita. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jose akhirnya.
'Kena kau Jose.. baiklah aku ikuti permainan ini.' Ucap Neil dalam hati.
"Maksudmu?" Tanya Neil pura-pura tidak mengerti.
"Anda suka bermain dengan wanita seperti ini?" Tanya Jose lalu memberikan selembar foto Neil dengan wanita berjau hijau.
"Kau..." Geram Neil pura-pura marah.
"Tenang Tuan, wanita seperti apapun akan takhluk pada anda, percayalah. kesepian anda akan berakhir." Ujar Jose lagi lalu menyelipkan sebuah kartu di saku Neil lalu berbisik, "Jam 9 malam lantai 3 ruang VIP 4."
Jose berlalu pergi meninggalkan Neil yang tersenyum tipis dan mengeluarkan kartu itu. Kartu hitam dengan tinta emas bertuliskan S&M VIP Card.
"Heh.. VIP, levelku jauh diatas ini." Neil langsung mengejar Jose yang masih ada di depan pintu menunggu mobilnya yang di valley.
"Levelku hanya VIP?" Neil mengembalikan kartu itu dan Jose sedikit terkejut.
"EH? Tu Tuan Neil..." Panggil Jose tapi Neil sudah teranjur masuk ke mobilnya karena Jose tidak berhasil mengejarnya.
"Heehh... bodoh, dia itu bukan sembarang orang. Lain kali aku yang akan mendekatinya." Ujar Rey sambil menepuk pundak Jose.
Jose hanya pasrah kalau Rey berhasil, berarti bonusnya akan jatuh kepada Rey yang berhasil membuat Tuan Tierney itu masuk ke club. Sungguh Jose merutuki dirinya sendiri, padahal dia bisa memberikan kartu VVIP tadi pada Neil.
"Aku terlalu berhati-hati, karena dia bukan orang yang mudah." Kata Jose membela dirinya agar tidak merasa kalah dengan Rey yang tergolong masih sangat muda di bandingkan dirinya.
"Ya sudah, jika dia masuk club ini akan semakin besar dan agency juga butuh modal lebih, jadi apapun yang terjadi aku harus bisa membuatnya menggelontorkan uang banyak disini."
Jose hanya menggeleng mendengar Rey yang sangat hebat menurutnya, "Baiklah, aku serahkan dia padamu."