My Venus

My Venus
BAB 43



Gedung Utama Tierney Group


Morris dan Elios melangkah dengan gagah memasuki sebuah ruangan yang telah dipenuhi oleh petinggi perusahaan itu. Semua tau siapa Morris dan mereka bingung melihat pemuda tampan disebelahnya.


"Selamat pagi Tuan Rey dan Nona Maria." Sapa Morris dengan senyum ramahnya.


"Elios, sapa lah uncle Rey dan auntie Maria. Mereka keluargamu." Ucap Morris yang berhasil membuat Rey dan Maria terlonjak kaget. Melihat Morris saja sudah membuat mereka terkejut dan hampir berteriak dan apalagi ini?


Rey dan Maria memang tau kalau Morris masih hidup karena selama ini semua saham dan perusahaan di handle oleh Morris selagi mereka mencari Elios yang hilang saat kecelakaan itu karena sisa jenazah yang hangus terbakar hanya ada orang tuanya. Tentu mereka juga mencurigai Morris, tapi mereka tidak menemukan apapun tentang Morris selama ini.


"Yang benar dia Elios, apa kau tidak menipu kita Morris?" Tanya Rey sambil menyunggingkan senyum liciknya.


"Oh keponakan ku.. kau sangat tampan mirip daddy mu." Ucap Maria sambil tersenyum palsu.


"Selamat pagi uncle, auntie. Senang bertemu kalian." Sapa Elios lalu langsung duduk di kursi kebesaran yang hanya boleh di duduki oleh pewaris utama Tierney.


"Jangan berani kau duduk disana!" Bentak Rey menggelegar.


"Apa masalahnya Rey? Itu memang tempatnya Elios selaku pewaris utama dan saham terbanyak, bahkan mutlak 70% Tierney Group atas namanya." Ucap Morris dengan santai dan Elios tetap duduk di tempatnya sambil bersandai santai melihat bergantian pada Rey dan Maria yang terlihat marah.


"Apa buktinya dia adalah Elios Tierney?" Tanya Rey yang berusaha menekan emosinya.


"Silakan anda-anda lihat sendiri." Morris menyuruh pengawalnya untuk membagikan bukti tes DNA dan pengesahan dari pengacara dan badan hukumnya bahwa tes DNA itu asli.


Rey meremas kertas yang baru saja dia baca dengan emosi, begitu juga dengan Maria tapi mereka tetap berusaha tenang.


Maria tersenyum dengan manis, seakan raut wajah mengerikannya tadi tidak pernah ada.


"Baiklah, jadi dia akan mengambil alih semuanya sekarang?" Tanya Maria kemudian menatap ke arah Elios lalu tersenyum dengan sangat manis.


"Benar, dan silakan yang lainnya bisa serahkan semuanya pada Elios. Saya hanya akan memantaunya jadi silakan keluar." Perintah Morris pada seluruh yang ada disana.


"Oh iya, Rey.. kau bisa kembalikan kepemilikan perusahaan yang kau ambil 3 tahun lalu karena pemiliknya telah kembali. Maria kau bisa kembalikan dana yang telah kau pinjam, itu jumlah yang sangat besar." Lanjut Morris. Mereka berdua sungguh ingin mencekik pria tua ini yang belum mau pensiun dari dunia ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Langkah pertama yang diambil Elios dan Morris adalah penempatan Neil di dalam perusahaan yang tidak terlalu menonjol tetapi selalu dekat dengan Elios, tidak bisa membuat keputusan tapi selalu bisa memberikan saran.


"Kau mau menggunakan sekretaris yang baru atau yang ada saja Elios?" Tanya Morris, tentu saja dia tau kalau Rey dan Maria akan menaruh mata-mata di sekitar Elios.


"Franda, ke ruanganku segera." Panggil Elios melalui intercom. Hanya 2 menit Franda sudah mengetuk pintu 2 kali dan masuk keruangan kerja Elios.


"Buka perekrutan untuk asisten pribadi. Dan cari seseorang untuk mendekor ulang ruangan ini." Perintah pertama Elios dihari pertamanya masuk ke perusahaan. Bukan tanpa sebab dia mau mendekor ulang, dia tidak mau ada orang yang menyelipkan penyadap dimana  pun.


.


.


.


Di apartemen Neil dan Richela sedang duduk bersama menonton televisi, drama sore hari yang cukup menghibur bagi keduanya. Saling merangkul, kadang tertawa bersama, ciuman, pelukan semua mereka lakukan untuk mengisi hari libur.


"Kau tidak mau kuliah?" Tanya Neil pada Richela yang masih asik menonton.


"Hmm.." Richela hanya menggeleng. "Aku mau masuk dunia hiburan, lagi pula kau kan sudah kaya jadi nanti aku mau menghamburkan uangmu saja." Jawabnya.


"Benar, setelah kita menikah jadilah istri yang baik dan memasak untukku, aku suka masakanmu." Ucap Neil lalu mengecup pipi cantik Richela dengan gemas.


"Iya, meskipun sudah jadi artis hebat, aku akan menjadi istri yang baik." Sahutnya santai.


"Jadi kapan mulai masuk untuk latihan?" Tanya Neil lagi dan kini dia mengangkat Richela dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Besok, setiap hari 12 jam dibuka untuk kami, tapi jadwal belum diketahui." Jawab Richela dan Neil menatapnya intens.


"Aku masih tidak rela, waktumu akan habis untuk latihan, kalau berhasil jadi artis nanti lebih tidak ada waktu lagi." Ujar Neil sambil memeluk erat pada pinggang Richela.


"Sabar ya.. kalian juga pasti tidak punya waktu kan? Sama saja, jadi kita gapai dulu tujuan kita masing-masing, ok?"


Neil mengangguk pasrah, setelah ini mereka akan menjadi orang asing jika berada di luar, apartemen mewah ini hanya akan ditinggali oleh Richela sendirian. Di lantai 27 ini hanya ada 2 apartemen dan keduanya adalah milik Neil.


-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-


Neil bersama 7 orang lainnya sedang melakukan interview untuk menjadi asisten pribadi Elios, di usianya sekarang dia sudah menyelesaikan S2 nya tentu dengan nama samaran yang telah dibuat oleh Morris, Neil Thomson, 24 tahun.


Sangat mudah menyingkirkan semua pelamar yang ada karena memang Neil sangat cerdas dalam hal akademik maupun hal lainnya. Setelah menjalani serangkaian test Neil akhirnya terpilih menjadi asisten Elios hingga sekarang.


Mereka bersama memulai rencana untuk mencari tau siapa dalang dari kecelakaan orang tua Neil. Rey dan Maria kebetulan berada di luar negri dan kembali saat pemakaman. Lalu ada 2 perusahaan yang tiba-tiba pailit. Masih bisa dipertahankan tapi Rey malah mempailitkan dan tidak mau membantu. Sedangkan Maria tiba-tiba merenovasi besar-besaran rumah mewahnya menjadi lebih besar dan mewah lagi selang seminggu pemakaman orang tua Neil.