My Venus

My Venus
BAB 71



Konsep akan di bagikan, Amber, Nicole, Richela, Monica dan Jean sudah berdiri di tengah ruang latihan. Shane yang akan membagikan konsep yang akan mereka pentaskan minggu ini yang hanya tinggal 4 hari.


"Nicole, kira-kira konsep apa yang akan kamu ambil?" Tanya Shane dan terlihat Nicole perpikir sambil melihat ke 5 kertas yang tertempel pada sisi kanan mereka.


"Aku tertarik dengan modern dance." Jawab Nicole.


"Kalau Monica?" Tanya Shane yang melihat ke arah Monica.


"Aku pasti ballad." Jawabnya pasti.


"Richela?" Tanya Shane lagi.


"Apa saja, aku suka semuanya." Jawab Richela sambil tersenyum tipis.


"Bagus, Jean?" Shane menoleh ke Jean.


"Aku ingin coba ballad tapi mungkin Rap juga bagus." Jawab Jean terlihat ragu antara keduanya.


"Amber?" Terlihat Amber menggigit bibir bawahnya karena ragu.


"Modern dance atau ballad." Jawabnya.


"Jadi tidak ada yang memilih traditional dance?" Tanya Shane pada ke 5 gadis di depannya yang tampak sangat takut melihat kertas bertuliskan Traditional Dance.


"Baiklah, Richela.. kau bilang apa saja kan?" Tanya Shane memastikan dan Richela mengangguk meskipun dia sangat tegang dan takut saat ini.


"Kita undi saja, seperti biasa." Ucap Shane akhirnya yang membuat mereka ber 5 kompak menghela nafas lega.


Bergantian mereka mengambil undian, gulungan kertas itu dibuka dan membacakan apa yang mereka dapatkan.


"Modern dance." Kata Nicole sambil melompat senang.


"Aku ballad." Ucap Jean, lalu Monica menoleh padanya dengan wajah khawatir.


"Aku modern dance dan rap." Ucap Richela dan dia benar-benar mati kutu karena rap adalah kelemahannya.


"Aku BALLAD!" Teriak Monica senang.


"Aku... Modern dance?" Kata Amber tidak percaya karena tidak ada yang mendapatkan hal menakutkan itu.


"Baiklah, kita lihat apa yang ada disini." Shane mendekati tulisan Traditional Dane dan menarik kertas itu, terlihatlah konsep sebenarnya.


"Oh Tidak!!" Teriak Jean dan yang lainnya terlihat pasrah.


"Kalian semua yang akan menarikan Traditional China Dance, tapi hanya 1 yang akan menjadi center. Silakan latihan sendiri dengan pilihan lagu kalian dan berlatihlah. Besok akan kami nilai. Untuk Traditional dance akan di tampilkan 2 minggu lagi dan menjadi final acara ini." Jelas Shane dan mereka mengangguk lemah tak bersemangat.


"Semangat! Kalian pasti bisa." Teriak Shane sebelum keluar dari pintu latihan.


.


.


.


Dua hari berlalu dan ke lima peserta sedang berlatih di ruangan berbeda dengan coach yang berbeda pula. Richela sedang di dampingi oleh Norah, Monica dengan Shane, Nicole dengan Erica, Jean dengan Delano dan Amber dengan Vernon.


Mereka berlatih dan terus berlatih karena ini adalah kesempatan terakhir menuju final, mereka sedang memperebutkan juara 1 agar dapat menjadi bintang yang sesungguhnya, apalagi hadiah yang membuat mereka tergiur.


Kontrak eksklusif dengan T's Ent sudah ada ditangan sejak mereka masuk 5 besar, lalu hadiah uang yang sangat besar, album baru dengan promosi gila-gilaan dan tentu saja mereka otomatis menjadi salah satu yang menempati urutan atas di dunia hiburan.


"Besok kalian boleh pulang ke rumah masing-masing dan hari sabtu siang jam 1 harus sudah berada di studio 1 TVB." ucap Valeria dan mereka tersenyum senang.


"Wuuaahhh aku rindu sekali dengan ibuku." Ucap Monica yang sedang mempersiapkan barangnya ke dalam ransel mungil untuk dibawa ke rumah besok pagi. Begitu juga dengan yang lain.


"Aku akan ke rumah temanku saja, orang tuaku sedang ke luar negri." Kata Amber lalu dia bersiap tidur.


Sementara Nicole masih asik dengan ponselnya dan dia memejamkan matanya sambil mengeratkan kepalan tangannya karena marah.


"Aku tidak bisa membantu banyak, dukungan untuk Amber sangat besar dan carilah cara lain untuk menjatuhkannya, aku akan bantu."


Begitu pesan yang dibaca oleh Nicole dari Justin, dia sudah sangat kesal dan tidak ingin menjadi yang kedua lagi. Kali ini dia pastikan Amber harus keluar.


"Bagaimana pun caranya, bawa Amber ke Sun&Moon lalu sebar fotonya." Begitu pesan terkirim ke Justin lalu dia kembali mematikan ponselnya dan berusaha tirdur.


*** *** ***


"Iya dong, sudah 3 bulan loh." Balas Bell sambil memberikan Elenio pada Richela.


"My Venus.. kenapa pulang malah kesini dulu? Kenapa tidak menemuiku?" Tanya Neil menunjukkan protesnya.


"Aku rindu baby El.." Jawab Richela yang masih mencium pipi gembul Elenio hingga bayi 3 bulan itu tersenyum senang.


"Tidak rindu aku?" Tanya Neil dan membuat Bell otomatis tertawa.


"Iya rindu juga tapi kan baby El lebih lucu aku jadi ingin cium terus." Jawab Richela lagi sampai Neil mendengus kesal pada bayi lugu tak berdosa itu.


Neil yang kesal langsung merebut Elenio lalu di kembalikan pada Bell, tangan Richela di tarik dan keluar dari kamar Elenio menuju pintu keluar apartemen. Neil membawa Richela ke lantai atas tempat apartemen mereka berada.


"Huh.. masa cemburu pada bayi sih El.." Cetus Richela yang sebenarnya paham kalau Neil sedang cemburu sejak tadi.


"Aku akan memberikanmu bayi yang lebih lucu jadi ayo kita ke kamar." Neil langsung menggendong Richela masuk kekamar dan membaringkan gadis itu dan menindihnya.


"Ck.. jangan dulu, nanti kita menikah baru buat bayi." Tolak Richela dan menahan Neil untuk membuka bawahannya.


"Baiklah, cium saja ya? Aku rindu padamu." Neil langsung mencium Richela tanpa ampun. Mereka melewati 1 hari ini dengan hanya saling mencium, berpelukan dan tentu saja tangan nakal Neil selalu bermain di area empuk dan menyenangkan.


.


.


.


Di Sun & Moon pagi tadi,


Nicole masuk ke salah satu ruangan VIP yang sangat rahasia. justin dan Jose sudah ada disana untuk membicarakan tentang bagaimana cara menjebak Amber agar datang ke tempat ini.


"Bisa, Rey adalah teman dari salah satu teman Amber. Mereka akan membawanya pas makan siang di Bar." Ucap Jose sambil tangannya bermain di paha Nicole yang memang duduk di sebelahnya.


"Ck... tanganmu Jose!" Bentak Justin tidak terima melihat Nicole di gerayangi oleh Jose.


"Nicole akan bersamaku malam ini, aku sudah menyiapkan gadis lain untukmu. Masih polos karena baru datang 2 hari lalu tapi kau bukan yang pertama." Kata Jose dan akhirnya Justin tersenyum. Jose menjentikkan jarinya dan pelayan disana mengangguk.


Pelayan itu keluar dan 3 menit kemudian sudah masuk kembali membawa seorang gadis mungil tetapi sangat cantik.


"Kau layani direktur kita malam ini." Perintah Jose dan tampak gadis itu masih tertunduk malu-malu, Nicole hanya tersenyum karena gadis itu sedikit melirik padanya, mungkin terkejut.


"Siapa namamu manis?" Tanya Justin sambil menarik gadis itu duduk di pangkuannya, Justin mengamati wajah gadis ini yang terlihat sangat manis.


"Nana." Jawabnya dengan suara pelan.


"Nana.. asalmu dari mana?" Tanya Justin lagi lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu.


"Aku dari Korea." Jawabnya lagi, dia mendorong pelan kepala Justin karena merasa geli.


"Jadi ini kali keberapa melayani VIP?" Tanya Justin yang lagi lagi mencium leher Nana.


"Ini yang kedua." Jawabnya dan Justin tersenyum, dia seakan mendapatkan jackpot, Nana yang masih polos dan pastinya sempit.


BRAKK


Pintu di buka dengan keras, terlihat sosok pria dengan wajah marah lalu menarik Nana menjauh dari Justin.


"Tu tuan.. Ada apa?" Tanya Justin yang tau siapa yang ada di hadapannya.


"Nana milikku dan ini, aku beli dia. Kalau tidak cukup minta pada asisteku." Pria itu melemparkan selembar cek dengan harga fantastis.


"Baik Tuan, silakan bawa Nana, aku belum menyentuhnya." Jawab Justin merasa ketakutan karena pria itu adalah pelanggan VIP yang paling banyak menggelontorkan uang.


"Huh... " Justin lega, untung saja dia belum menyentuh Nana.


"Hahahahha... ya sudah nanti aku bawakan lagi yang belum pernah melayani pelanggan." Tawa Jose menggelegar melihat wajah kusut Justin.


.


.


.