My Venus

My Venus
BAB 76



Dengan percaya diri Nicole turun dari mobilnya dan menuju red carpet dan berjalan sambil menikmati sorotan dan blitz kamera yang diarahkan padanya. Pesta perusahaan Tierney sudah seperti pesta penghargaan karena bertabur bintang juga pesohor negeri ini.


Kamera tiba-tiba berpindah menyoroti seseorang yang baru saja datang, Elios Tierney turun dari mobil mewahnya dan kemudian diikuti oleh Richela yang juga turun dari mobil itu membuat semua orang bertanya-tanya, apa hubungan mereka?


Nicole menggeram melihat Richela dan Elios saling bergandengan tangan terlihat mesra. Banyak pertanyaan wartawan terlontar tapi Richela hanya tersenyum dan Elios dengan wajah datarnya.


.


.


Perayaan kali ini berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya wartawan hanya bisa berada di area luar aula gedung, kali ini para wartawan di persilakan masuk ke dalam, ada area khusus untuk wartawan di samping panggung sebelah kiri dan jajaran direksi dan pemegang saham di sebelah kanan.


Para wartawan juga sudah diberi informasi kalau hari ini akan ada pengumuman penting perihal siapa saja jajaran petinggi dari Tierney Group.


Semua ornag berbaur kecuali wartawan yang hanya boleh berada di sekitar area mereka untuk melindungi privacy tamu lainnya dengan kamera yang dimatikan sebelum waktunya tiba.


"Hai Bell, lama tak bertemu." Sapa Nicole ada Bell yang sedang berbincang dengan Richela.


"Halo Nicole, kau terlihat berbeda." Balas Bell sambil melirik Nicole dari bawah hingga atas. Nicole menggunakan dress mewah rancangan salah satu designer ternama yang sangat mahal.


"Terima kasih." Ucap Nicole.


"Tapi.. kenapa kau ada disini Bell, bukankah kau masih di Monato?" Tanya Nicole yang Bell sudah tau kemana arah pembicaraan ini.


"Ada yang mengundangku dan aku tamu peting disini." Jawab Bell dengan nada sombong.


"Apakah suamimu salah satu yang disana?" Tunjuk Nicole pada kumpulan pria paruh baya yang merupakan pemilik perusahaan yang tergabung dalam Tierney Group.


"Mau tau?" Tanya Bell lagi dan Nicole mengangguk.


"Rahasia. Nanti kau juga tau. Bye..! Silakan nikmati pestanya." Lanjut Bell lalu pergi dari hadapan Nicole yang sedikit kesal dengan Bell.


Bell berjalan ke sebuah ruangan di balik panggung yang dijaga ketat sebab baby El ada di ruangan itu. Tak lama Elios masuk dan memeluk Bell dari samping.


"Kenapa?" Tanya Elios yang melihat perubahan raut wajah Bell yang menjadi kesal.


"Jangan ganggu kak, Bell lagi kesal dengan Nicole." Richela yang menjawab dan dia mengambil baby El dari pangkuan Bell agar suami istri itu bisa berbicara.


"Nicole masih menyukaimu sepertinya." Celetuk Bell dan Elios langsung tertawa.


"Biarkan saja, kan aku sukanya dan cintanya sama Abella." Jawab Elios dengan masih tertawa.


"Masa dia bilang salah satu dari reken bisnis mu yang tua itu adalah suamiku. Dia pasti menyesal jika tau Elios yang jadi suamiku." Lanjut Bell dengan kekesalannya yang telah memuncak.


"Tenang saja baby Bell, mommy baby El.. sebentar lagi dunia akan tau kalau aku suami dari Bell yang sangat imut ini." Ujar Elios lalu mengecup bibir Bell yang masih manyun.


"Sudah kak, cepat keluar. Mereka sudah memanggilmu." Tegur Richela lalu mengembalikan baby El pada Bell.


"Ah iya.. aku kedepan dulu ok? Tersenyum karena bagaimanapun kamu yang menang." Bell jadi tersenyum mendengar ucapan Elios.


"Kita sambut direktur dari Tierney Group, Tuan Elios Talis." Panggil MC membuat orang-orang bingung dengan nama Elios Talis saat Elios naik ke panggung, yang mereka kenal sebagai Elios Tierney.


"Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Elios Talis. Saya di percaya dan di tunjuk langsung oleh Tuan Elios Tierney untuk menggantikan posisinya selama ini sampai kebenaran terungkap tentang siapa dalang dari pembunuhan terencana pada kedua orang tuanya dan semuanya telah terungkap setahun yang lalu. Kini saya berdiri disini akan mengembalikan segalanya kembali kepada Tuan Elios Tierney. Mari kita sambut Tuan Elios Neil Tierney."


Semua mata tertuju pada sesorang yang baru naik, mereka sungguh tak percaya.


"Itu Neil, asisten Tuan Elios, jadi selama ini..."


Terdengar gemuruh suara karena komentar saling bersahutan. Nicole juga tampak terkejut di tempatnya berdiri, dia masih menatap tak percaya pada Elios.


"Ternyata kau bukan Elios Tierney. Tidak apa, berarti kau lebih mudah untuk kugapai Elios." Gumam Nicole langsung tersenyum memandang ke arah Elios.


"Selamat malam, saya Elios Neil Tierney yang selama ini dikenal sebagai asisten Neil. Terima kasih, tetapi untuk penjelasannya secara singkat sudah di sampaikan oleh Elios, jadi untuk lengkapnya sudah ada pengacara Tierney Group yang akan menjelaskan di aula sebelah. Semoga kalian paham atas keputusan yang saya ambil selama ini."


Jelas Neil lalu para wartawan sudah menjejal dengan pertanyaan mereka yang tidak akan di jawab oleh Neil.


"Apakah kalian percaya?" Tanya salah satu direktur perusahaan disana.


"Aku percaya, mata biru itu milik Ronan." Jawab salah seorang disana yang sudah paruh baya.


"Ah iya kau sudah kenal dengan Tuan Ronan sebelum kami bergabung." Sahut yang lainnya.


"Tuan Elios, jadi apakah anda masih akan menjabat?" Tanya salah satu wartawan disana setelah suasana kembali tenang.


"Elios tetap akan mengemban tanggung jawan sebagai direktur. Saya hanya mengawasi." Jawab Neil.


"Apakah ada rahasia lainnya yang ingin Tuan uangkapkan?" Tanya wartawan itu lagi sambil melihat kearah Elios dan Neil bergantian.


"Tentu saja, ada hal lain yang perlu kalian tau." Jawan Elios membuat para wartawan tak sabar ingin mendengarnya.


"Saya ingin perkenalkan istri saya, kami telah menikah setahun lalu dan masih dirahasiakan. Kesempatan saya ingin mengenalkan dirinya pada seluruh dunia." Ucap Elios lalu keluarlah seorang wanita cantik dari belakang panggung.


"Ini istri saya, Abella Kennard yang kalian kenal sebagai Bell." Lanjut Elios yang langsung diberi tepuk tangan meriah oleh para tamu. Elios lalu mengcup pipi Bell di hadapan semua orang.


"Wah.. Tuan, jika Nona Bell adalah istri anda, apa hubungan anda dengan Nona Richela Avia?" Tanya wartawan lain yang masih penasaran.


"Richela Avia adalah adik saya, nama lengkapnya adalah Richela Avia Talis. Adik kandung saya." Jawab Elios dan semua mata tertuju pada Richela yang sedang berada di antara para tamu. Dia tersenyum canggung dan merasa malu serta marah pada Elios dan mendelik tajam ke arah kakaknya itu. Tidak ada pembicaraan sebelumnya kalau dia akan di perkenalkan juga.


Richela langsung menatap tajam Neil yang ada di atas panggung juga, dengan matanya dia memberi peringatan pada Neil untuk tidak mengunggapkan hubungan mereka.


.


.


.