My Venus

My Venus
BAB 61



"Ahhh akhirnya dapat berbaring." ucap Richela yang sudah naik ke ranjang atasnya.


"Lelah juga ya.. aku tak menyangka akan selelah ini." Keluh Jenny yang sedang memakai sheet mask nya.


"Ya, ini belum seberapa nona-nona. Ini hanya 10 persen dari apa yang pernah aku lakukan." Sahut Richela yang akhirnya memeluk bantal kucingnya, lalu bermain ponsel karena telah dikembalikan dan besok pagi akan diberikan kembali ke panitia.


[My Deeer] Bagaimana baby? Kau senang sekali sewaktu di panggung.


[Richela] Ya sayang, aku seperti terlahir kembali, enerji ku kembali.


[My Deeer] Baguslah, apakah kau memang tidak berniat untuk menang?


[Richela] Tidak, aku hanya ingin orang-orang tau bagaimana aku yang sebenarnya dan melakukan yang terbaik dengan menjadi diri sendiri, jika menang itu adalah bonus.


[My Deeer] OK, aku akan selalu mendukungmu, istirahat ya dan i love you.


[Richela] Love you El..


Setelah saling mengirim pesan dengan Neil, pesan itu langsung dihapus seperti biasa agar tidak ada yang tau. Richela sudah sangat berhati-hati saat ini bahkan ganti baju saja harus di dalam kamar mandi yang terkunci, padahal di dalam kamar itu semuanya adalah wanita. Dia tidak mau kejadian dulu terulang kembali.


'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.


Pagi harinya, mereka bangun dan bersiap untuk olahraga pagi di taman hotel dekat kolam renang. Richela sudah mencuci wajahnya seperti kebiasaannya selama 2 tahun hidup di mansion Morris di gunung. Lari pagi, terkadang naik gunung hanya untuk melihat sunrise.


Di saat semua gadis-gadis itu terlihat lelah, ada 2 gadis cantik yang begitu bersemangat pemanasan untuk senam pagi, Richela dan Xena.


Ya, Xena pengawal yang ditempatkan James untuk menjadi pengawal pribadi Richela tentu saja mengikuti dia kemana pun Richela berada. Salah satunya mengikuti ajang ini. Xena yang mempunyai bakat bela diri juga ballet dan telah belajar olah vocal bersama Richela selama 2 tahun berkembang dengan pesat. Xena akan menjadi pelingdung Richela tapi mereka pura-pura tidak mengenal satu sama lain.


Xena yang memiliki tubuh tinggi dan ramping membuat para juri sangat tertarik, apalagi dia menari ballet saat audisi pertama dan juga menyanyikan lagu balada dengan suara merdunya yang baru diasah 2 tahun ini. Richela bangga melihat Xena yang juga sangat berbakat.


.


.


.


"Auh... tolong hati-hati." Ucap Nicole pada Richela, mereka sedang berada di kantin untuk sarapan. Richela yang berjalan santai sambil membawa secangkir teh tidak sengaja menyenggol Nicole yang berjalan tidak hati-hati. Sebenarnya Nicole lah yang sengaja menabrakkan diri ke Richela.


"Maaf, tapi sepertinya kalimat itu untukku, aku sejak tadi berjalan mengikuti alur barisan." Ucap Richela dengan nada dingin.


"Kalau begitu aku yang minta maaf Via..Aku tidak sengaja, kau jangan marah ya.." Ucap Nicole dengan wajah sendu dan sedih yang dibuat-buat.


Richela yang memang sudah muak dengannya hanya berlalu pergi meninggalkan Nicole tanpa berkata apa-apa dan semua itu di sorot oleh kamera.


"Wah ini akan jadi berita heboh jika tayang." Bisik salah satu yang mengantri disana.


"Apakah menurutmu akan di edit?" Tanya yang lainnya.


"Benar, mereka selalu jadi sorotan, aku iri." Celetuk lainnya.


Sedangkan Richela memilih duduk dengan kelompoknya di tepi kolam renang dan menikmati sarapannya yaitu selembar roti dengan selai kacang kesukaanya, teh tanpa gula, dan buah.


"Richela, kau sarapan itu saja?" Tanya Vedra yang asik dengan kopi dan pasta.


"Iya, aku tidak bisa memakan begitu lagi jika sarapan sejak tinggal di gunung." Jawab Richela santai sambil menunjuk ke menu sarapan teman-temannya.


"Jadi kau benar tinggal di gunung? Aku kita bercanda." Jeny tampak tidak percaya.


"Iya, aku masih di kota ini hanya saja tinggal di gunung bersama saudara dari tunanganku." Ucapnya jujur.


"Ohh jadi 2 tahun disana aktivitasmu apa saja? Aku jadi penasaran bagaimana tinggal di gunung." Tanya Monica.


"Seru, karena disana ada mansion, danau, sungai tentu saja gunung dengan pemandangan yang sangat indah. Juga ada lembah yang ditumbuhi bunga yang cantik. Yah cocok untuk healing. Dan aku disana berlatih menari dan menyanyi di kelilingi alam." Jelas Richela tanpa menutupi apapun kegiatannya. Mereka mengobrol santai sampai tidak menyadari kalau di samping meja tempat mereka ada Nicole yang menyimak dan semakin penasaran.


Sedangkan Xena masih memantau dari jauh, dia tidak ingin terlalu dekat dan jika ada kesempatan barulah dia akan mencoba berkenalan dengan Richela agar tampak natural.


Setelah sarapan, mereka kembali latihan sendiri berhubung lagu dan tema baru belum di umumkan. Mereka seakan mendapat libur sehari.


Banyak juga peserta dari luar negri yang tampak bingung harus melakukan apa karena kendala bahasa, mereka bisa namun tidak fasih sehingga masih banyak pengelompokan dengan teman masing-masing, sementara Richela memilih tidak terlalu dekat dengan kelompok manapun dan memilih berbaur dengan siapa saja.


Setelah makan siang, para peserta sudah di jemput untuk kembali ke gedung studio 1 di TVB, acara yang akan tayang jam 7 malam tapi mereka harus bersiap dari siang.


Mereka semua telah menggunakan seragam dengan di modifikasi lebih bagus dan mewah agar sesuai dengan panggung yang megah.


.


.


.


Akhirnya acara dimulai dan saat inilah mereka akan di eliminasi langsung 10 orang. Semua tampak cemas dan tegang, tak terkecuali Richela dan Nicole karena petususan juri hanya 5% dan sisanya adalah dari pilihan penonton.


Nama-nama yang lolos sesuai peringkat telah di sebutkan satu persatu, tampak binar haru dan bahagia bagi peserta yang telah di sebutkan namanya, hingga tinggal lah 15 orang yang belum di panggil. Mereka tampak cemas tapi penonton terus menyerukan nama Richela dan Nicole yang mereka yakin masuk dalam 5 besar teratas.


"Peserta selanjutnya, di posisi ke 5, XENA!" Seru MC dan terdengar sorakan untuk Xena begitu meriah.


Terkejut? YA, Xena sangat terkejut karena dia mengira tidak akan maju ke tahap berikutnya. lalu di ikuti dengan Monica yang berada di posisi ke 4, Nicole ke 3, Richela ke 2 dan yang pertama adalah Amber, gadis cantik yang polos dan imut.


Nicole tampak terkejut karena dia di posisi ke-3, dia memprediksi kalau Richela yang akan jadi yang pertama dan dia kedua seperti biasanya tapi sungguh tak masuk akal, karena menurutnya bakat Amber tidak terlalu menonjol. Bahkan suaranya sumbang ketika bernyanyi.


Sayangnya 10 gadis cantik lainnya harus pulang dan melepaskan kesempatan kali ini. Mereka akan menunda impian mereka sampai kesempatan selanjutnya.