
James pergi menemui Neil setelah pekerjaannya selesai dan kini siap melapor. Dia masuk melalui jalur khusus yang langsung menuju kantor Elios, disana sudah menunggu Neil yang masih membaca laporan yang diberikan James melalui email.
"Tuan, semua telah beres dan Silvia ada di klinik rahasia kita untuk dirawat." Lapor James.
"James, berapa banyak anggota wanita mu yang tidak bisa bela diri?" Tanya Neil.
"Hanya 8 orang Tuan. Mereka hanya melakukan pekerjaan ringan dan mengirimkan informasi." Jawab James.
"Aku hanya tidak mau kejadian Silvia terjadi pada yang lain, kau mengerti kan?" Ucap Neil dan James mengangguk mengerti.
"Jadi siapkan mereka, minimal bisa menjaga diri James." Lanjutnya lagi.
"Baik Tuan, saya mengerti." Jawab James lagi.
"Bersabarlah, sebentar lagi kalian hanya akan menjadi pengawal biasa bukan mata-mata lagi. Setelah ini beres kalian akan bekerja dengan normal." Janji Neil pada James sesuai perjanjian awal mereka.
"Jangan khawair Tuan, kami siap apapun yang terjadi." Kata James dengan tegas. Lalu dia kembali ke klinik rahasia mereka untuk menemui Silvia.
.
.
.
James, pria 30 tahun dan masih lajang, dia dipercaya oleh Morris untuk menjadi pemimpin sebuah perusahaan jasa penyalur pengawal. Neil yang ingin membangun perusahaan itu dan melatih sendiri pengawalnya agar semua anggotanya adalah orang-orang pilihan dan Morris yang menjadi pimpinannya.
Tapi sejak 3 tahun lalu Morris sudah tidak menjabat dan telah digantikan oleh James Vanora, yang telah mendampinginya sejak pria itu berumur 14 tahun yang dia temukan di perbatasan antar 2 negara konflik. Sejak itu James mengikuti dan dilatih sendiri oleh Morris.
Sudah 3 tahun James menjadi pimpinan di AFS (Ace Security Force) yang sudah berjalan selama 11 tahun dan sangat terpercaya. Namun tentu bukan hanya pengawal bayaran, tetapi di dalamnya ada pasukan khusus milik James yang hanya melayani Tuannya, yaitu Elios N. Tierney, pengawal rahasia itu James sebar untuk mengawasi musuh dan menjaga Tuannya itu.
James yang terkenal berkepala dingin dan berhati hangat sangat dicintai oleh anggotanya, karena James selalu mementingkan keselamatan dan kesejahteraan keluarga para anggotanya, karena mereka telah siap mati demi pekerjaan.
\= = = = = = = =
"Kau sudah membereskan masalahku Juan?" Tanya Maria sambil menikmati pijatannya oleh para pelayan wanita termasuk Sophia.
"Sudah nyonya." Jawab Juan singkat.
"Semua telah aman, aku cukup lelah dan bagaimana perusahaan?" Tanyanya lagi pada Juan yang mengerjakan semuanya.
"Perusahaan baik-baik saja, laba tahun ini juga cukup baik. Club juga masih jalan dengan lancar setelah Baron tidak ada, kami masih mencari penggantinya." Jawab Juan yang kali ini sedikit panjang.
"Pilih saja dari sekian banyak kekasihku. Cari yang bisa diandalkan, jika tidak ada, aku akan mencari yang baru." Ucap Maria dan dia sedikit mengerang karena pijatan yang dia rasakan sudah mencapai area dalam pahanya.
"Sebaiknya kita cari saja yang masih tidak tau apapun, saya tidak yakin mereka bebeda dari Baron Nyonya." Saran Juan.
"Baiklah, kemarin aku dapat beberapa yang baru, Sophia pilihkan 1 pria baru itu dan bawa kemari, kau membuatku bergairah." Perintah Maria dan Sophia mengangguk sesaat dan keluar memanggil salah satu kekasih baru Maria yang masih belum pernah dia pakai.
Sophia berjalan ke salah satu kamar yang ada di rumah besar itu, ada banyak kamar untuk menampung koleksi pria Maria.
"Brad, sekarang giliranmu." Ucap Sophia pada pria bernama Brad.
"Lakukan tugasmu dengan baik, atau nyawamu juga akan hilang." Bisik Sophia setelah mereka keluar kamar.
"Tenang saja manis, aku selalu yang terbaik jika dapat tugas memuaskan wanita." Jawab Brad dengan wajah sombongnya. Sophia hanya menarik nafasnya pelan dan menetralkan emosinya.
Brad adalah salah satu pengawal khusus yang diselundupkan James untuk membantu tugas Sophia. Brad memang khusus melakukan hal sepeti ini, dia yang memang suka akan **** selalu siap akan tugas nikmatnya, segala jenis dan usia wanita dia lahap. Ada juga gadis-gadis yang bertugas seperti ini namun tidak banyak bisa seperi Brad, jadi terpaksa gadis polos seperti Silvia dan 2 temannya yang diutus waktu lalu karena James tidak menyangka akan ada pria predator.
Brad masuk ke dalam kamar Maria dan disana masih ada Juan yang setia duduk di sofa kamar itu. Dengan percaya diri Brad mendekati ranjang Maria yang masih dipijat tapi kali ini sudah tidur telentang memperlihatkan dadanya yang masih indah dan perutnya yang rata.
Benar-benar wanita tua yang masih segar, pikir Brad.
"Nyonya, saya Brad." Sapa Brad pada Maria dan wanita itu tersenyum melihat pilihan Sophia untuknya.
"Pilihanmu bagus Sophia, ini bonusmu." Ujar Maria lalu melemparkan selembar uang dengan nominal terbesar.
"Terima kasih Nyonya." Jawab Sophia lalu mengambil uang itu.
"Kalian semua pergilah dan jangan ganggu sebelum aku panggil." Perintah Maria yang matanya masih terpaku pada Brad yang sangat tampan dan gagah.
"Baik Nyonya." Jawab semuanya serentak dan keluar dari kamar, begitu juga dengan Juan.
"sekarang layani aku dan kau ankan dapatkan ini." Ucap Maria seraya mengeluarkan emas batangan cukup besar dari laci nakas di samping tempat tidurnya.
"Baik Nyonya cantik." Ucap Brad lalu membuka bajunya dan langsung menindih Maria dan berpagutan mesra.
.
.
Maria sampai kewalahan mengimbangi Brad yang sangat perkasa bahkan belum ada dari sekian banyak kekasihnya yang mampu membuat dia mencapai puncaknya berkali-kali, bahkan kini tubuhnya mulai lemas, ini benar-benar kali pertamannya mengingat Maria itu seorang hyper.
"Ah.. kau sangat hebat tampan, mulai sekarang pindah ke kamar ku." Ucap Maria lalu merebahkan dirinya lagi yang sudah terkulai lemas tetapi sangat puas. Sedangkan Brad tersenyum remeh lalu kembali ke kamarnya lagi untuk memerikan laporan.
"Mau lapor apa? Cara kau membuatnya lemas?" Ejek Sophia yang geli mendengar kalau Brad ingin melapor.
"Ck.. aku dapat informasi, karena membaca pesan pada ponsel nenek tua itu." Ucap Brad sedikit kesal karena merasa diremehkan. Saat Brad menggempurnya dari belakang diam-diam dia membuka ponsel Maria dan membacanya, ternyata semua rahasia ada di dalam ponselnya yang tidak biasa dia lepas dari sisinya.
"Aku coba hack tapi tidak bisa jadi aku baca saja. Besok ada pertemuan dengan pria bernama Napoleon, lalu ada 1 pesan aku tidak tau dari siapa karena tidak ada namanya, dia meminta uang lumayan besar, dari pesan sebelumnya sepertinya Maria marah karena terus diperas oleh orang itu." Jelas Brad ini informasi yang lumayan bagus.
"Wah, lumayan. Kau hebat juga selain cuma hebat di ranjang." Sarkas Sophia.
"Kau mau merasakan kehebatanku?" Tanya Brad mencoba menggoda Sophia yang sebenarnya sangat cantik itu tapi dia sengaja menyamar menjadi gadis buruk rupa.
"Tidak terima kasih." Tolak Sophia dengan cepat.
"Besok kau pindah ke kamar Maria, silakan menikmati wanita itu sampai puas." Ucap Sophia sedikit merinding karena geli. Brad itu masih 24 tahun dan Maria 48 tahun, 2 kali lipat umurnya.
"Dia yang puas, aku tidak. Huh.. habis ini aku akan bersenang-senang dengan gadis muda saja. Sial nenek tua itu, entah berapa ratus pria yang sudah masuk." Rutuknya dengan kesal dan Sophia langsung menahan tawanya.