
Justin saat ini sedang berada di depan para wartawan yang menunggu penjelasannya tentang kasus terlukanya peserta Be A Star.
"Kami meminta maaf sebesar-besarnya pada Richela. Sebenarnya ini tidak di sengaja, karena keteledoran seorang office boy yang membersihkan serpihan kaca itu. Dia tidak sengaja menjatuhkan kotak sepatu di troli dekat lorong dan saat itulah kemungkinan serpihan kaca itu masuk ke dalam sepatu peserta. Saat ini pelaku sudah kami minta keterangan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut, jadi saya menyatakan, disini tidak ada unsur kesengajaan. Kedepannya kami akan lebih berhati-hati menjaga keselamatan para peserta."
"Huh.. dasar! Dari mana dia dapat OB itu?" Tanya EliosĀ pada Neil. Mereka sedang menonton berita itu di ruangan rawat Richela, dan Richela sendiri masih ada di tempat Bell.
"Biarkan saja, dia tidak akan lama lagi menjabat disana." Jawab Neil sambil tersenyum tipis. Semua kebusukan Justin juga sudah di kantongi oleh James atas perintah Neil jadi mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk sekali libas. James masih menunggu orang-orang selanjutnya yang akan menyusul Justin.
\=
\=
\=
"Kalian akan pilih lagu apa?" Tanya Jenny pada Xena, mereka sedang menunggu di aula untuk pemilihan lagu yang akan mereka bawakan.
"Belum tau, kami hanya memikirkan bagaimana Richela bisa mengikutinya." Jawab Xena yang di iyakan oleh ke 4 yang lain.
"Iya juga, aku bukan leadernya kali ini jadi tidak bisa bantu. Nicole leadernya." Balas Jenny yang juga tidak terlalu dekat dengan Nicole.
"Tidak apa-apa, Richela juga bukan orang yang lemah." Sahut Monica.
"Semuanya, beerbaris." Teriak Vernon saat masuk ke aula besar itu.
"Ok, silakan ambil undian kalian disini ada 5 nama girl group tersohor dan kalian bebas pilih lagunya sendiri." Jelas Vernon lalu kelima leader maju dan mengambil kertas undian mereka.
"Kelompok A dapat Sunday."
"Kelompok B dapat Nmix."
"Kelompok C dapat Nurana."
"Kelompok D dapat VENUS."
"Kelompok E dapat Girlz."
"Wow Nmix, pilihan bagus untuk girl group lama." Ucap Vernon merespon karena Nmix adalah girl group 10 tahun lalu berkonsep sexy.
"Kelompok D kalian mujur." Sambung Vernon karena Richela yang pastinya tidak bisa sering latihan.
"Tapi... kalian harus menggunakan konsep berbeda dari aslinya. Aku percaya kalian bisa." Lanjut Vernon lalu meninggalkan aula itu.
"Yes.. kita dapat VENUS berarti Richela aman." pekik Monica.
"Benar, tapi lagu apa yang harus kita pilih?" Tanya Xena yang bingung.
"Nanti kita telepon Richela saja tanya padanya." Saran Monica lagi dan mereka langsung mengiyakan. Xena lalu mengambil ponsel milik panitia yang memang disediakan untuk mereka latihan.
"Ah.. harus pakai ponsel sendiri nih.." Keluh Xena yang lalu menghampiri salah satu panitia untuk meminta izin menghubungi Richela, untungnya dia diizinkan.
Xena memutuskan diam-diam menghubungi Richela dulu, dia ingin tau pendapat Richela untuk lagu VENUS apa yang akan mereka gunakan.
"Richi.. bagaimana lukamu?" Tanya Xena melalui ponselnya.
"Sudah tidak sakit lagi tapi masih belum bisa bergerak bebas." Jawab Richela.
"Kami ingin tanya padamu tentang pemilihan lagu VENUS, untuk mempermudah dirimu, bagaimana?"
"Hem.. kau ingat lagu Moonlight? Kita iseng membuat gerakannya kan dengan lagu melow itu. Kurasa itu bagus."
"Baiklah, aku tutup nanti kau sarankan lagu itu saja ke yang lain. Bye."
"Bye."
Xena kembali ke kelompoknya untuk menghubungi Richela lagi, dia harus segera memutuskan lagu apa yang akan mereka bawakan minggu depan.
Setelah berdiskusi panjang dengan Richela melalui video call, mereka akhirnya menggunakan lagu Moonlight dan membuat konsep sendiri dari lagu tersebut. Moonlight memang tidak mempunyai video musik sendiri tapi lagu itu sangat cocok untuk di jadikan soundtrack dan itulah yang akan mereka gunakan. Menampilkan pertunjukan drama singkat sambil bernyanyi di panggung.
.
.
.
Baru 3 hari Richela ada di rumah sakit, dia sudah kembali ke asrama karena akan latihan untuk show berikutnya. Tidak sulit baginya karena Xena dan yang lainnya akan menggunakan Richela sebagai pemeran utama yang hanya bernyanyi dan duduk di jendela menatap indahnya bulan sambil merenung, itu konsep yang cocok untuknya.
Hari Sabtu tiba lagi dan semuanya sedang bersiap, masing-masing kelompok sudah naik ke panggung dan menyuguhkan penampilan memukau mereka.
Giliran kelompok Xena dan Richela, mereka telah bersiap dan semuanya menunggu apa yang akan di lakukan kelompok ini dengan Richela yang sakit. Sebab hanya kelompok inilah yang sangat dirahasiakan bahkan judul lagunya pun tidak di tampilkan pada acara rutin di televisi.
Moonlight dibuat seperti masa kerajaan Tiongkok, di dukung setting panggung yang juga sesuai dengan sebuah ayunan tinggi di hiasai bunga dan bulan buatan yang begitu cantik. Richela sedang duduk disana memandangi bulan sambil berputar mengelilingi aula, suaranya yang merdu terdengar saat musik diputar. Sedangkan yang lain akan menyanyi dan menari di panggung, mereka akan menganggap Richela seperti dewi bulan.
Penonton takjub dengan konsep mereka dan tepuk tangan riuh terdengar setelah hampir 4 menit mereka terdiam menikmati suguhan hiburan yang luar biasa.
Richela tersenyum dengan puas, dia yang sedang diturunkan dari atas masih tak percaya bahwa penonton sangat senang dengan konsep mereka.
"Kita berhasil!" Pekik Monica dan di lanjut oleh gadis lainnya di kelompok itu. Mereka saling berpelukan dan melompat-lompat kecil.
"Stop stop, kaki Richela masih belum sembuh." Ucap Xena menghentikan mereka.
"Oh iya.. sorry." Kata mereka serentak tapi Richela tetap tertawa senang.
Nicole yang melihat mereka dari sudut lain mencebik kesal karena mereka memang bagus, Nicole dan seluruh peserta lain tidak dapat melihat latihan kelompok Xena karena mereka latihan di waktu berbeda mengikuti jadwal Richela atas saran dokter.
"Richela akan kembali ke RS?" Tanya Monica yang melihat gadis itu membawa tasnya.
"Cuma 1 hari, mau ganti perban dan kalau sudah kering akan lepas saja. Besok aku akan pergi sendiri ke studio." Jawab Richela menjelaskan.
"Siapa yang mengantarmu?" Tanya Xena yang membantu Richela membawa tasnya.
"Panitia, Valeria." Jawab Richela lalu dia pamit.
.
.
"Ini sudah kering, tapi tetap jaga ya, jangan terkena air dulu dan tetap jangan terlalu bantak bergerak mungkin seminggu lagi." Jelas dokter dan Richela mengangguk begitu juga Valeria.
"Malam ini pulang ke rumahmu tapi besok jam 1 siang sudah harus ada di studio." Ujar Valeria.
"Iya, terima kasih ya Vale." Jawab Richela lalu mobil jemputannya datang.
Hanya 20 menit Richela sampai di apartemennya. Neil sudah menunggu dan menyambutnya.
"Selamat malam sayang.." Neil mengecup bibir Richela dan merangkulnya.
"Senangnya bisa kembali meskipun hanya 1 malam." Kata Richela lalu menjatuhkan dirinya di sofa empuk di ruang tengah.
"Ada Elios dan Bell di kamar tamu." Kata Neil dan Richela langsung berdiri dan berlari kecil ke arah kamar tamu, dia sudah rindu dengan keponakan lucunya.
"Jangan lari." Tegur Neil dan Richela hanya nyengir dan kembali berjalan.
"Kakak..." Teriak Richela namun dia langsung menutup mulutnya saat Bell melihatnya tajam sambil mencebik.
"Sorry.." Lirihnya lalu jalan mendekat ke tempat tidur, Bell sedang menyusui baby El yang baru saja tenang.
"Jangan berisik, baru juga tenang." Kata Bell sambil meletakkan Baby EL dengan lembut kembali ke kasur.
"Hah.. padahal mau main, dia malah tidur." Keluh Richela sambil memainkan jari-jari baby El yang mungil.
"Buat bayi sendiri, Neil pasti mau." Balas Bell sambil terkekh pelan.
"Ck.. nanti saja, aku mau puas-puasin dulu lalu nanti akan fokus ke keluarga."Jawab Richela dan Bell tidak mau memaksanya.
"Tapi... aku masih penasaran siapa yang dulu menjualku? Karena beberapa bulan ini banyak portal berita gosip yang bilang aku menikah untuk menutupi aib. Mereka bilang karena aku sangat liar dan tak terkendali makanya hamil."
Wajah Bell tertunduk, dia sedih dan juga kesal. Semua orang membicarakan keburukannya.
"Jangan dengarkan, yang tau sebenarnya kita kan yah,, kita sendiri dan keluarga." Kata Richela menenangkan Bell.
Terdengar pintu kamar mandi yang terbuka, mereka lalu menghentikan pembicaraan karena Elios yang keluar dari sana.
.
.
.