
Hanya beberapa jam dilirisnya pernyataan dan bukti cctv yang menyatakan bahwa foto Avia dengan Jose, pertemuan mereka tidak disengaja, dan ada oknum yang mengambil foto sengaja menjebak Avia.
Public dan media sudah bungkam, tapi tetap saja jumlah fans Avia di website resmi VENUS telah berkurang banyak. Sebagian pindah ke Bell dan Nicole menjadikan Bell diposisi pertama dan Nicole kedua. Avia tidak mempermasalahkan itu yang penting namanya bersih.
Nicole tersenyum melihat peringkatnya naik menjadi yang kedua di VENUS dan dia terus tersenyum dalam selimut di atas tempat tidurnya. Dia akan berusaha lagi dan akhirnya akan membuat yang lain iri padanya.
"Ini akan semakin menarik, aku akan menjatuhkanmu dengan perlahan." Gumam Nicole dengan suara sangat kecil di balik selimutnya.
\~\~\~\~\~\~\~\~
Show di universitas tengah berlangsung dan saat lagu terakhir dinyanyikan ada seseorang yang melempar botol yang masih penuh ke arah Avia yang mendapat giliran menyanyi. Botol itu tepat mengenai pelipisnya, pasti sakit!
Tapi Avia yang memang profesional dengan tenang melanjutkan tariannya hingga selesai dan turun panggung.
"Kau tidak apa-apa Via?" Tanya Cleo saat Avia mengelus kepalanya.
"Iya, sedikit sakit tapi tidak apa kok." Jawab Avia lalu Lana segera menghapiri membawa kompres dingin dan mengompres pelipis Avia.
"Gila dan bar-bar sekali mereka, susah menenangkan mereka kalau mahasiswa huh!" Gerutu Lana yang kesal melihat semua penonton yang sangat antusias berlebihan.
"Sudah, aku juga tidak apa-apa cuma botol plastik, tidak penuh juga." Avia menengkan asistennya itu.
Karena hari sudah malam dan tidak ada kegiatan lagi, VENUS kembali ke mobil mereka dan mereka saat ini dibagi 2 mobil. Fei, Marcy dan Bell sudah jalan duluan. Sedangkan Nicole, Cleo dan Avia baru mau masuk ke mobil tapi dari arah belakang seseorang memanggil Avia.
"Via..!" Teriak seorang anak remaja lelaki. Avia berbalik untuk menyapa.
"Hai... AKHH..." Teriak Avia yang ternyata dia disiram dengan air kotor yang sangat bau.
"Kau pantas menerima itu, jala*ng." Lalu remaja bermasker hitam itu lari dengan cepat masuk ke kerumunan yang sedang mengantri keluar hingga petugas keamanan tidak sempat menangkapnya.
Semua orang terkejut, air yang disiramkan dari botol ukuran 2 liter itu sangat bau dan kotor. Avia masih memakai kostumnya yang sedikit terbuka di bagian atas karena tanpa lengan sehingga dia langsung kedinginan. Cleo dengan cepat mengambil handuk yang ada di bagasi mobil dan memakaikannya ke Avia.
"Kita ke hotel terdekat saja." Ujar Cleo saat mereka sudah ada di dalam mobil. Avia menangis karena bau yang sangat menyengat, Cleo dan Nicole juga tidak tahan sehingga mereka menutup hidung dengan handuk begitu juga Diana yang sedang menyetir. Karena memang mereka menggunakan mobil Nicole.
"Ah mereka keterlaluan!" Bentak Cleo yang melihat berita utama, tentang penyiraman Avia yang sudah tersebar dengan cepat.
"Apa ini tentang foto itu?" Tanya Nicole dan Cleo mengangguk.
"Mungkin, karena tadi dia menyebut jala*ng." Jawab Cleo lalu melihat ke Avia yang masih kedingingan. Cleo yang duduk pas di sampingnya sangat sedih melihat keadaan Avia yang kacau.
"Sabar ya, sebentar lagi sampai. Kita tidak jadi ke hotel karena pasti kacau." Ucap Cleo lagi, Avia hanya diam tidak menjawab ataupun merespon.
Sesampainya di apatemen, Avia langsung membersihkan diri. Dia menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun dan aroma bau itu tidak hilang dari penciumannya. Padahal sebenarnya sudah bersih dan wangi hanya saja dia masih merasa mencium bau itu.
Sejam lamanya Avia baru keluar dengan rambut basah dan mata bengkak. Dia sungguh tidak tau apa kesalahannya sehingga mendapatkan perlakuan seperti ini.
"Via, ayo kita keluar. Mood mu harus kembali baik." Kata Nicole dan merangkulnya keluar kamar. VENUS sedang menunggunya.
"Kata Bianca besok kamu disini saja, jangan kerja. Syuting juga baru mulai 2 hari lagi kan." Kata Cleo sambil mengambil beberapa kado.
"Ini, kita buka kado saja pasti menyenangkan." Ujar Bell lalu memberikan punya Avia yang tertera namanya.
Avia tersenyum lalu mengangguk, dia belum membuka kadonya malah melihat Bell dan Marcy yang berebutan seperti anak kecil padahal sudah ada nama masing-masing.
"Ya ampun, apa aku benar seperti anak kecil, masa dapat ini.." Ucap Bell sambil mengangkat piyama lucu bertopi dengan corak doraemon. Semua langsung tertawa melihatnya.
"Ini aku malah dapat.. sudahlah." Keluh Cleo, dia menaruh kembali bikini seksi berwarna hitam.
"Hahahah ayo pakai sayang... kau pasti sangat seksi pakai itu." Gantian Bell yang menggoda Cleo.
Mereka bergantian membuka semua kado hingga tersisa 1 kado dengan box warna coklat berpita merah.
"Ini milik siapa? Tak ada namanya." tanya Fei mengambil kado itu.
"Entah, ayo buka." Ujar Marcy lalu dia menarik pita merah itu hingga terlepas lalu Cleo yang membuka tutup box nya.
"Astaga!!" Teriak Cleo yang terkejut, mereka semua meliaht isi dalam box dan berteriak histeris.
"Ada bangkai kelinci, dan foto Avia.." Lirih Fei yang tak percaya dengan penglihatannya, sementara Avia sudah gemetaran, dia ketakutan.
Cleo langsung menelepon Bianca, dalam sekejap Bianca sudah datang bersama petugas keamanan apartemen karena setelah diteliti kado itu bukan yang mereka dapat dari fans di universitas tapi kiriman seseorang ke apartemen ini.
"Yang aku heran, hanya staff yang tau kalian tinggal disini." Ujar Bianca dengan raut wajah bingung.
"Kalian tenang saja, aku akan perketat penjagaan. Di dalam maupun diluar, sepertinya badai akan segera menghantam kalian, bukan hanya Via tapi kalian semua. Aku sadar kalau VENUS sudah melampaui ekspektasi semua orang." Jelas Bianca lalu menenangkan Avia, setelah gadis itu tenang barulah ia kembali pulang.
.
.
.
Setelah diberikan beberapa hari istirahat, Avia kembali dengan santai dan percaya diri dia melangkah menuju studio tempat dirinya akan syuting drama terbaru sebagai pemeran utama.
"Hai Via, kau baik-baik saja?" Tanya sutradara Hiro, seorang pria setengah baya berdarah Jepang.
"Iya Hiro, terima kasih aku baik-baik saja." Ujar Avia dengan mengulas senyum cantiknya.
"Syukurlah, ayo ganti bajumu dan bersiap setengah jam lagi kita mulai." Ucap Hiro lalu Avia menuju ruang rias sekaligus ruang tunggu bersama Lana yang selalu disampingnya jika sedang bekerja.
"Via, akhirnya kamu datang." Bell menghampiri dan memeluk Avia, mereka bersama menuju ruang ganti untuk mengganti kostum Avia sebagai pemeran utama drama ini.
"Nicole mana?" Tanya Avia pada Bell.
"Dia sedang latihan bersama aktor lainnya di studio itu." Jawab Bell lalu mereka bersiap. Bell akan berperan menjadi anak magang di hotel tempat Avia bekerja.
Avia akan berperan sebagai manager hotel yang harus mempertahankan kinerja serta ada romansa didalamnya. Sedangkan Nicole menjadi pekerja house keeping.
Avia sudah selesai memakai seragam kerja sesuai dengan hotel yang akan mereka pakai nantinya, T's Hotel. Seragam berwarna merah maroon dengan rok span selutut membuatnya terlihat begitu anggun, berbeda dengan karakternya di VENUS, bahkan make up yang dipoles di wajahnya terlihat sederhana dan lebih cerah.
"Kau cantik dengan make up natural ini Via." Puji Bell yang juga selesai dengan seragamnya, kemeja putih dan rok hitam sesuai dengan seragam anak magang.
"Kau seperti anak remaja 16 tahun Bell, menggemaskan." Avia mencubitnya, sebenarnya Bell tidak suka mendengar ada yang menyebutnya remaja atau anak kecil tapi dengan Avia tidak tidak merasa marah sama sekali.
"Action!"
Avia mulai akting, masih dalam studio mereka akan megambil video untuk promosi dan lokasi syuting sebenarnya adalah di T's Hotel.