My Venus

My Venus
BAB 24



"Halo.." Jawab Avia dengan suara pelan dan tak bersemangat.


"Kau baik-baik saja?" Tanya suara ditelepon itu.


"Bagaimana bisa baik-baik saja, ini semua gara-gara kau." Sentak Avia dan Nicole yang baru masuk menjadi terkejut.


"Aku tau.. dan tidak perlu, aku akan bertahan sendiri dan jangan ikut campur!" Tegasnya lagi lalu membanting ponsel itu dan jatuh ke lantai.


Nicole menghampiri dan mengambil ponsel itu, tak sengaja dia membaca pesan yang baru saja masuk.


[My Deeer]


Kemarilah jika rindu pelukanku, kembalilah jika kau lelah dan menyerah.


Nicole mengerutkan keningnya lalu meletakkan ponsel itu di samping Avia yang sedang tiduran di ranjangnya, lalu melangkah keluar lagi.


"Nicole, hubunganku dengan Elios tidak seperti yang kau banyangkan. Sorry aku tidak bisa memberitahumu." Kata Avia sebelum Nicole keluar kamar.


Nicole berhenti lalu berkata, "Aku tidak butuh penjelasan. Aku hanya percaya dengan apa yang aku lihat saja." Lalu dia keluar.


"Dan aku akan membalasmu nanti." Gumam Nicole setelah menutup pintu itu.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Beberapa hari berlalau dan syuting jalan kembali meskipun banyak pihak yang telah menolak Avia tapi sutradara tetap mempertahankannya.


'Kenapa dia masih bertahan?' Batin Nicole tak percaya, rasa benci sudah timbul dihatinya karena merasa di khianati. Sebelumnya hanya ada rasa iri tapi kali ini dia tidak bisa menahannya lagi.


"Nicole, ada apa?" Tanya Avia yang sedang istirahat dan menghampiri Nicole yang sedang berdiri melamun.


"Tidak, hanya menghafal dialog dan kau membuyarkannya." Kata Nicole sedikit mencebik. Avia tertawa pelan lalu meminta maaf.


Belum ada keterangan dari pihak manapun perihal video dan foto itu bahkan dari pihak Tierney Griup karena tidak ada yang berani menyenggol Elios bahkan para wartawan sekalipun, hanya komentar kebencian yang terus mengalir pada Avia. Tapi mereka tidak akan menanggapi itu.


Hingga episode ke 3 drama itu tayang, badai kembali menerpa dengan bukti baru.


"Astaga! Avia.. sampai kapan kau berulah dan sebanyak apa lagi skandal yang kau perbuat?" Bianca kembali murka karena bukan hanya dia tapi tekanan dari atas juga sangat sulit untuk dia tahan.


"Maaf tapi itu..." Avia tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena itu memanglah dirinya.


"Apa kau punya kekasih? Lalu kemarin dengan Tuan Elios? Apa lagi ini Viaaa?" Bianca sudah terlampau emosi.


Video singkat kembali di unggah oleh akun berbeda kali ini. Kejadian berbulan-bulan lalu, saat Avia sedang menikmati ciuman dan pelukan dari pria di tangga darurat. Entah siapa waktu itu yang telah memergoki mereka.



"Gila, dia berciuman di tangga darurat."


"Hot sekali, aku akan mencobanya dengan pacarku."


"Hei, tangan pria itu sangat ahli dan Via terlihat menikmatinya."


"Kau benar-benar murahan Via."


"Wah kemarin Tuan Elios ini siapa? Mereka bukan orang yang sama, warna rambutnya berbeda."


"Habislah kau Via."


"Sudah aku katakan, selamat tinggal Avia, kau akan hancur."


"Aku juga ingin memerah susu dari sumbernya, terlihat enak."


"Apakah benar dia bisa dibayar atau memang dia hanya meampiaskan saja?"


.


.



Avia kembali terduduk lesu, kali ini dia sudah pasrah. Salahnya jika ada yang memergokinya.


"Via.. " Panggil Cleo, mereka kini hanya berdua saja.


"Apakah itu dia?" Tanya Cleo dan Avia mengangguk.


"Huh.. kalian benar-benar yah." keluh Cleo dan akhirnya Avia memeluknya mereka duduk di sofa di dalam kamar hotel. Cleo memang datang kesana menghampiri setelah melihat unggahan video itu.


"Aku hanya merindukannya." Lirih Avia. Cleo memang tau kalau Avia mempunya sesorang yang sangat dia cintai makanya Cleo tidak percaya Avia dengan Elios melakukan sesuatu.


"Tapi.. waktu itu apa kau tidak merasa ada seseorang disana?" Tanya Cleo dan Avia menggeleng.


"Tidak, waktu keluar juga tidak ada siapa pun." Jawabnya.


"Aku tidak tau lagi apa yang harus kau lakukan, fans mu sangat banyak dan kalau kau membuat kesalahan sedikit saja mereka akan berbalik menyerangmu." Jelas Cleo dan Avia tau betul tentang itu.


"Via.." Panggil Bianca yang baru masuk ke kamar Avia lagi. Avia dan Cleo langsung duduk dengan tegak.


"Sutradara memutuskan kalau kau tidak lagi jadi pemeran utama, mereka memutuskan mengganti naskah dan mengubah seikit ceritanya dan Nicole yang gantikan." Ucap Bianca dan memberikan naskah baru untuk Avia. Dia pasrah.


"Tenang lah, ini akan berlalu. Apakah kau akan membuka siapa pria itu? Sebaiknya jujur saja meskipun fans mu akan kecewa tapi setidaknya hubunganmu dengan pria itu jelas." Saran Cleo.


"Apa maksudnya?" Sergah Bianca yang masih mendengarkan.


"Bi, pria yang berciuman denganku adalah pacarku, sebenarnya aku dan dia sudah bertunangan sejak umurku 17 tahun. Itu adalah syarat yang harus aku lakukan untuk mendapat izin untuk menjadi murid pelatihan untuk jadi artis atau berhubungan dengan dunia hiburan. Tapi aku tidak bisa mengungkapkan siapa dia." Jelas Avia dan Biana sangat terkejut.


Bianca memijit pelipisnya lagi, "Aku akan bahas dengan Susan dulu baru angkat bicara ke public, sebaiknya ini segera selesai." Kata Bianca lalu keluar kamar.


"Akhirnya aku tidak jadi pemeran utama lagi." Lirih Avia sambil membuka naskahnya yang sangat tipis. Hanya beberapa adegan di setiap episodenya.


Sementara itu Nicole sedang melompat-lompat dikasur empuknya karena dia akan menajdi pemeran utama dalam drama ini.


"Aku berhasil, memang harusnya sejak awal aku mengirim video itu." Ucapnya sambil terkikik senang.


-Flashback-


Nicole terlihat memasuki area toilet wanita terdekat di aula acara malam itu. Dia sedang mencari Avia yang sudah lama pergi dan dia sedikit cemas.


"Via kemana sih, toiletnya sepi dan dia tidak ada." Gumamnya pelan.


"Nona Nicole, mencari Avia?" Tanya Seseorang yang tidak Nicole kenal.


"Ah iya tadi katanya dia akan ke toilet." Jawab Nicole ramah.


"Tadi kami antri bersama tapi akhirnya dia pergi ke toilet seberang sana karena sudah tidak tahan." Jelas wanita itu.


"Oh terima kasih nyonya, saya akan mencarinya disana." Ucap Nicole dan pamit.


Akhirnya Nicole menuju toilet yang sedikit jauh dari sana, lalu tak sengaja melihat Avia yang masuk ke pintu tangga darurat bersama seorang pria. Nicole perlahan mengikuti dan sangat terkejut melihat pemandangan itu. Dia merekam kegiatan mereka, hanya sebentar agar tidak ketahuan kemudian kembali ke aula.


-Flasbac End-


"Aku tidak akan mundur atau bersabar lagi Avia, aku harus diatasmu mulai saat ini." Gumamnya lagi dengan tersenyum menyeringai.