
"Ahh senangnya tidak melakukan apa-apa." ucap Bell yang sedang menikamti potongan buah yang diberikan oleh Avia. Mereka sudah kembali ke apartemen dan hanya makan dan tidur selama 2 hari ini menunggu pemulihan. Untungnya promosi yang tidak bisa mereka lakukan tetap berjalan lancar dan lagu mereka tetap nomor 1 di pasar.
"Kau ini.. eh, waktu di RS Elios datang kan?" Tanya Avia pada Bell.
"Iya kok tau?" Tanya Bell dan Avia terlihat gelagapan.
"Ah.. itu, aku melihatnya lewat saat aku keluar kamar tengah malam." Jawab Avia.
"Iya tapi dia hanya melihatku dari jauh, ada ibu dan dia tidak bisa ke kamarku. Huh.. begini ternyata pacaran diam-diam." Bell memanyunkan bibirnya kesal.
"Sabarlah.. aku mengerti perasaanmu, aku juga begitu." Kata Avia menenangkan Bell.
"Bagaimana kau bisa melewatinya selama ini?"
"Aku hanya menjalaninya. Dia selalu memantauku dan berada di dekatku dimanapun aku berada."
"Kau begitu percaya padanya? Bagaimana jika dia selingkuh?"
"Ehmm tidak mungkin, aku juga memantaunya dan yang terpenting, dia sudah cinta mati padaku."
Avia tersenyum mengingat bagaimana tunangannya begitu mencintai dan menjaganya selama ini.
"Wow, apakah Elios juga akan seperti itu?"
Avia tidak menjawabnya, dia hanya mengendikkan bahu menanggapi pertanyaan Bell.
Dua minggu penuh Avia dan Bell menikmati sakit yang bagai liburan bagi mereka yang terkadang membosankan karena tidak bisa bergerak bebas. Kini mereka sudah siap beraktivitas kembali karena sudah sehat sepenuhnya.
"Sudah cukup istirahatnya?" Tanya Cleo lalu mencubit pipi Bell yang terlihat sedikit menggemaskan.
"Pipimu seperti bakpao, sepertinya beratmu naik ya?" Tanya Cleo dan Bell mengangguk.
"Ini karna Via, dia memasak sangat enak jadi aku makan terus." Jawab Bell sedikit memajukan bibirnya.
"Hei, aku masak makanan sehat kau saja makan berlebihan." Sanggah Avia tidak mau disalahkan.
"Naik berapa kilo?" Tanya Marcy.
"3 kilo." Jawab Bell yang membuat semuanya tertawa.
"3 kilo untuk Bell itu lumayan terlihat kalau Fei atau Cleo, tidak masalah mereka tinggi." Marcy tertawa senang untuk menggoda Bell.
"Aku harus diet, atau akan jadi bola sebentar lagi." Katanya lagi sambil mencubit perutnya.
"Astaga 3 kilo selama 2 minggu? Memangnya apa saja yang kau makan Bell?" Tanya Cleo penasaran.
"Jangan tanya aku, tanyalah pada Via!" Sahut Bell mencebiknya bibirnya.
"Hahaha aku cuma masak makanan sederhana, Bell saja yang rakus." Sanggah Via lagi.
"Ya sudah, paling sebulan turun lagi Bell, kau harus kerja keras setelah liburmu." Saran Marcy lalu dia mengalungkan tangannya di pundak Bell.
\= = = = = = =
"Memang tidak perlu, tapi tetap jaga pola makan juga nanti turun sendiri." Jawab Cleo santai.
"Baiklah, dan ini apaan lagi?" Tanya Bell seraya menunjuk ke salah satu komentar di laman website resmi mereka yang cukup ramai di reply.
"Ini link apa? Dan dia juga memberikan user dan password. Mau buka?" Cleo balik bertanya.
"Jangan deh, aku takut ini spam atau virus." Kata Bell, tapi dia screenshot untuk berjaga-jaga.
Yang Bell dan Cleo tak tau ialah, link itu lah yang akan membuat hidup seseorang hancur berantakan.
.
.
.
Seminggu berlalu, VENUS yang hampir selesai promosi lagu baru kini berada di salah satu acara radio yang secara live diperdengarkan ke seluruh masyarakat.
Mereka mengobrol dan bercerita banyak hal mengenai lagu maupun kehidupan mereka sebagai VENUS. Apalagi Avia yang sangat banyak diperbincangkan.
Baru saja mengudara 15 menit dari waktu 1 jam yang mereka dapatkan, sebuah masalah yang sangat serius kembali datang.
"Cepat hentikan acara ini." Teriak salah satu staff disana dengan panik dari luar, lalu dengan cepat pembawa acara memutar lagu untuk diperdengarkan.
"Avia, apa yang kau posting? Kau sudah gila?" Tanya Bianca yang langsung menghampiri VENUS ke studio radio itu.
"Ha? Kenapa aku tidak posting apapun." Tanya Avia bingung.
"Kami sejak tadi sudah ada disini dan Via tidak memegang ponselnya." Sambung Marcy.
"Iya ponselku sejak tadi di bawa oleh Lana." Kata Via lagi.
"Cek sekarang sosial media pribadimu dan hapus itu meskipun sudah terlambat. Habis sudah Viaa..." Teriak Bianca dengan marah.
"Sosial media? Aku tak punya. Dulu punya tapi sudah 2 tahun ini tak pernah aktif." Ujar Avia dengan bingung tapi dia tetap akan cek apa yang dikatakan Bianca.
Setelah mendapatkan ponselnya, dia mencari tau dan ternyata...
"Via, ini video kamu dan yang posting akunmu sendiri." Cleo memberitahunya dengan panik. Untung sekarang mereka sudah ada di sebuah ruangan yang Bianca pinjam di gedung radio ini yang berada di salah satu stasiun Tv milik TSV.
Mereka sama-sama melihat video itu dan ternganga tak percaya, pasalnya Via disana terlihat sedang menggoda dengan pakaian tidur seksi dan wajah tanpa make up. Bukan itu masalahnya, yang membuat terkejut adalah baju Avia yang sengaja di tarik hingga kedua dadanya yang polos menyembul, kemudian dia terkejut dan menutupnya dengan sebuah buku yang dia pegang.
"ASTAGA! INI?" Avia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, lalu dia menatap ke arah Nicole.
"Ada apa?" Tanya Bell yang melihat raut wajah Avia telah berubah.
"Nicole, kau tega! Apa salahku padamu?" Teriak Avia pada Nicole yang ada di sebelah Bianca.
"Ada apa?" Tanya Nicole dengan wajah polosnya.
"Video itu!! Ini pasti ulahmu kan? Hanya kau dan aku yang tau tentang ini dan video itu sudah aku hapus!" Teriak Avia histeris. Tapi Nicole tetap bingung dan tak mau disalahkan.