
"Tuan kami sudah menemukan obat yang di suntikkan pada para wanita itu." Ujar James melapor pada Neil yang sedang berada di ruangan Elios.
"Obat ini hanya melemahkan otot dan kesadaran, jika tubuh kita dalam keadaan sehat dan bugar efeknya hanya melemahkan sekitar 2-5 jam saja dan masih setengah sadar. Jika tubuh sedang lemah dan lelah bisa lebih panjang dan tidak sadar." Jelas James.
Neil merasa lega karena itu berarti anggota James yang wanita tidak apa-apa.
"Jadi mereka melemahkan para wanita itu dan di pakai sambil direkam untuk mengancam. Bedebah brengsek!" Umpat Neil kesal mengingat apa yang dikatakan Rey padanya.
"Aku sudah muak James, tidak ada cara untuk menangkap mereka?" Tanya Neil yang kekesalannya sudah di atas batasnya.
"Belum Tuan, kita harus tau siapa sebenarnya pemilik dan bukti kuat dia ada disana." Jawab James dan Neil mendengus kesal.
"Tadi pagi sudah ada yang datang memberikan ini." Kata Elios sambil memberikan sebuah laporan, Neil membacanya dan tersenyum.
"Berikan yang mereka mau, berapapun." Kata Neil dan Elios hanya mengikuti perintah.
\= = = = =
"Siapa kira-kira yang Tuan Neil inginkan?" Tanya Rey pada Jose dan juga Justin. Rey sedikit bingung dengan permintaan Neil yang dia bisikkan tadi malam.
"Aku juga tidak tau, selama ini dia hanya bekerja di samping Tuan Elios dan tidak ada ketertarikan pada wanita manapun." Jawab Jose sambil menyandarkan punggungnya di di sofa ruang kerja Rey.
"Kita lihat besok saja, dia tidak mengatakan kapan waktunya?" Tanya Justin dan Rey menggeleng.
"Besok ikut dalam acara lelang, disana berkumpul banyak orang penting dan beberapa artis juga ada. Perhatikan gelagat Neil karena dia sudah mulai mengeluarkan karakter aslinya." Jelas Justin dan mereka setuju.
Besok adalah acara lelang yang rutin diadakan, sudah dipastikan kalau Elios Neil Trierney akan hadir sebagai pemilik sah Tierney Group untuk pertama kali, meskipun dia sudah sering hadir hanya sebagai asisten direktur sebelum dia mengumumkan kebenarannya.
Di apartemen Elios, Bell masih terus membujuk suaminya agar dia bisa ikut dalam pelelangan itu. Bukan tanpa sebab, Bell sangat ingin melihat perhiasan dalam jumlah banyak dan pastinya mahal itu. Apalagi dia mendengar kalau Richela juga ada di acara itu sebagai model yang menggunakan salah satu perhiatan termahal.
"Elios... sayangku, cintaku, suamiku yang paling tampan." Panggil Bell lagi, dia menyandarkan kepalanya dan telunjuknya masih bermain membuat lingkaran di dada bidang sang suami.
"Jangan Bell, mereka berbahaya aku tidak mau kau terjebak lagi." Tolak Elios entah sudah ke berapa kalinya. Menurutnya Bell sangat aneh seminggu ini karena tidak biasanya istrinya meminta sesuatu yang diluar nalarnya.
"Tapi..."
"Ssttt... nanti kita beli saja di toko perhiasan. Apapun yang kau inginkan akan aku beli."
"Tidak mau, aku maunya ke acara lelang melihat perhiasan itu secara langsung." Bell semakin merengek dan terus berulah sampai akhirnya Elios mengalah.
"Baiklah tapi 2 pengawal akan ikut kemanapun kau pergi, tidak ada bantahan!" Tegas Elios lalu Bell bersorak senang lalu mencium Elios.
Elios memang memperketat penjagaan untuk Bell dan Richela karena mereka sudah tau kalau Sun & Moon sering menjebak para artis cantik yang berakhir di ranjang pria brengsek langganan mereka sampai artis tersebut dengan terpaksa menjadi pela*cur kelas atas.
"Dia tidak akan mendapatkan wanita terkenal, tidak mungkin artis terkenal bisa di culik dengan mudah kan?" Gumam Neil lagi.
"Aku juga harus memperketat penjagaan pada Richi." Lalu Neil mengirimkan pesan pada James untuk menambah anggota agar Richela aman selama bekerja.
Meskipun sudah larut malam tapi James selalu sedia 24 jam untuk Tuannya.
Richela yang sedang syuting sampai pagi harus rela menambah lagi 1 orang yang mengikuti dirinya, meskipun dari menjaganya dari jauh tapi gadis itu tau kalau pengawalnya bertambah.
"Bilang pada Tuan kalian aku tidak pulang dan besok langsung ke acara lelang." Ketus Richela saat dia melewati salah satu pengawal yang menyamar sebagai staff di lokasi syuting.
Pengawal itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menyampaikan pesan itu pada James yang akan disampaikan lagi ke Neil.
`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,`\,
Acara lelang tengah berlangsung. Mata Bell berbinar indah saat model pertama keluar dan berjalan hilir mudik di panggung. Elios hanya tersenyum melihat wajah senang Bell melihat perhiasan itu.
"Kau suka? Kita beli yang ini?" Tanya Elios tapi Bell menggeleng.
'Ah berarti bukan yang ini.' Batin Elios yang masih memperhatikan istrinya itu. Sedangkan Neil tampak acuh saja sembari beberapa kali melirik keatas panggung menunggu Richela keluar.
Sudah ada 4 perhiasan yang dilelang tapi tak ada 1 pun yang disukai oleh Bell meskipun matanya tampak berbinar tapi dia memang tidak berniat untuk membeli sampai saat Richela muncul, semua orang tampak takjub. Bukan hanya karena perhiasan tapi juga Richela sendiri bagai magnet, seluruh mata terus mengikuti dirinya, begitu juga Neil.
"Jaga pandangan." Tegur Elios sedikit berbisik membuat Neil sadar kalau dia terlalu lama memandangi Richela. Neil mencebik kesal lalu menunduk lagi memperhatikan ponselnya tapi sesekai matanya tetap mengikuti Richela.
Hal itu juga di tangkap oleh mata Rey yang duduk tak jauh dari meja Neil, Rey tersenyum karena tau siapa yang disukai Neil.
'Ah.. ternyata adik dari sahabatmu sendiri, cantik, seksi dan terkenal. Aku akan mengabulkan keinginanmu dan membuatmu masuk dalam jajaran First Class.' Rey membatin dan mulai menyusun rencana di otaknya.
Rey akhirnya pergi dari tempat duduknya dan pergi menemui seseorang, dia membicarakan rencananya dan orang tersebut menyanggupi.
Karena suasana yang ramai dan mulai tak terkendali akhirnya pengawal Richela pun membantu di belakang panggung yang sedang kacau.
Ada orang asing yang masuk dan langsung merampas perhiasan salah satu model dan dengan senjata tajamnya dia menggores lengan model itu. Beruntung semua tamu telah keluar gedung hanya tinggal beberapa yang masih disana mengurus sesuatu.
Setelah kondisi mereda akhirnya semua telah terselesaikan.
"Mana Nona Richela?" Tanya 2 orang pengawal Richela pada panitia di belakang panggung itu.
"Oh tadi sepertinya sudah di bawa rekan kalian untuk pulang." Jawab panitia karena memang melihat 1 pengawal membawa Richela untuk mengamankannya.
"Baik, terima kasih." Balas pengawal itu merasa lega.