My Venus

My Venus
BAB 36



"Hai semuanya, ini akun pribadiku dan saat ini aku baik-baik saja meskipun sedikit kecewa. Aku hanya ingin pamit pada kalian orang-orang baik yang masih percaya padaku. Terima kasih atas dukungannya. Aku akan merenungi banyak hal untuk saat ini dan bye... aku sayang kalian."


Avia menulis pesan perpisahan di akun media sosialnya yang baru, dia mengnonaktifkan pesan dan tidak menerima pesan secara pribadi di akun tersebut.


Hari ini Avia akan berangkat ke tempat Morris untuk menyendiri dan merenungi apa yang kelak akan dia lakukan. Saat masih di mobil dalam perjalanan, Avia kembali menulis pesan.


"Hai Cleo, Bell, Fei, Marcy. Kalian pasti merindukanku ya? Maaf aku pergi tampa pamit secara pribadi pada kalian. Tetap berhati-hati dan jaga diri kalian, aku akan pergi jauh.. jadi jangan merindukankuĀ šŸ˜‰ Tapi jika kalian rindu bisa mencari fotoku yang banyak bertebaran. Aku sayang kalian 😘. Jika ada kesempatan kita akan bertemu lagi. "


.


.


.


"Aaahhh Avia... kau jahat sekali." Teriak Bell yang mendapat pesan tersebut.


"CK... bukannya datang dan berpamitan dulu sebelum pergi. Dasar Via!!" Kata Cleo lalu mengumpat dalam hati.


"Huh.. Via sepertinya sangat terluka. Biarkan saja dia menenangkan diri." Sahut Marcy.


"Benar, dia pasti ingin sendirian. Aku yakin dia akan kembali, kalian seperti tidak mengenalnya saja." Timpal Fei.


Mereka akhirnya hanya diam, apalagi setelah Nicole keluar dari kamarnya.


"Jadi Bell, kau jadi pindah?" Tanya Marcy yang akhirnya memecah kesunyian.


"Iya, aku sudah membeli apartemen yang lumayan lah. Akhirnya aku bisa tinggal sendiri." Jawab Bell dengan senangnya.


"Aku juga sudah menemukan rumah, tidak tertalu besar tapi nyaman untukku." Lanjut Fei.


"Kenapa tidak tinggal di apartemen mewahmu?" Tanya Cleo ingin tau.


"Ck.. malas, soalnya sebelahan sama apartemen milik Susan itu." Jawab Fei dengan wajah kesalnya jika menyebut nama Susan.


"Hem.. benar aku juga malas kalau begitu." Sahut Cleo membenarkan.


"Kamu bagaimana?" Tanya Bell pada Marcy.


"Aku sepertinya sementara akan di rumah, sambil mencari tempat baru." Jawab Marcy yang memang belum menemukan tempat yang dia suka.


"Cleo?"


"Aku juga sudah dapat, tapi masih di tinjau sama asistenku yang baru itu, dia lumayan tau karena pernah bekerja di bidang property." Jawab Cleo.


"Kamu kapan pindah Nicole?" Tanya Marcy pada Nicole yang memang tidak terlalu dekat lagi dengan member VENUS lainnya, hanya Marcy dan Fei yang masih bersikap netral.


"Sore ini." Jawabnya singkat.


"Oh, pindah kemana?" Tanya Fei kemudian.


"Di apartemen RiverSky." Jawabnya lagi dan yang lain sungguh tak percaya karena apartemen itu sangat mewah dan mahal, belum lagi biaya pemeliharaannya sebulan yang juga mahal bahkan bisa menyewa 1 apartemen biasa lagi selama 6 bulan.


"Wow, kau beneran sudah sangat sukses sekarang." Celetuk Cleo.


"Tidak, aku beli yang tower 3." Ucap Nicole lagi.


Ya, memangĀ RiverSky Apartment mempunyai 3 tower, dimana tower 1 merupakan yang termewah sesuai namanya River dan Sky berarti pemandangan yang mereka peroleh adalah sungai dan langit, dengan plusnya adalah pemandangan laut yang indah.


Sedangkan Tower 2 mendapat pemandangan sungai dan kerlap kerlip kota dimalam hari serta taman indah di samping gedung tersebut. Tower 3 hanya pemandangan kota saja tapi tetap mewah.


"Ho.. bagus lah, baiklah kita juga mulai packing. Aku akan pindah besok pagi. Kalau kalian?" Tanya Marcy pada ketiga temannya.


"Aku terakhir, mau packing barang Via, biar kalau dia kembali nanti akan mencariku duluan hehehe." Jawab Bell yang langsung mendapatkan cibiran dari Cleo.


Sedangkan Nicole masih bersantai, dia terlihat tenang tetapi otaknya terus berputar bagaimana cara menyingkirkan Bell dari sisi Elios. Nicole kembali mendapati Bell yang mengobrol mesra dengan Elios melalui ponsel.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Di Gedung T's Group, Elios dan Niel sedang gundah menunggu kabar apakah Avia berhasil sampai dengan selamat. Bukan pekara mudah untuk mencapai tempat Morris, Avia harus mendaki gunung, melewati lembah dan sungai hanya untuk menemukan mansion mewah disana. Seperti kartun zaman dulu yang berjudul Ninja Hitiri.


"Jangan cemas, kau lupa kalau si tua itu sangat menyayangi Richi?" Ucap Neil pada Elios, Richi adalah panggilan sebenarnya dari Avia yang diberikan oleh keluarganya dulu.


"Ya kau benar, hanya Richi yang boleh memanggilnya kakek, dasar si tua bangka itu.." Gerutu Elios terlihat sebal mengingat bagaimana perlakuan Morris padanya.


"Hahahah kau masih ingat saja, sudah lah.." Tawa Neil terdengar membahana.


"Itu semua gara-gara kau!" Sentak Elios kesal.


"Baik.. maaf."


"Tuan, Nona Avia sudah sampai dengan selamat dan musuh juga sudah terkecoh mengira Nona ada di Belanda." Lapor pengawal berseragam hitam itu.


"Bailah.. tapi sudah kau utus pengawal untuk selalu disampingnya James?" Tanya Elios.


"Sudah Tuan, Xena sedang bersamanya dan dia petarung wanita terbaik." Jawab James dan Elios mengangguk. Dia tau siapa Xena dan sepertinya mereka akan cocok.