My Venus

My Venus
BAB 78



"Bell, are you ok?" Richela menghampiri Bell yang sedang menyusui baby El, Bell terlihat biasa saja padahal tadi pagi dia sempat mengamuk melihat berita pagi.


"Ya, sudah baikan setelah marah-marah tadi." Jawab Bell pelan karena Elenio hampir tertidur.


Setelah Elenio tidur mereka keluar dari kamar dan menuju balkon, siang yang tampak mendung dan dingin itu berhasil membuat Bell sedikit tenang dan kemarahannya mereda.


"Yakin duduk disini, dingin Bell." Ucap Richela tapi Bell tetap memaksa duduk di balkon menikmati angin dingin menerpa kulitnya, setidaknya angin dingin ini bisa mendinginkan kepala dan hatinya yang panas.


"Heehh.. aku merasa ada seseorang yang tidak suka padaku karena menjadi istri Elios." Kata Bell sambil menatap jauh ke depan entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


"Nicole.." Gumam Richela dan Bell langsung menoleh padanya.


"Benar Via, itu pasti Nicole tapi... kenapa dia punya foto itu dan apakah dia terlibat?" Bell bertanya-tanya karena dia juga terlalu ingat apa yang terjadi saat itu.


"Kita ke kantor kakak, cepat." Ajak Richela dan mereka bergegas pergi.


"Suster, titip baby El ya.. kalau rewel cepat hubungi aku." Pamit Bell lalu dia mengikuti Richela keluar untuk ke kantor Elios dan Neil.


.


.


Richela turun dari mobil diikuti oleh Bell, mereka melalui lobi perusahaan karena tidak perlu ada yang di sembunyikan lagi.


"Selamat siang Nyonya Bell dan Nona Richela." Sapa pengawal yang langsung mendekat ketika melihat istri dan adik dari direktur Tierney Group.


"Selamat siang, apakah Elios ada?" Tanya Bell yang tetap berjalan menuju lift. Semua karyawan yang sedang bekerja sampai berhenti sejenak melihat Bell dan Richela yang baru pertama kali datang ke perusahaan.


"Tuan Elios ada di ruangannya Nyonya, mari saya antar." Jawab pengawal itu dan mereka akhirnya masuk ke lift khusus. Bell sudah tidak sabar untuk mengatakan ada Elios tentang dugaan mereka tentang Nicole yang dibalik semuanya.


Di dalam ruangan kantornya, Elios, Neil, James dan Robb sedang berdiskusi. Mereka membicarakan tentang club malam yang sedang di pantau oleh Robb.


Tiba-tiba Bell dan Richela masuk membuat mereka sedikit terkejut karena wanita kesayangan mereka tidak pernah sekalipun muncul di perusahaan.


"Baby, ada apa?" Tanya Elios yang langsung menyambut kedatangan istrinya begitu juga Neil.


"Kami.. maaf mengganggu kalian." Ucap Richela dengan tidak enak hati melihat Robb dengan pakaian dinasnya.


"Tidak apa-apa kami juga ingin membicarakan ini dirumah nanti." Jawab Neil lalu mereka pindah ke ruang meeting karena lebih luas.


"Jadi , ada apa kalian kemari?" Tanya Neil menatap wajah cantik Richela yang duduk di sebelahnya.


"Kami menduga kalau ini perbuatan Nicole." Jawab Bell kemudian Neil dan Elios saling pandang.


"Kami juga menduga hal itu tapi tidak ada bukti." Sahut Neil.


"Nicole sudah mencintai kakak sejak dulu masih di VENUS dan sepertinya dia marah, kalau aku ingat-ingat mungkin hal dulu yang terjadi padaku juga dia dalangnya karena tidak berselang lama foto dan video kita yang keluar dari kamar hotel." Jelas Richela meyakinkan.


"Jadi tidak ada cara untuk mencari bukti keterlibatan Nicole?" Tanya Bell yang sudah menunjukan wajah kesalnya.


"Tenang saja baby, kita akan cari cara lain."


Tok tok tok


"Permisi Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu. Dia dari perusahaan Kirios, Tuan Mahesh." Lapor salah satu pengawal dan Elios sedikit bingung. Karena dia tidak ada rencana bisnis atau pun bertemu dengan Mahesh Kirios itu, apalagi produk mereka selalu bersaing ketat di pasaran.


"Sebaiknya kita temui dia, mungkin ada sesuatu yang penting hingga dia datang menemui kita." Ujar Neil dan Elios megangguk setuju. Mereka keluar menemui Mahesh Kirios.


"Selamat siang Tuan Elios dan Tuan Elios." Sapa Mahesh dengan mengembangkan senyum tipis. Pria campuran India dan Yunani ini juga tipe yang kurang bersahabat dengan orang baru.


"Silakan duduk, sepertinya ada hal penting yang membuat anda sudi menginjakkan kaki di tempat ini." Sarkas Neil yang memang sedikit tidak suka dengan Mahesh. Neil sudah menyelidiki kalau Kirios juga bukan sembarang perusahaan. Di negara ini memang mereka hanya mempunyai perusahaan di bidang elektronik rumah tangga, tapi di beberapa negara lain, semua barang elektronik mereka produksi dan tidak bisa di remehkan.


"Saya ingin bicara dengan Tuan Elios setelah melihat berita pagi tadi, sepertinya kita mengejar orang yang sama." Jelas Mahesh dan Elios tampak tenang meskipun ada rasa penasaran


"Maksud anda, yang terjadi dengan istri saya?" Tanya Elios memastikan.


"Orang yang mengunggah foto itu terlacak di pasar yang sangat ramai yang ada di timur kota ini, benar kan?"


Elios mengangguk dan dia berpikir mungkin saja pria di depannya ini bisa membantu penyelidikannya.


"Kenapa anda bisa tau?" Tanya Elios lagi.


"Yang terjadi pada Amber adalah ulah orang yang sama." Jawab Mahesh.


"APA?? Jadi yang terjadi dengan Amber juga Nicole?" Teriak Richela yang kebetulan mendengar perkataan Mahesh sat dia keluar ruang meeting untuk ke toilet.


"Oh Nona Richela juga ada disini rupanya. Salam kenal, anda sangat cantik." Mahesh berdiri lalu mendekati Richela dan berjabat tangan.


"Sudah, jangan lama-lama." Sentak Neil lalu menatap tajam ke Mahesh.


"El.. kami cuma berkenalan." Tegur Richela yang tau kalau tunangan posesifnya ini pasti sedang cemburu.


"Jadi Tuan..."


"Mahesh."


"Ah ya Tuan Mahesh, apa yang terjadi dengan Amber dan Tuan ada hubungan apa dengan Amber?" Tanya Richela yang mulai penasaran.


"Kita bicara di dalam." Potong Elios lalu mereka semua masuk kembali ke ruang meeting yang ada di ruangan Elios.


Robb, James dan Bell yang masih di ruang meeting tersebut sedikit bingung dengan pria yang baru masuk itu. Tapi setelah di jelaskan oleh Elios mereka paham bahwa pria ini juga mengejar orang yang sama.


"Bisa kau mulai menjelaskan?" Tanya Neil sedikit kesal karena Mahesh terus menatap kagum pada Richela. Mahesh hanya tersenyum dan memulai ceritanya.