
"APA?" Teriak Richela terkejut mendengar cerita Mahesh yang belum selesai.
"Ya, kami sudah menikah dan sekarang Amber sedang hamil 2 minggu, aku baru tau tadi malam." Sambung Mahesh yang membuat Richela makin tak percaya.
"Kau tidak menipunya kan? Dia itu masih polos Tuan Mahesh." Ucap Richena dengan menekan suaranya karena geram.
"Awalnya hanya kesepakatan, tapi akhirnya aku jatuh juga. Siapa yang tidak terpesona dengan Amber." Jawab Mahesh dengan santai. Berbeda dengan Neil yang mendengus kesal.
'Sudah menikah tapi masih coba mendekati Richi, dasar hidung belang.' Rutuk Neil dalam hati.
Richela yang tidak percaya memicingkan matanya melihat Mahesh, pria tampan dengan wajah bule perpaduan india yang eksotis menurutnya.
"Apakah Amber juga mencintaimu?" Tanya Richi dengan tatapan curiganya.
"Tanyakan sendiri padanya nanti, yang penting aku ingin mencari siapa yang menjebaknya." Jawab Mahesh dengan wajahnya yang berubah menjadi serius.
"Anda punya bukti apa Tuan Mahesh?" James yang bertanya.
"Belum banyak, hanya lokasi IP terakhir si pengunggah." Jawab Mahesh lalu menjelaskan lokasi yang dia temukan. Tidak berbeda jauh dari lokasi yang di temukan oleh anggota James dan Robb.
"Apakah Sun & Moon terlibat?" Tanya James pada Robb yang menggeleng.
"Sepertinya tidak, mereka tidak akan gegabah seperti ini. Aku sudah menangkap mereka sejak lama jika ini yang mereka kerjakan." Jawab Robb yang masih ragu.
"Apa rencanamu?" Tanya Neil akhirnya bersuara.
"Adakah orang yang kalian curigai?" Tanya Robb kemudian menoleh pada Richela dan Bell.
"Nicole." Jawab Richela singkat.
"Ehm... aku mengerti, Amber selalu nomor 1, jika Amber tersingkir maka Nicole yang naik di minggu terakhir." Lanjut James dan semua yang disana mengangguk setuju.
"Kasus ku dulu juga ulah Nicole tapi entah kenapa malah semua diakui oleh Diana, apakah kita bisa menemuinya?" Tanya Richela.
"Kami tau dan memang tidak memperpanjang, kasusmu waktu itu sengaja kami diamkan untuk membalas Nicole dalam sekali tembak dan sepertinya sekaranglah waktunya."
Richela langsung melihat kearah Elios, penuturan Elios membuatnya sedikit terkejut.
"Jangan marah, kami hanya menunggu waktu yang tepat. Kami ingin menangkap mereka sekaligus." Ujar Neil yang tau kalau Richela pasti sedikit emosi mendengarnya.
"Baiklah.. aku juga tidak mau mengusiknya waktu itu. Malas." Balas Richela dan Neil mengangguk.
"Jadi bagaimana dengan tawaranku?" Tanya Robb mengarah ke Neil dan Elios.
"Tidak! Aku punya istri dan anak, itu beresiko." Tolak Elios lagi dengan tegas. "Neil saja, dia belum menikah."
"Oh NO! Aku tidak mau." Tolak Neil juga
"Ada apa ini? Tawaran apa?" Tanya Bell penasaran. Akhirnya Bell bersuara yang sejak tadi diam dan hanya mendengarkan.
"Kami ingin masuk lebih dalam ke Sun & Moon, tahun lalu ada seorang gadis remaja yang melapor di lecehkan dan di perkosa di dalam club Sun & Moon. Tetapi kasus itu di abaikan begitu saja sampai gadis itu akhirnya ditemukan meninggal, sepertinya bunuh diri. Aku tidak di izinkan menyelidiki lebih lanjut, jadi aku melakukan penyelidikan rahasia namun buntu karena club itu sangat ketat penjagaannya." Jelas Robb.
"Ada yang lain tapi mereka bungkam. Hasil penyelidikan James menyatakan kalau mereka sangat licik. Menggunakan gadis polos dan menawarkan menjadi model atau artis tapi mereka berakhir menjadi pemuas nafsu pelanggan VIP disana. Lalu ada beberapa aktris, penyanyi, grup idola wanita yang menjadi korban juga tapi tidak ada yang berani speak up."
"Ya, kami menemukan banyak bukti tapi tidak bisa menyerahkan ke polisi karena mereka takut untuk menyelidiki club itu. Anggotaku sering melihat Jose, Justin dan Reymond disana. Bahkan Reymond adalah pemilik bar itu. Untuk pelanggan VIP sering bertemu mereka namun tidak ada yang bisa kami selidiki lebih jauh. Pelanggan VIP mereka adalah pengusaha, aktor ternama, penyanyi ternama, pekerja pemerintahan dengan jabatan tinggi dan lainnya. Maka Robb meminta bantuan Tuan Elios dan Tuan Neil untuk menjadi pelanggan mereka dan jika Tuan Elios dan Tuan Neil masuk, mereka akan menjadi pelanggan VVIP dan mendapatkan akses yang lebih dalam. Kemungkinannya juga akan bertemu dengan pemilik sebenarnya tempat itu." Jelas James.
Bell hanya diam, namun dirinya juga tidak bisa membiarkan banyak gadis tidak berdosa menjadi korban tapi juga tidak rela Elios masuk ke tempat jahanam itu.
Richela juga menata Neil, dia bingung karena Neil bukan tipe pria yang suka dengan hal begitu. Ya meskipun Neil juga sangat mesum terhadap dirinya.
"Hanya Neil yang cocok berada di sana." Kata Richela membuka suara setelah senyap sejenak.
"Maksudmu apa sayang?" Tanya Neil tidak habis pikir Richela berkata begitu.
"Kalau kak Elios yang disana maka akan menimbulkan kecurigaan, cocoknya ya kamu, Elios Tierney yang asli dan tidak punya pasangan muncul menjadi diri sendiri yang ternyata juga pria brengsek. Nah karakter itu yang harus kau perankan agar bisa menjadi pelanggan VVIP." Jelas Richela.
"Tidak mau!" Tolak Neil tegas.
"Ayolah... nanti kau bisa minta mereka menjebakku dan kita disana bersama." Bujuk Richela.
"NO!! Apalagi kau juga ikut, apa kau tau betapa bejadnya Jose dan Justin? Mereka bukan hanya brengsek tapi juga predator!" Kini Neil sudah menaikkan nada bicaranya, menolak tegas permintaa Richela.
"Yang dikatakan Nona benar tuan, ini kesempatan bagus." Timpal James yang langsung dapat tatapan tajam dari Neil.
"Aku juga akan ikut." Ujar Mahesh yang sejak tadi menyimak.
"Kita ini saingan bisnis, akan menimbulkan kecurigaan." Balas Neil.
"Aku akan masuk dengan caraku sendiri." Sahut Mahesh dan mereka akhirnya setuju setelah berdebat panjang.
`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`.`
"Sayang... kau yakin akan membiarkanku disana?" Tanya Neil lembut pada Richela.
Gadis kecil kesayangannya itu pulang sangat larut malam karena syuting, setelah pulang ternyata Neil sudah menunggunya.
"Iya.. kita harus membantu gadis-gadis malang disana. Tenanglah tadi Robb bilang kalau kau bisa request siapa yang menjadi korbanmu, jadi mintalah pada mereka beberapa nama. Nanti aku carikan temanku yang bisa membantu." Jawab Richela tapi Neil tetap enggan ke tempat itu.
"Ayolah sayang... kita gerak cepat dan selesaikan semuanya lalu menikah, jika ini selesai aku bersedia menikah tanpa di rahasiakan." Bujuk Richela lagi yang langsung membuat Neil semangat.
"Benarkah? Kau jangan ingkar, berjanjilah." Kata Neil yang langsung duduk tegap menatap Richela.
"Iya aku janji, sudah ayo tidur, aku lelah."
"Siap.."
Richela langsung merebahkan dirinya diatas ranjang, kepalanya bersandar pada dada bidang Neil dan tak lama dia sudah tidur dengan nyenyak.
Sesekali Neil mengecup puncak kepala dan mengelus rambut Richela, dia sudah tidak sabar ingin cepat menikahi gadis pujaan hatinya itu. Neil masih tersenyum membayangkan seperti apa nanti pernikahannya dan apakah anaknya nanti akan selucu Baby El? Atau anaknya nanti laki-laki atau perempuan?
"Ah aku ingin anak perempuan, pasti cantik sepertimu Richi sayang..." Gumam Neil pelan.