
Sabtu siang, peserta final sudah berada di studio 1 TVB dan latihan masing-masing sambil menunggu acara yang akan tayang live jam 7 malam ini.
"Nicole tersenyum senang karena perhitungan voting hanya tinggal malam ini sampai besok malam, jadi jika dia menyebarkan skandal Amber malam ini, maka bisa dipastikan Amber akan berakhir, dia akan tersingkir pada acara minggu depan. Terlihat Amber juga biasa saja, dia hanya terlihat lelah karena efek obat bius yang tidak dia ketahui.
Setelah Amber di tinggalkan disana, dia di selamatkan oleh salah satu pria yang tidak sengaja salah masuk kamar VIP itu dan membawa Amber ke hotel terdekat tanpa ada yang tau. Amber hanya bangun dalam keadaan pusing pagi tadi, dia bingung bagaimana bisa berada di hotel dan disana ada seorang wanita yang mengaku menolongnya yang pingsan di toilet. Ponsel 2 temannya juga tidak bisa dihubungi.
"Amber kenapa?" Tanya Monica tapi Amber hanya menggeleng lemah.
"Aku hanya pusing, tidak apa-apa dan sudah minum obat." Jawab Amber sambil mengulas senyum terpaksanya.
"Semangat Amber, ini 2 penampilan terakhir sebelum pemilihan minggu depan." Ucap Monica dan Ambr mengangguk paham.
Setelah 1 setengah jam, acara berakhir meriah. ke lima peserta menampilkan penampilan terbaik mereka dan semuanya puas, begitu juga para juri yang bahkan bertepuk tangan dengan semangat.
Sesampainya kembali di asrama, mereka yang memang lelah langsung tertidur bahkan Amber dan Jean tidak sempat membersihkan diri.
Tepat pada jam 3 dini hari, salah satu akun di aplikasi burung biru yang suka berkicau seenaknya menjadi gempar. Video 13 detik Amber telah diunggah tampa ada yang tau, namun si burung biru sudah beraksi, akun-akun menyebarkan dengan liar kemana pun tanpa sensor.
"Ah.. Amber yang imut dan polos ternyata tidak seperti itu."
"Ini sungguh pemandangan indah tapi aku yakin fans nya kecewa."
"Ada yang versi lengkap? Kirimkan padaku, aku tergila-gila padanya."
"Ah dia ternyata sangat liar, aku tau itu tempat apa."
"Jangan sebut nama tempat itu, berbahaya, aku juga tau dan siapapun yang keluar dari sana sudah pasti menjual diri."
"Aku sudah pernah kesana dan wow.. mereka cantik."
Pagi harinya, Amber yang masih linglung sudah di bawa oleh Valeria bertemu dengan para panitia dan menunjukkan video itu, Amber sangat terkejut dan tidak tau menau tentang hal ini.
"Tidak.. aku tidak melakukan apapun." Kata Amber membela diri.
"Bisa kau ceritakan dimana dan apa yang kau lakukan selama libur?" Tanya Valeria.
"Aku hanya ke rumah temanku dan menginap disana, siangnya memang ke Sun & Moon bar untuk makan siang." Jelas Amber masih menyembunyikan fakta yang sebenanrnya yang tentu dia sendiri tidak tau.
Setelah berdiskusi, akhirnya panitia dan Agency yang Amber naungi membuat pernyataan kalau video itu editan, hingga Amber tidak dikeluarkan dari kompetisi ini tetapi fans Amber sudah kecewa dan beberapa akun menyatakan kalau itu asli.
Amber hanya bisa menangis di kamar, Richela menghampiri karena dia pernah mengalami hal ini juga.
"bagaimana kau bisa menghadapi ini Richela, aku seakan ingin mati saja." Ucap Amber masih dengan tanginya yang tidak berhenti juga. Richela tidak menjawab, hanya memeluk gadis rapuh itu. Hanya itu yang dia butuhkan saat ini.
"Tidak ada yang percaya padaku dan aku juga bingung dengan apa yang terjadi." Katanya lagi.
"Aku percaya." Balas Richela.
"Aku pernah di posisi ini dan aku mengerti. Tapi jangan putus asa, karena hidup masih berjalan dan aku yakin kebenaran akan terungkap oleh waktu." Ucap Richela dan Amber sudah sedikit lebih tenang.
Acara tetap harus berlangsung, tidak ada eliminasi kali ini. Hanya memperlihatkan perolehan peringkat sementara dan masih bisa berubah kapanpun. Voting akan di akumulasi dari sampai minggu depan untuk mendapatkan hasil pemenang.
"Selamat, Nicole masih di urutan pertama." Kata salah satu staff yang bertugas saat itu. Selainnya hanya bisik-bisik yang terlihat membicarakan Amber yang turun peringkat bahkan perolehan suaranya jatuh merosot jauh.
"Amber, jangan sedih. Bukan hanya di tempat ini kau bisa menggapai impianmu, masih banyak tempat lain dan mungkin saja garis takdirmu berbeda nantinya." Bujuk Richela lagi yang melihat Amber benar-benar terpuruk.
Berbeda dengan Nicole yang terlihat tersenyum bahagia karena persentase votingnya dengan Richela yang berada di nomor 2 sangat jauh berbeda, 8% cukup banyak untuk dapat melampauinya.
"Terima kasih, aku akan berusaha." Jawab Nicole masih dengan senyum yang mengembang.
.
.
.
Meeting mendadak untuk panitia di mulai, semua mempertanyakan posisi Amber di acara Be A Star, mereka ingin mengeluarkan Amber dan menaikkan kembali Xena yang ada di posisi 6 tetapi Xena dengan tegas menolak saat di hubungi oleh salah satu panitia.
"Sebaiknya kita biarkan saja, lagi pula posisi Amber sudah merosot jauh dan tidak mungkin naik lagi." Saran salah satu dari mereka.
"Benar, hanya tinggal seminggu saja. Jikalau Xena menerima tawaannya kami tidak yakin dia bisa mengikuti pertunjukan minggu depan." Sambung lainnya hingga keputusan teah di tentukan bahwa Amber masih akan di posisinya sekarang. Hanya tinggal 1 episode saja.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Seminggu terewati dengan baik, tapi tidak dengan Amber. Dia lebih banyak diam karena komentar public semakin membuatnya terpuruk. Dia akan hiatus setelah acara ini berakhir, dia sangat malu apalagi orang tuanya juga marah dan tidak percaya padanya. Sementara 2 temannya masih tidak bisa dia hubungi sama sekali.
Panggung megah nan mewah sudah sejak tadi ramai karena setengah jam yang lalu sudah banyak penyanyi dari solo, duet sampai group yang telah tampil menghibur para penonton yang menunggu ke lima peserta.
"Dua menit lagi kalian naik, bersiap!" Terdengar teriakan panggilan untuk 5 peserta yang telah menggunakan kostum dengan nuansa seragam untuk menyanyikan lagu Be A Star.
Akhirnya mereka naik dan menyanyikan lagu itu dengan penuh emosi, dari haru, sedih, bahagia sampai akhirnya mereka menangis bersama.
Lagu dengan durasi 3 menit 40 detik itu berakhir denga tepuk tangan meriah. Diantara penonton duduk Elios dan Niel di tempat VIP bersama beberapa dari jajaran petinggi di stasiun TV ini.
Richela tampak tersenyum lebar begitu cantik menatap arah Elios dan Neil. Hal itu tertangkap mata Nicole yang melirik ke arah Richela dan mengikuti arah matanya.
Elios terlihat senyum tipis, sambil bertepuk tangan. Matanya memandang lekat pada Richela dan ada sorot yang begitu bangga dengan gadis itu. Nicole hanya terpaku pada Elios sampai tidak menyadari kalau di sebelah Elios ada Neil yang tersenyum dengan tatapan penuh cinta ke arah Richela.
Tepat 4 baris diatas mereka ada Bell, Marcy, Cleo dan Fei yang juga hadir. Mereka memberi dukungan pada sisa peserta dan tersenyum bangga melihat 5 gadis cantik diatas panggung.
Berbeda dengan Bell yang selalu mendukung Richela dan meneriakkan namanya sejak tadi.
"Kau ini.. sudah jadi ibu masih seperti gadis remaja." Tegur Marcy melihat Bell yang berdiri dan mengangkat tangan sambil meneriakkan nama Richela.
"Biar saja, kapan lagi bisa seperti ini." Balas Bell yang masih berteriak mengikuti para fans Richela yang ada di bagian bawah.
"Setelah ini mereka akan menari?" Tanya Cleo pada Fei yang sejak tadi diam dan memperhatikan fans Richela yang sangat banyak, bahkan hampir semuanya meneriakkan namanya. Fei bersyukur akhirnya Richela kembali lagi.
"Iya tapi lebih tepatnya 2 lagu dari Shane dan Delano." Jawab Fei yang sudah tau urutan acaranya. Fei yang ada kontrak dengan TVB tentu saja tau, karena acara berita siang tadi tentang malam final Be A Star dialah yang menjadi pembawa acaranya.
"AH... aku tak sabar." Ucap Cleo yang merasa 2 lagu itu sangat lama.
Sementara di ruang ganti sedang sibuk karena mereka hanya punya waktu 8 menit untuk berganti pakaian yang sangat ribet. Kostum menari tarian tradisional China sehingga mereka harus menggunakan Hanfu dress yang telah di modifikasi untuk dapat bebas bergerak.
.
.
.
Kelima peserta kembali ke panggung yang masih gelap, mereka bersiap pada posisi masing-masing sampai lampu dinyalakan, semua bersorak karena kemegahan dan juga kecantikan masing-masing peserta.
Mereka berdiri dengan berpose sesuai koreografi, dengan Richela berada di tengah, dia duduk bersimpuh dan menunduk dalam menggunakan pakaian dengan warna merah dan emas. 2 orang lainnya masing-masing di sebelah kanan dan kirinya seperti penari latar menggunakan warna merah dan pink.