
Pesta masih berlangsung dan kedekatan Bell dan Richela menjadi sorotan malam itu. Adik dan kakak ipar sama-sama mantan member VENUS dan kini menjadi keluarga.
Bell terlihat menggendong baby El yang sudah mengantuk, sehingga dia harus pamit kembali ke kamar hotel khusus Elios.
"Mau aku temani?" Tanya Richela.
"Tidak, tapi.. boleh deh." Jawab Bell berubah pikiran karena dia melihat Nicole yang menatap tajam pada dirinya.
Bell memberikan senyum menyeringai pada Nicole sehingga gadis itu mengeraskan rahangnya dan mengepal tangannya kuat.
"Sepertinya ada yang marah pada kita." Bisik Bell saat mereka melangkah keluar dari aula diikuti 2 bodyguard dan 1 nanny.
"Padamu saja, padaku tidak." Jawab Richela membuat Bell tertawa kecil. Lalu mereka bersama masuk ke kamar. Bodyguard dan nanny masih menunggu di ruang tunggu kamar tipe president suite itu.
\= = = = =
Elios dan Neil masuk ke kamar, mereka menggeleng melihat Bell dan Richela telah tertidur bersama baby El di tengah mereka.
"Aku akan bawa Richi ke kamarku." Neil langsung menggendong Richela ala bridal style, dia tau bahwa gadis kecilnya ini sangat lelah karena beberapa hari kurang tidur karena syuting drama.
Setelah berada di kamarnya, Neil membuka gaun Richela dan memakaikan gaun tidur dan menyelimutinya.
Richela terbangun lalu tersenyum pada Neil, "Aku malas membersihkan wajahku El.. ngantuk." Ucap Richela pelan dan kembali memejamkan matanya.
"Tidur saja, akan aku bersihkan." Jawab Neil lalu dia membawa kotak make up Richela yang telah diantarkan asistennya tadi.
"Bersihkan yang benar." Gumam Richela masih memejamkan matanya saat Neil menyapukan kapas dengan toner ke wajahnya.
Neil dengan perlahan membersihkan wajah Richela lalu memakaikan pelembab dan selesai. Gantian Neil yang membersihkan diri lalu ikut berbaring dan memeluk Richela.
.
.
.
Pagi hari sudah terjadi kehebohan karena seluruh berita membicarakan tentang siapa sebenarnya Elios N. Tierney juga pengakuan Elios Talis dan Bell.
"Waw.. Bell hampir jadi keluarga Tierney, tapi tetap saja dia ibu direktur Tierney Group."
"Bell yang beruntung. Tapi Richela sangat mengejutkan."
"Kenapa Richela harus bersusah payah kalau dia sebenarnya bisa memiliki semuanya?"
"Kini terjawab sudah kenapa Richela sejak remaja terlihat seperti anak orang kaya."
"kalian lihat itu? Kalian yang mencela Richela dulu."
"Aku yakin setelah ini Richela dan Bell akan sibuk."
"Aku iri pada mereka."
"Kehidupan orang kaya sangat membingungkan."
.
.
"Sialann kalian berdua!!" Teriaknya lagi lalu terduduk di tempat tidurnya. Emosinya memuncak sampai dia tak sadar kalau ponselnya sejak tadi bergetar menandakan penggilan masuk.
Nicole merebahkan dirinya, air matanya tiba-tiba luruh begitu saja, "Kenapa kau sudah menikah? Apa benar Bell melahirkan anakmu? Tidak! ini tidak mungkin! Kau pasti di jebak oleh Bell.. dia tidur dengan pria tua itu." Gumam Nicole dia teringat sesuatu dan segera mencari ponselnya.
Dilayar ponsel terlihat 4 panggilan masuk dari Justin tapi Nicole mengabaikannya. Dia mencari foto yang dulu di kirimkan salah satu pengawal bayaran yang membawa Bell ke kamar hotel dengan seorang pria tua.
"Ini dia.. kau akan hancur lagi Bell." Ucap Nicole lalu mengirimkan foto itu ke salah satu akun gosip di social media.
"Untung ponsel ini tidak aku buang, berguna juga." Gumam Nicole lalu dia mengirim pesan ke Justin untuk tidak mengganggunya malam ini. Ponsel rahasia miliknya yang hanya digunakan saat tertentu saja.
Nicole yang sama sekali tidak tidur, siang ini sudah harus bergegas ke lokasi syuting filmnya. Dia bersikap profesional dan tidak mengeluh sedikitpun selama proses syuting di luar ruangan yang dingin.
Nicole memang telah berubah, dia menjadi aktris yang cukup di perhitungkan karena sikap tangguhnya kali ini.
\= = = = =
Richela bangun tidur saat sudah siang, dia memang tidak ada pekerjaan sampai malam nanti untuk syuting sebuah iklan mobil mewah.
"Kau tidak kerja El?" Tanya Richela yang bingung melihat Neil masih di tempat tidur, duduk selonjoran sambil memainkan ponselnya.
"Tidak, ada Elios yang mengerjakan semuanya." Jawab Neil masih asik dengan ponselnya dan wajahnya sangat serius.
"Ck.. kau ini.." Richela yang kesal merebut ponsel Neil lalu menyembunyikan ponsel itu di bawah bantalnya.
"Tunggu sayang.. ada hal penting." Neil menelusupkan tangannya ke bawah bantal Richela ingin mengambil ponselnya kembali tapi dengan cepat Richela menarik tangan Neil lalu mendorong pria itu hingga tubuh Neil kembali tiduran. Richela dengan gesit duduk diatas perut Neil dan menunduk mencium Neil yang tentu saja di sambut olehnya.
"Kau sudah mulai nakal.. bulan depan kita menikah." Ucap Neil begitu Richela melepaskan ciumannya.
"Bulan depan? Aku sibuk dan tidak punya waktu El sayang.." Jawab Richela tapi Neil menggeleng.
"No no no, sudah aku pastikan bulan depan tanggal 5 sampai 16 kau libur dan kita akan bulan madu di pantai, kau bisa memakai bikini sepuasmu." Neil membalikkan Richela dan sekarang gadis itulah yang ada di bawahnya.
"Dapat.." Ucap Neil saat mendapatkan kembali ponselnya.
"Kau curang!" Pekik Richela tapi Neil hanya tertawa.
"Mandilah dan kita temui Bell, kakak iparmu sedang marah sekarang karena foto waktu dia di jebak tersebar." Kata Neil yang sontak membuat Richela terkejut.
"Apa yang terjadi? Lalu Bell bagaimana?" Tanya Richela sedikit panik.
"James sedang mencari tau pelakuknya dengan bantuan polisi cyber. Jadi tenang dulu ya dan temani Bell." Jelas Neil singkat dan Richela patuh, dia segera mandi dan langsung ke apartemen bawah di tempat Elios dan Bell.
.
.
.