
Setelah 24 jam akhirnya Nicole dibebaskan dengan uang jaminan yang cukup besar. Itu diluar kemampuan Richela karena memang peraturannya begitu. Nicole juga harus menghadapi buruan wartawan yang sudah menantinya di luar kantor polisi dan dengan susah payah Ricardo membawa Nicole keluar dari sana dan masuk ke mobilnya.
Nicole hanya diam, dia tidak berkomentar apapun dan dari mana ayahnya mendapatkan uang sebanyak itu. Nicole juga harus membayar penalty dari kotrak kerjanya yang di putus oleh seluruh perusahaan yang menjadikannya model iklan dan T's Ent sebagai efek jera untuk artis lainnya.
"Dad akan menjual apartemenmu dan rumah dan mobil mewahmu, kita lunasi semuanya dan pindah ke tempat adikmu. Kita akan tinggal di desa dan biarkan adikmu menikmati kuliahnya."
"Hm.." Jawab Nicole dengan suara lemah, dia tidak tau akan berbuat apa setelah ini. Rumah mewahnya juga akan dia jual untuk menyambung hidup di pedesaan nantinya.
Setelah beberapa hari, sekarang Nicole sedang duduk di ruang tamu sambil mengepak barang mereka yang akan dikirimkan ke luar negri di rumah baru mereka di pedesaan. Sambil menonton tv Nicole akhirnya tau kalau besok adalah hari pernikahan Richela dan Elios Neil Tierney. Nicole sedikit terkejut karena Neil adalah tunangan Richela selama ini begitu juga masyarakat luas apalagi mereka sudah menikah di catatan sipil sebulan yang lalu.
"Semoga kau bahagia dan bisa membuat keluargamu sendiri Richela." Doa Nicole tulus dan dia tersenyum tipis melihat betapa Richela dan Neil tampak bahagia.
-,-,-,-,-,-,-,-,-,-
Richela dan Bell tampak sangat cantik dengan gaun pengantin mereka masing-masing. Bell yang tampak imut dan cantik berbeda dengan Richela yang elegant dan sexy. Pilihan gaun mereka memang cocok untuk postur tubuh masing-masing.
Dua pernikahan jadi satu, begitu mewah dan megah membuat siapapun iri melihatnya.
Acara yang meriah ini menjadi tayangan yang paling banyak di tonton karena beberapa stasiun tv menayangkan berita tentang pesta pernikahan ini.
"Kau senang baby Bell?" Tanya Elios yang terus menggandeng Bell karena begitu banyak yang ingin bersalaman dengan ibu 1 anak itu yang masih terlihat imut.
"Senang sekali sampai ingin melompat-lompat rasanya." Jawab Bell.
"Tidak boleh, jangan membuat anak kita terkejut ya.." Ucap Elios dan Bell hanya tertawa mendengarnya, tidak mungkin dia melompat juga karena pasti bahaya untuk janinnya.
Begitu juga dengan Neil yang tidak bisa jauh dari Richela yang begitu memukau, cantik dan sexy seperti Richela biasanya.
"Kenapa melihatku terus?" Tanya Richela heran melihat Neil yang terus menatapnya.
"Cantik, sepertinya aku harus menyimpanmu agar tidak di pandangi oleh orang lain." Jawab Neil sambil menghela panjang karena dia tau itu tidak mungkin. Richela masih banyak kontrak kerja bahkan 2 drama masih menunggunya.
"Hahaha ada-ada saja." Tawa Richela yang terlihat cantik. Semuanya terus terekam dari jauh oleh banyak kamera wartawan yang sudah di sediakan tempat khusus agar tidak mengganggu tamu lainnya.
"Setelah ini kita langsung ke Indonesia, ikut James liburan juga bulan madu." Ujar Neil.
"Loh.. bukannya James akan menikah juga?" Tanya Richela bingung.
"Sudah tadi pagi dan dia cuti 2 minggu, mereka akan bulan madu di Indonesia dan kita ikut." Jawab Neil.
"Kalau kita ikut berarti James tidak cuti." Celetuk Richela.
"Cuti, kita ke.. mana ya? Pantai pokoknya di salah satu pantai disana dan aku sudah sewa seluruh pantai hanya untuk kita berdua. Nah, James akan ke kampung halaman Silvia di daerang pegunungan yang jauh dari lokasi kita sayang." Jelas Neil panjang lebar barulah Richela mengerti.
"Aku boleh pakai bikini ya.." Gumam Richela.
"Lebih baik tidak pakai baju." Bisik Neil.
"Dasar mesum." Richela mencubit lengan Neil yang sangat mesum menurutnya.
"Aku mesum hanya padamu sayang." Goda Neil lagi.
"Jadi tidak ada yang naik kesini untuk bersalaman?" Tanya Richela karena bingung sejak tadi tidak ada 1 pun tamu yang naik.
"Belum, aku tidak mau mereka secara beramai-ramai naik kesini, sebentar lagi James akan mengaturnya. Nah sudah mulai.." Neil menunjuk beberapa tamu yang naik mengarah lebih dulu ke pasangan Elios dan Bell.
.
.
.
"Ahhh kalian benar-benar menyebalkan!" Teriak Cleo yang baru saja datang dan menghampiri Bell. Mereka berpelukan dan tertawa bahagia. Setelah puas dengan Bell, Cleo menghampiri Richela.
"Tidak ada lagi." Jawab Richela meringis karena Cleo dengan gemas mencubit pinggangnya.
"Benar yah..."
"Iya Cleo... nanti kita bertemu lagi ok? Lalu dimana Fei dan Marcy?" Tanya Richela karena tidak meliaht kedua orang itu.
"Fei ada acara di luar negri sampai minggu depan, Marcy juga konser di luar kota." Jawab Cleo.
"Ya sudah, setelah mereka kembali kita hangout bersama. Atur waktunya.." Ujar Richela dan Cleo mengangguk dan pamit turun karena sudah banyak yang antri yang ingin bersalaman dan mengucapkan selamat untuk pasangan ini.
Sampai malam semakin larut 2 pasangan itu pun akhirnya kembali ke kamar hotel masing-masing. Mereka terlihat lelah karena acara ini sungguh ramai dari kolega bisis, teman sampai kalangan artis juga hadir. Semua memberikan selamat pada keluarga yang penuh drama ini dan untunglah endingnya adalah kebahagiaan.
"Besok pagi kita berangkat, jam 5 pagi pakai pesawat komersil." Ucap Neil dan Richela mengerutkan keningnya.
"AKu ingin merasakan bebas dan seperti orang biasa." Lanjut Neil sebelum Richela bertanya.
"Tapi tetap saja kita bukan orang bisa El.. tetap harus ada yang mengawasi." Jawab Richela.
"Tentu sayang, hanya saja mereka akan berbaur seperti kita yang sedang menikmati jalan-jalan kita."
"Ehm.. aku hanya ikut saja, tapi malam ini boleh tidur saja?" Tanya Richela yang dia sudah tau jawabannya. Pasti tidak.
Neil hanya tersenyum dan tidak menjawab. Seperti dugaan Richela, tidak mungkin mereka hanya tidur tapi untunglah Neil mengerti jadi mereka hanya melakukannya sekali lalu tidur.
"Sekali tapi lama." Gerutu Richela yang masih belum bisa terlelap. Dia membayangkan jika hamil nanti, lalu punya anak, anak mereka ada berapa dan bagaimana merawat anak mereka nantinya.
"Anak?"
"Hamil?"
"Hamil!!!"
Richela berteriak dan terduduk, Neil yang hampir terlelap juga terkejut dan ikut duduk.
"Kenapa?" Tanya Neil khawatir.
"Aku sepertinya lupa, belum datang bulan sejak bulan lalu." Jawab Richela lalu menatap mata biru Neiil dengan lekat.
"Oh.. aku kira ada apa. Kau membuatku takut sayang." Balas Neil lalu ingin menarik Richela lagi untuk tidur.
"Kita melakukannya pertama kali 1 setengah bulan lalu dan 1 bulan ini aku belum datang bulan, kau mengerti Tuan Elios!" Bentak Richela galak.
"Ha? Itu artinya... kau hamil?" Tanya Neil terkejut.
"Belum tau, jadi sekarang kau segera ke apotik dan beli test pack." Perintah Richela juga dengan tatapan galak.
"Kenapa Richi ku jadi pemarah?" Gumam Neil lalu memakai pakaiannya, dia terpaksa mengikuti apa yang dikatakan Richela. Meskipun terpaksa karena sudah hampir jam 2 pagi Neil tetap pergi, dia terlihat bahagia.
Hanya 20 menit Neil kembali dan melihat Richela masih duduk namun sudah berganti pakaian dan sepertinya sudah membersihkan dirinya.
"Ini sayang ayo kita tes." Neil memberikan beberapa test pack yang dia beli dan Richela mengambilnya lalu masuk ke kamar mandi diikuti oleh Neil.
"Jangan ikut." Richela mendorong Neil keluar lalu menutup pintu, beberapa menit Richela keluar dan Neil tampak bingung melihat istrinya itu tidak membawa apa-apa di tangannya.
"Di dalam belum ada hasilnya." Ucap Richela dan Neil kemudian masuk menunggu sampai alat itu bekerja dan...
"DUA GARIS!!" Teriak Neil dan Richela yang terkejut lalu melihatnya dan benar saja 2 garis merah, lalu Richela kembali membuka test pack satu lagi. Setelah menunggu ada tulisan pregnant.
"AAHHH AKU AKAN JADI AYAH." Teriak Neil lalu memeluk Richela yang juga syok, tapi dia bahagia.
Neil memeluk Richela dan menggendongnya sambil berputar-putar sampai menurunkan Richela kembali ke ranjang. Neil menciumi wajah cantik istrinya bertubi-tubi meluapkan rasa bahagianya.