
Bianca sudah semakin pusing dengan komentar yang semakin tidak jelas, semua seakan mengenal Avia dan memberikan bukti pendukung kelakukan Avia semasa sekolahnya. Bahkan satu akun berani menunjukan apartement dan alamatnya yang pernah bertetanggaan dengan Avia di apartemennya dulu.
User : [Sha337]
Aku akan bagikan foto apartment ku yang dulu, kami bertetangga dan apartment ini tidak mewah, hanya cukup untuk keluarga dengan 2 anak. Kalian pasti tau ini dimana. Nah yang mengherankan, sejak dia kecil orang tuanya sudah meninggal dan saat dia umur 13 tahun, kakak lelakinya tiba-tiba menghilang (kabarnya dia di penjara) dan dia di asuh oleh pelayan di apartment itu. Semua kebutuhan tercukupi, bahkan makanannya lebih mewah dari kami yang gaji orang tuaku yang melebihi dari cukup. Dia mempunyai barang mewah, dari pakaian, tas, sepatu semuanya merk terkenal. Ini buktinya (photo)
Comment
[Jim2222]
Hei, itu sepatu limited edition, jika kau punya saat ini jual saya, kau akan kaya.
[SandraBbb]
Luar biasa! Dari mana dia dapatkan itu?
[KickYourAs5]
Apakah dia menjual dirinya sejak remaja?
[Hahaha444]
Aku tak percaya, sungguh ini gila. Umur 13 tahun telah memakai sepatu seharga 2 bulan gajiku saat ini.
[Johnjohn]
Sudahlah Avia, mengaku saja apa yang kau lakukan selama ini.
[Lalalaladoremi]
Apakah dia juga jadi simpanan bos Elios sekarang?
x
x
x
999+ comment
"Aku mau pingsan." Ucap Bianca lalu terduduk kembali, dia tidak bisa berkata apapun.
"VENUS akan terancam, ini semua karenamu." Tuding Susan menunjuk ke wajah Avia.
VENUS sedang disidang, lebih tepatnya Avia saja, yang lain tetap harus hadir. Di ruangan meeting di gedung milik Monato Entertainment.
"Bisa kau jelaskan Via?" Tanya Susan menatap tajam mengintimidasi Avia yang duduk tidak tenang.
"Baiklah aku jelaskan kejadiannya, aku memang pernah menampar salah satu siswi ketika di toilet." Ujar Avia memulai ceritanya. Beberapa orang disana tidak percaya karena Avia terkenal sabar dan ramah.
"Tapi itu karena salah dia, kami hanya bercengkrama di toilet sebentar setelah mencuci tangan lalu baju temanku basah dan dia membukanya untuk mengeringkannya sebentar tapi siswi itu, hem.. aku lupa siapa dan bagaimana wajahnya."
"Lanjut saja nama tidak penting sekarang." Potong Susan.
"Dia merekam kami diam-diam dan salah satu temanku menangkapnya. Dia bilang kami seperti pel8acur dan akan menjual hasil videonya. Aku yang emosi langsung menamparnya dan temanku mendorongnya keluar. Kami berhasil menghapus video itu dan yang terjadi anak-anak lainnya jadi membencinya. Menurutku itu bukan salah kami karena siswi itu sampai detik ini tidak meminta maaf."
"Begitulah." Avia mengakhiri ceritanya.
"Lalu tentang postingan kedua, benar itu kamu dan apa tanggapanmu?" Tanya Susan lagi mengacu pada postingan tentang masa remaja Avia.
"Ya benar, saat itu bahkan aku tidak tau kalau sepatu itu begitu mahal. Aku hanya memakai apa yang dikirimkan kakakku." Jelas Avia tapi mereka semakin bingung.
"Kakakmu dimana?" Tanya Bianca.
"Dia hanya bilang bekerja di luar kota dan mengirim seseorang untuk menjaga ku, sejak dulu memang dia keras kepala dan sangat berambisi tapi kakak ku tidak jahat. Dia hanya pergi kerja dan pekerjaan itu sangat beresiko sehingga gajinya tinggi dan itu rahasia." Jelas Avia lagi membuat Cleo dan Fei melongo tak percaya.
"Benarkah? Dimana kakakmu sekarang?" Tanya Susan yang mulai penasaran karena walinya saat dia masuk sebagai murid pelatihan adalah seorang wanita setengah baya yang mengaku kerabatnya dan mereka tinggal bersama.
"Aku tidak tau, dia hanya menghubungiku melalui telepon." Jawab Avia.
"Tapi kakakmu laki-laki atau perempuan Via? karena yang meneleponmu biasanya bernama Elina." Tanya Nicole yang mulai penasaran.
"Kakak lelakiku, hanya 1 dan Elina nama samarannya. Sudah aku katakan kalau pekerjaannya rahasia." jawab Avia dan dia mulai kesal dengan semua ini.
"Kehidupanmu sangat rumit Via, aku pusing." Celetuk Fei sembari menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
Susan dan Bianca sangat pusing mendengar penuturan Avia karena tidak ada bukti apapun.
"Tidak ada bukti tentang barang-barangmu dan juga apakah ada yang bisa bersaksi, secara 3 orang lainnya adalah temanmu dan mereka akan bilang itu tidak sah karena kalian sama." Ucap Bianca membuat Avia hanya bisa tertunduk.
"Tapi aku rasa tentang hidup mewah Avia itu bukan konsumsi public dan itu privacy dia dan keluargnya. Orang lain tidak berhak ikut campur." Sanggah Cleo membela Avia.
"Itu kalau orang biasa, tapi dia Avia VENUS, kalau kalian lupa." Bantah Nicole dengan suara sedikit meninggi tanpa sadar.
"Kau kenapa Nicole, sepertinya sangat kesal?" Tanya Bell akhirnya karena Nicole beberapa waktu ini selalu menghindari Avia dan mereka menyadari itu.
"A aku hanya takut, bagaimana nasib drama kita." kata Nicole mencoba tenang karena tanpa sadar dia mulai emosi dengan semua orang yang seakan membela Avia.
"Rating drama masih aman, belum ada penurunan dan sutradara belum memberi tanggapan. Untuk saat ini kita diam saja menunggu situasi reda." Putus Susan dan meeting berakhir.
"Tenang ya Via, aku percaya padamu." Ucap Bell yang merangkul lengan Avia lalu berjalan bersama mengikuti Cleo dan Fei yang sudah duluan di depannya. Marcy dan Nicole mengekor di belakang.
```````````````````
```````````````````
Beberapa hari terlewati dan belum ada apapun yang terjadi. Namun Nicole dan Diana lebih sering mencari cara agar Avia semakin buruk dimata public dan kesempatan itupun datang sendiri.
"Nicole, kamu kenapa?" Tanya Avia menghampiri Nicole yang sedang istrirahat di kursi tunggu, sedangnya di sekitar mereka tampak kru film sedang memperbaiki setting di dekat kolam renang. Sebentar lagi mereka akan syuting di tepi kolam yang sedang diadakan acara di pagi hari.
"Aku kenapa?" Nicole balik bertanya dengan wajah polosnya. Dia tampak cantik karena mengenakan dress panjang yang terlihat hangat. Sedangkan Avia dengan seragam hotelnya.
"Maksudku kenapa beberapa hari ini kau selalu menghindariku Nicole, katakan salahku apa?" Tanya Avia yang masih berdiri di depan Nicole, Nicole berdiri dan mereka berhadapan.
"Aku membencimu Via, kau munafik dan selalu baik dimata orang-orang, kini saatnya kau jatuh." Bisik Nicole tepat di telinga Avia.
"Nicole, apa maksudmu?" Tanya Avia lalu memegang pundak Nicole tapi Nicole malah jatuh terlempar ke kolam renang, air kolam itu pasti sangat dingin karena memang sedang ditutup untuk umum selagi syuting berlangsung.
Panik, itulah yang Avia rasakan lalu beberapa orang turun ke kolam dan menyelamatkan Nicole yang hampir tenggelam karena syok.
"Kau sangat jahat Via!" Bentak Diana pada Avia yang masih panik karena terkejut. Dia hanya diam dengan wajah cemas dan juga terkejut.
"Aku.. ini tidak.." Avia terbata-bata, saat melihat orang-orang disana menatapnya dengan tatapan tidak suka.