My Venus

My Venus
BAB 35



Diana begitu syok saat ibunya menelepon kalau kakaknya Jannet di tangkap oleh polisi karena kejahatan yang dia lakukan. Diana sudah gemetar ketakutan, dia bisa saja terseret masalah ini.


"Nicole, bagaimana ini? Aku juga akan terseret. Ini semua kan perintah darimu." Ucap Diana pada Nicole saat mereka berdua saja, Nicole tadi menarik Diana ke ruang tunggunya untuk membicarakan ini


"Jangan menyeret namaku, aku sudah membayar mahal padamu untuk menyewa seseorang tapi kau malah mengambil uang itu dan menyuruh kakakmu. Otakmu dimana?" Pekik Nicole yang ingin lepas tangan.


"Tapi semua video itu darimu! Aku akan menyeretmu kalau kau tidak membantuku." Ancam Diana tidak main-main.


"Coba saja, lihat ini." Nicole memutar sebuah video dari ponselnya dan Diana sungguh terkejut.


"Kemarikan ponselmu!" Diana merampas ponsel Nicole tetapi gadis itu lebih cepat darinya.


"Aku akan laporkan ini jika kau menyebut namaku 1 kali saja, aku tau selama ini kau mencuri banyak perhiasan, make up dan apapun itu dari lokasi syuting atau dari para artis lain." Nicole lalu menyimpan kembali ponselnya dan melirik serta tersenyum licik pada Diana.


Tak berselang lama ternyata polisi sudah ada disana dan menangkap Diana. Sedangkan Nicole berpura-pura sedih dan tidak percaya, begitu juga dengan Monato yang lepas tangan karena semua yang dilakukan Diana murni karena dendam pribadi dia dan kakaknya. Perihal bagaimana video itu diperoleh, polisi tidak akan mengusutnya lebih jauh karena permintaan Elios dan Neil.


`'`'`'`'`'`'``'`'`'


`'`'`'`'`'`'``'`'`'


"Tuan, kenapa melepaskan Nicole begitu saja?" Tanya pengawal Elios dan Neil.


"Dia akan terbang semakin tinggi, biarkan saja dia menikmati itu dan akan kubuat dia jatuh dalam sekali tembak." Ujar Elios sengan seringai liciknya namun tetap tampan.


"Jadi dia akan bebas dan baik-baik saja? Tapi aku juga tidak mau dia tertangkap dulu." Tanya Avia yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja milik 2 pria tampan itu.


"Ya, belum saatnya dia jatuh sayang.. biarkan dia menang dan terbang semakin tinggi." Ucap Elios tapi Avia terlihat biasa saja meskipun sangat marah pada Nicole.


"Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Neil.


"Aku ingin.. " Avia terdiam, dia tidak tau mau apa untuk saat ini.


"Menikah!" Potong Elios cepat.


"Tidak mau, aku sudah bilang aku akan menikah saat umurku sudah 25 tahun dan itu 3 tahun lagi. Aku akan terus menari, bernyanyi dan mengasah bakat aktingku saja, sampai tiba saatnya aku akan kembali jika kesempatan itu telah terbuka untukku." Putus Avia dan 2 pria tampan disana tidak bisa membantahnya.


"Jadi kau mau kemana?" Tanya Elios penasaran keinginan kesayangannya ini.


"Aku, ke tempat kakek saja." Jawabnya cepat dan tidak mau dibantah.


"Tapi itu sangat jauh sayang.. kau akan kesepian disana dan si tua bangka itu akan menyiksamu." Sergah Elios dan Niel tampak terdiam dan hanya menghela lemah.


"Baiklah, biarkan saja dia ke tempat Morris, disana jauh lebih aman. Jangan lupa Avia masih diikuti oleh musuh kita." ucap Neil pasrah karena memang Avia masih belum aman saat ini. Kecelakaan yang lalu belum terungkap siapa dalangnya meskipun Neil sudah menerka salah satu dari 2 orang itu lah dalangnya.


"Okeh, besok aku akan berangkat." Ucap Avia lalu dengan santai meninggalkan 2 pria itu bersama 1 pengawalnya.


.


.


.


"Sayang.. My Venus, kau yakin ingin ke tempat Morris?"


"Iya El, aku akan banyak berlatih disana."


"Kau tega meninggalkanku disini?"


"Aku janji, akan segera kembali. Aku janji, berhasil atau tidaknya nanti pas diumurku yang ke 25 kita menikah."


"Baiklah, aku pasrah. Besok kau akan berangkat jadi kemarilah.. aku akan memelukmu sepanjang malam."


"ehm.. i love you El aku akan undur 2 hari lagi baru berangkat."


"My Venus, kau sangat cantik, love you too."


\= = = = = = = =


'Kami meminta maaf sebesar-besarnya untuk segala hal yang membuat fans khawatir tentang VENUS. Kami akan terus menjalankan aktivitas VENUS dengan 5 orang member. Tepat 7 hari yang lalu Avia sudah tidak bersama kami dan VENUS, untuk ini kami sekali lagi memohon maaf atas segala kekacauan yang terjadi. Terima kasih.'


"Hanya ini? Oh aku ingin sekali menendang si Susan itu, dia benar-benar membuatku kesal, tidak ada pembahasan perihal tentang fakta bahwa aku tidak bersalah. Kalau begini kan jadinya aku yang terkesan salah!!" Avia mengamuk, baru kali ini dia semarah dan menunjukkan emosinya yang meluap-luap.


Ponselnya terus bergetar tanda penggilan masuk, Avia menatapnya dan malas untuk menjawab panggilan itu. Kesal? Kecewa? Semua menjadi satu.



"Wah akhirnyaaaa Avia di depak!"


"Ya, itu bagus."


"Avia benar-benar tamat."


"Bye Avia..."


"Mampus, itulah kata yang cocok untuknya."


"Apakah kalian tidak kasihan? Avia adalah korban."


"Korban dari mana? Dia sendiri yang mengunggahnya."


"Ohh no! Avia tidak bersalah."


"Dia pantas mendapatkannya."


.


.


.



Tak berselang lama, sebuah artikel di sebuah majalah elektronik menjadi headline besar bertajuk, "Dua Tersangka Penyebar Video Avia Eks VENUS Telah Diamankan."


Situs itu langsung ramai di buka oleh khalayak ramai, akhirnya mereka tau siapa dalang dari segala fitnah dan video itu. Polisi memang sudah memberikan seluruh informasi untuk membersihkan nama Avia.



"Ini aneh, dari mana mereka mendapatkan video itu dan katanya sudah mereka edit dan mana aslinya?"


"Akhirnya kebenaran terungkap."


"Sudah aku katakan, Avia hanya korban."


"Kalian bodoh, Avia tidak bersalah."


"Avia, semangat. Dan bagaimana pihak Monato bekerja. Di artikel tertulis kalau pihak keluarga Avia lah yang melaporkan dan meminta penyelidikan."


"Monato tidak becus, pernyataan mereka tadi seakan-akan Avia yang bersalah dan mereka menyingkirkannya."


"Monato brengsek, tidak becus. Benar, Avia tidak seharusnya disana. Level Avia adalah T's Entertainment."


"Aku tidak percaya ini, bagaimana hanya dendam masa sekolah bisa membawa mereka ke penjara?"


"2 tahun penjara tidak cukup, denda itu juga tidak bisa mengembalikan Avia kami."


.


.


.