My Venus

My Venus
BAB 93



"Richela.. aku ingin ke... " Ucapan Neil terhenti karena dia tidak melihat Richela di tempat tidur.


"Richi sayang... dimana?" Panggil Neil lagi dan dia mendekat ke arah kamar mandi sebab mendengar suara gemercik air.


"Richi... aku akan ke hotel, kau ada syuting?" Tanya Neil sedikit berteriak karena dia tidak bisa masuk, Richela mengunci pintu kamar mandi mereka.


Ceklek


"Ya aku ada syuting dan ini mau pergi, sebentar lagi di jemput Alina." Jawab Richela yang tiba-tiba keluar.


"Kenapa kau pucat?" Tanya Neil khawatir, Richela terlihat pucat dan lemas.


"Yakin tidak tau kenapa?" Tanya Richela sinis.


"Hehehe.. maaf, aku tidak bisa menahan diri setelah sebulan menahannya." Jawab Neil sambil kerkekeh lucu. Mereka terus bergelut sampai lupa waktu dan Neil terus saja meminta jatahnya yang tertunda sebulan seakan tidak ada hari esok.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"James, carilah orang kepercayaanmu untuk menemaniku mulai besok dan kau fokus ke ASF saja, pekerjaan kita sudah selesai." Kata Neil saat James menjemputnya pagi menjelang siang itu.


"Ya Tuan, saya akan mengutus seseorang." Jawab James.


"Setelah kau menikah pergilah bulan madu dan istirahat, kau belum pernah libur kan? Pergilah kemanapun kau suka. AKu memberi cuti 2 minggu." Lanjut Neil dan James mengangguk.


"Baik Tuan, terima kasih. Silvia ingin kembali ke kampung halamannya dan aku akan menemaninya saja." Jawab James sambil tersenyum.


"Di mana kampung halamannya?" Tanya Neil pernasaran.


"Indonesia Tuan. Meskipu orang tuanya sudah pindah ke sini dari dia remaja tapi dia sangat ingin pulang ke negri kelahirannya." Jelas James lagi.


"Ahhh.. sepertinya seru, pergilah liburan." Ujar Neil.


.


.


"Kau pucat sekali Via..." Ujar Bell yang saat ini sedang bersama Richela untuk syuting iklan bersama. Mereka dipasangkan kembali karena permintaan produsen produk minuman kesehatan.


"Hah..." Richela menghela panjang pertanda dia sangat lelah.


"Kau tidak mengatakan padaku kalau ini sangat melelahkan dan El seperti tidak ada puasnya." Protes Richela membuat Bell tertawa lebar.


"Hahahah tapi tetap enak kan?" Bell mengerling nakal dan Richela hanya tersenyum malu.


"Kakakmu juga tidak ada puasnya, apa semua pria begitu ya?" Tanya Bell dan Richela menggeleng.


"Bisa jadi, banyak pria yang mencari diluar lagi kan?" Kata Richela lalu Bell tersentak.


"Apa kalau kita tolak kemauan mereka... mereka akan cari di luar juga? Tidak boleh!"


"Ya tidak boleh terjadi."


Richela dan Bell akhirnya terdiam memikirkan apakah suami mereka ada bermain diluar? Apalagi Neil yang kemarin membantu Robb tentang masalah club, apa Neil juga menggunakan para wanita itu seperti waktu aku di culik? Bagaimana kalau dia ketagihan dengan yang lain?


Begitu banyak yang ada di pikiran Richela sampai dia pusing. "Aku akan menanyakannya nanti." Gumam Richela pelan.


Setelah syuting iklan dengan Bell selesai, Richela langsung pergi ke syuting selanjutnya hanya dengan Alana asistennya dan 2 bodyguard yang selalu mengikutinya dari belakang.


Syuting kali ini hanya sebentar dan Richela memang terlihat fokus namun dia benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan tentang Neil dan dia harus segera pulang.


"Jam berala Alana?" Tanya Richela yang sedang menghapus makeup tebalnya.


"Jam 5 sore." Jawab Alana.


"Kita ke.. eh sebentar." Richela lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan untuk Neil.


[Richela] Sedang dimana El suamiku?


[El Hubby] Sedang di kantor, ada apa istriku?


[Richela] Aku akan menyusul, tunggu ya..


[El Hubby] Baik istriku, aku juga merindukanmu.


Richela tidak membalas pesan itu lagi dan menyimpan ponselnya di tas kecil miliknya.


"Ayo kita ke kantor." Ajak Richela yang sudah siap dan Alana segera mengikuti Richela.


Hanya 15 menit mereka sudah sampai, memang gedung kantor Tierney Group hanya berada beberapa blok dari tempat syuting Richela yaitu T's Ent.


Mobil memasuki parkiran gedung lalu naik ke parkiran khusus direktur dan Richela masuk dari jalan rahasia itu seperti biasa.


.


.


Richela masuk ke kantor Elios lebih dulu karena dia pikir Neil ada disana.


"Kak, mana El?" Tanya Richela lalu memeluk Elios sebentar.


"Ada di kantornya." Jawab Elios yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


"Oh aku kesana saja." Kata Richela dan Elios hanya mengangguk sebab pekerjaannya memang sangat banyak, dia sedang menyelesaikannya sebelum acara pernikahan yang akan di selenggarakan 5 hari lagi.


Richela masuk tanpa mengetuk pintu ruangan Neil dan dia sedikit terkejut dan tidak suka saat melihat seorang wanita yang duduk di depan Neil.


"Hai sayang.. " Panggil Richela lalu berjalan mendekat ke Neil, suaminya itu tersenyum lebar saat melihat Richela yang sudah dia tunggu sejak tadi.


Cup..


Richela mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir Neil dan Neil cukup terkejut dengan hal itu, tapi dia juaga senang.


"Duduk disana dulu ya.." Kata Neil tapi Richela melihat foto yang ada di meja Neil.


"Ini kamu dengan siapa?" Tanya Richela mengangkat selembar foto itu.


"Ah.. itu waktu aku menyelinap ke club, kasus waktu itu." Jawab Neil.


"Jadi kalian melakukan hal begini?" Tanya Richela yang sudah sedikit menaikkan nada biacaranya.


"Tidak sayang.. tanya James, itu karena ada yang membuntuti kami dan agar orang-orangnya Rey percaya saja, kami tidak melakukan apapun. Ya kan?" Jelas Neil lalu melihat ke arah wanita di depannya dan juga James, mereka sudah berdiri sejak Richela datang.


"Jadi ini.." Richela melihat ke wanita itu yang terlihat cantik, cocok jadi artis. Dengan menggunakan dress dengan warna nude makeup tipis membuat Richela sedikit meradang.


"Sayang.. namanya Beca dan dia sepupu Xena." Ucap Neil memberi penjelasan agar Richela tidak cemburu karena itu terlihat dari wajahnya.


"Benar itu?" Tanya Richela pada James dan juga Beca.


"Benar Nona." Jawab James.


"Benar Nona, saya dan Xena sepupu dari pihak ibunya." Jelas Beca agar tidak terjadi kesalah pahaman.


"Kedepannya Beca akan menjadi pengawal anda Nona jadi hari ini kami sedang membicarakannya." Jelas James lagi yang juga mengerti kalau Richela sedang cemburu.


"Pengawal?" Cetus Richela tidak yakin sambil melihat penampilan Beca yang sangat cantik sebagai seorang pengawal, sama dengan Xena yang juga cantik tapi pakaian Xena tidak seperti ini selama bekerja.


"Maaf Nona Richela, Beca baru saja selesai tugas dan belum sempat mengganti pakaiaanya, saya menyuruhnya langsung datang kesini." James menjelaskan lagi dan Richela hanya mengangguk.


"Kalau begitu kita akhiri saja, Beca akan tetap di tempatkan di sisi Richela dan untuk Bell kau bisa tanyakan langsung pada Elios." Ujar Neil, bukan mengusur namun dia paham kalau istrinya itu pasti sedang cemburu.


"Dan untuk masalah ini aku serahkan padamu James." Lanjut Neil sambil mmebereskan foto yang ada di mejanya.