
Nicole menunggu dengan cemas, sudah jam 1 siang namum belum melihat keberadaan Amber. Tapi wajahnya berubah senang saat targetnya sudah muncul. Dari cctv Nicole memantau segala gerak-gerik Amber yang sudah berada dalam jebakannya.
Amber dibawa ke arah toilet oleh salah satu sahabatnya yang memang merupakan anak orang kaya yang sering datang ke Sun & Moon. Dia sudah membuat Amber setengah sadar dan berjalan sempoyongan, temannya memberikan Amber pada salah satu petugas disana yang sedang menggunakan setelan seperti pelanggan club itu.
Pada akhirnya Amber berakhir di salah satu ruang VIP dan dengan pakaiannya yang setengah terbuka dia di cium oleh pria itu sambil tubuh Amber di hentakkan ke atas dan bawah seperti sedang bersetubuh namum itu hanya rekayasa. Pakaian bawah Amber masih lengkap, hanya bagian atas yang terbuka.
"Selesai." Ucap pengawal itu dan membiarkan Amber tertidur di sofa ruangan VIP sendirian.
Nicole tersenyum senang saat kembali ke ruangan Jose dan disana sudah ada Rey yang dengan mata binarnya memandang Nicole begitu juga dengan Nicole yang senang bertemu Rey yang seorang aktor terkenal dan sangat tampan.
"Jadi, Jose atau Rey yang harus aku layani malam ini?" Tanya Nicole dengan senyum nakalnya.
"Rey saja, Tuan Neil memanggilku karena ada pekerjaan bersama Justin. Kami pastikan kau akan jadi yang pertama." Kata Jose lalu meninggalkan mereka.
"Kau mau jadi member disini?" Tanya Rey pada Nicole yang sudah duduk nyaman di sebelahnya.
"Tidak bisa, aku sibuk apalagi setelah acara ini berakhir. Tapi aku akan sering datang." Jawab Nicole menolaknya.
"Baiklah tidak apa, yang penting kau akan tetap melayaniku setelah ini, aku sudah tidak sabar." Bisik Rey tepat di telinga Nicole lalu menggigit lembut telinganya.
Rey langsung membalikkan Nicole dan mencium bibirnya dengan sangat menuntut, naf5unya sudah naik dan segera merengkuh tubuh Nicole, tentu gadis itu menerimanya bahkan membalas perlakuan Rey dengan lebih bergairah lagi. Tidak munafik, Nicole memang sangat suka dengan Rey yang tampan, yang berhasil membangkitkan gairahnya.
Mereka melakukannya di ruang VIP itu di saksikan oleh pelayan setia yang hanya bertugas di kamar itu.
.
.
.
"Kau mau lanjut? Kita ke apartemenku." Kata Rey setelah mereka membersihkan diri, Nicole hanya mengangguk karena dia lelah. Rey sangat tau cara memperlakukan wanita di ranjang dan Nicole sedikit kewalahan.
Hampir 40 menit mereka baru sampai di salah satu apatemen termewah, Nicole sempat terkejut karena ini gedung apartemen yang sama dengan bos besar sekelas Tierney Group dan perusahaan besar lainnya.
"Aku duluan, dan kau masuk setelah 15 menit, lantai 27 lift sebelah kanan." Ucap Rey lalu turun dari mobilnya.
Nicole menunggu selama 15 menit lalu mematikan mesin mobil dan turun, tapi dia hanya berjalan lurus karena ingin ke toilet sebab sudah tidak tahan jika harus menunggu lift naik ke lantai 27. Setelah mengeluarkan hajatnya dia kembali ke arah lift dan masuk ke lift sebelah kanan dirinya dan menekan tombol 27.
Perlahan lift terbuka, "Ah.. sial." Umpat Nicole yang melihat 2 sosok yang sangat dia kenal sedang berjalan ke arah lift sambil saling pandang. Nicole segera menutup pintu lift sebelum 2 orang itu melihatnya.
"Kenapa Richela ada disana bersama Elios? Dan Elios mencium kening Richela." Gumam Nicole, dia mengepalkan tangannya dengan marah. Ternyata benar, Richela memiliki hubungan dengan Elios.
"Apakah setelah pisah dengan Bell, Elios bersama Richela? Jadi selama ini Elios yang menyembunyikan Richela?" Begitu banyak pertanyaan dalam otak Nicole hingga lamunanya tersadar setelah pintu lift terbuka dan dia pindah ke lift satunya yang ada di depannya.
"Mau ke atas juga?" Tanya Richela dan Elios mengangguk.
"Tentu saja, kakakmu ini juga rindu sama adik kesayangan. Cup.." Elios mengecup kening Richela, rasa sayang pada adiknya sejak dilahirkan membuat Elios sering menciumnya, wajah Richela yang sudah cantik sejak bayi sungguh membuat Elios sangat menyayanginya.
"Ck.. kalau EL lihat dia pasti cemburu." Ucap Richela membuat Elios tertawa.
"Dia memang cemburuan dan posesif." Celetuk Elios lalu menekan angka 28, hanya sebentar mereka sudah sampai.
"Baiklah kakak kembali saja, mau meeting dengan Jose nanti sore." Ucap Elios ketika Richela sudah membuka pintu apartemen. Neil yang seharusnya meeting dengan Jose malah menyurung Elios menggantikannya karena dia ingin berduaan dengan Richela.
"Bye kak.. besok pagi aku langsung ke studio jadi jangan menungguku." Kata Richela dan sekali lagi Elios mencium kening adiknya itu.
"Ck. jangan cium-cium calon istriku." Tegur Neil yang sudah ada disana.
"Dia adikku kalau kau lupa!" Balas Elios lalu pergi untuk kembali ke kantor sendirian.
.
.
.
"Kenapa lama?" Tanya Rey pada Nicole setelah dia membuka pintu.
"Aku salah masuk lift tadi." Jawab Nicole berusaha untuk tersenyum manis, dia sadar Rey bisa mendongkrak karirnya nanti jadi dia harus bisa menyenangkan Rey.
"Ohh.. mau mandi dulu atau makan?" Tanya Rey yang sudah menyiapkan makan mereka. Sudah hampir sore dan Nicole juga yakin mereka pasti akan bermain sampai malam.
"Mandi lalu makan." Jawab Nicole dan Rey membawa Nicole ke kamarnya, disana sudah tersedia pakaian untuk Nicoe yang memang sudah Rey siapkan. Dia sering membawa wanita ke apartemennya.
Terdengar lagi suara-suara syahdu pertempuran ranjang antara Rey dan Nicole, gadis itu begitu kewalahan tapi dirinya tak mau kalah dan memberikan pelayanan terbaiknya. Rey sangat puas, dia berkali-kali menyemburkan lahar ke dalam milik Nicole.
"Kau tidak takut hamil?" Tanya Rey saat pertempuran mereka berakhir. Entah sudah berapa kali dia menyemburkan didalam Nicole.
"Tidak, aku suntik hormon jadi tidak akan hamil." Jawab Nicole masih tersengal dan merasakan sisa-sisa kenikmatan.
"Baguslah, aku bisa menawarkanmu ke salah satu pengusaha, dia beberapa kali menanyakan anggota VENUS, kau mau?" Tanya Rey dan Nicole menggeleng.
"Tidak sekarang, aku mau fokus pada karirku setelah ini." Tolak Nicole dan Rey sedikit kecewa karena jika dia berhasil memberikan Nicole maka dia akan mendapatkan liburan mewah di kapal pesiar milik pengusaha itu.
"Baiklah, lain kali saja." Ucap Rey pasrah.