
Perilisan album ke 3 VENUS bertepatan dengan lirisnya film Spy On. Sehingga Avia sangat sibuk, bahkan 3 kali lebih sibuk dari member lainnya.
Setelah show album pertama dia langsung berlari ke gedung sebelah untuk promosi film, beruntung karena dekat dia hanya ke toilet mengganti baju dan mengubah tatanan rambut dan memoles lipstick dengan warna berani.
Saat ini Avia sedang berdiri sejajar dengan 3 pemeran utama lainnya dan mereka berempat sedang berpose dan menikmati sorot kamera yang begitu banyak.
Setelah berpose beberapa gaya, Avia juga masuk ke teater, di temani oleh Susan, menonton bersama film yang begitu dinanti oleh semua orang.
.
.
.
Hampir 2 jam akhirnya film selesai dengan diakhiri tepuk tangan begitu gemuruh. Ryan yang ada di kursi tengah pun berdiri dan tersenyum begitu lebar. Seperti biasa film garapannya pasti sukses, terbukti di hari pertama saja sudah terjual habis sampai 5 hari mendatang di seluruh bioskop dan teater yang menayangkan Spy On.
"Tuan Ryan, bagaimana anda bisa menarik Avia VENUS dalam film anda? Apakah ada casting atau sengaja mencari popularitas?" Tanya salah satu wartawan.
"Popularitas? Dia memang populer tapi kalian lihat sendiri hasilnya, Via begitu hebat." Jawab Ryan.
"Apakah film anda selanjutnya akan menggaet Via lagi?"
"Belum tau, tapi itu mungkin saja melihat antusiasme public pada dirinya."
.
.
Avia yang masih berada di samping Susan di hampiri oleh Elios dan Neil, berikut beberpa petinggi perusahaan yang memberikan sponsor.
"Selamat malam Miss Susan dan Nona Avia." Sapa Neil terlebih dahulu.
"Selamat malam Tuan Neil dan Tuan Elios." Balas Susan.
"Selamat malam Tuan Neil dan Tuan Elios." Balas Avia juga.
"Anda luar biasa Nona. Semoga project selanjutnya anda akan berpartisipasi." Ujar Elios yang langsung mengulurkan tangannya yang disambut oleh Avia dengan senyum manisnya.
"Tentu Tuan, saya sangat senang jika ada kesempatan." Jawab Avia lalu mereka saling memandang dan memberikan senyum.
Interaksi itu tak luput dari jepretan para wartawan, beberapa bahkan menyebutkan bahwa mereka terlihat serasi.
Dari jauh, Nicole juga melihat mereka bersama member lainnya yang juga hadir ditemani Bianca.
"Wah.. ini nih, Via berhasil mendekati Tuan Elios, kalau Via semakin terkenal VENUS juga akan semakin naik." Ucap Bianca tersenyum bangga melihat Avia kini berbincang dengan Elios bersama Susan dan lainnya.
"Nicole ayo ikut." Avia menghampiri VENUS yang sedang menikmati makan malam yang disediakan khusus.
Nicole yang ditarik hanya mengikuti saja kemana Avia membawanya. Ternyata mereka menuju ruang VIP dan disana ada Elios, Neil, Jose dan beberapa pria dan wanita rekan bisnis Elios.
"Tuan Elios, seperti yang aku katakan tadi. Nicole akan ikut casting drama baru itu. Dia sangat berbakat dan sepertinya karakternya cocok untuk drama itu." Ucap Avia dengan berani dan mendorong Nicole sedikit kasar sengaja agar lebih dekat dengan Elios.
Nicole yang masih terkejut tidak bisa menjaga keseimbangannya dan menabrak Elios yang dengan cepat langsung memeluk Nicole agar tidak semakin terjatuh.
"Ops..maaf Nicole, Tuan Elios." Ucap Avia sambil menahan senyumnya.
"Tolong hati-hati Nona Avia." Ujar Neil sedikit menggelengkan kepalanya, dia tau kalau Avia sengaja mendorong Nicole agar dekat dengan Elios.
"Baiklah, saya akan meninggalkan kalian untuk membahasnya, Tuan Neil bisa bantu saya?" Tanya Avia menatap pada Neil yang sejak tadi terus saja di samping Elios.
Neil yang bingung untuk membantu Avia hanya mengikuti gadis cantik itu.
"Apakah Nona sengaja membiarkan mereka berdua?" Tanya Neil pada Avia yang saat ini berjalan bersamanya menuju meja yang penuh dengan hidangan manis.
"Iya, anda tidak keberatan kan menemaniku?" Tanya Avia melirik Neil sejenak.
"Tentu tidak, malah saya sangat senang bisa menemani anda lagi." Jawabnya sambil melirik dan tersenyum pada gadis cantik itu.
"Tapi anda tau kan mereka tidak akan berhasil?" Tanya Neil yang sebenarnya penasaran.
"Ya aku tau, tapi biarkan Nicole mencobanya. Aku mau memberikan dia kesempatan meskipun Elios tidak akan menerimanya." Jawab Avia yang dibalas anggukan oleh Neil yang sedang mengambilkan beberapa kue manis kesukaan Avia.
"Terima kasih." Ucap Avia sambil menerima piring kecil dengan kue coklat dan beberapa potong kecil cookies. Avia memang tidak takut gemuk, karena memang dia tidak mudah gemuk.
"Tapi Elios tidak akan berbaik hati dengan orang yang tidak penting baginya." Lanjut Neil dan Avia langsung menatap pria tampan itu dengan tatapan tidak suka.
"Tidak penting? Jadi VENUS tidak penting?" Tanya Avia dengan nada ketus.
"Maksudku adalah tidak penting bukan dalam bisnis tapi hidupnya." Sambung Neil.
"Setidaknya aku sudah memperingatkannya untuk bersikap baik pada temanku, Nicole itu baik dan penyanyang." Ucap Avia lagi lalu memasukkan kue coklat dalam ukuran cukup besar ke dalam mulutnya.
"Perhatikan sekitarmu kalau makan." Tegur Neil yang membuat Avia tersadar lalu menutup mulutnya dengan sapu tangan.
"Maaf." Cicitnya.
"Dan beritau ke Tuan mu itu, tolong jangan bikin teman saya sakit hati. Awas saja kalau dia macam-macam." Ancam Avia dengan sedikit berbisik agar tidak ada yang mendengar ucapannya.
"Baiklah tapi tolong anda jangan terlalu percaya, teman yang terlihat baik belum tentu baik. Berhati-hatilah Nona Richela Avia Tallis" Jawab Neil dengan suara pelan yang membuat Avia kesal dan pergi menjauh darinya. Pasalnya tidak ada yang tau nama Avia yang sebenarnya.