
2 tahun setelah Richela Avia menghilang dari dunia hiburan. Ada beberapa foto yang meng-klaim kalau mereka melihatnya di bandara hari ini.
"Aku melihat Avia, apakah dia kembali?"
"Bukankah dia di Belanda?"
"Kalau benar itu dia, dia berubah sangat cantik."
"Wajahnya tertutup masker tapi itu mirip Avia dan sangat cantik."
"Tubuhnya berubah, apakah dia baik-baik saja?"
"Jujur aku merindukannya, VENUS tidak bersinar tanpanya."
"Mungkin itu alasan VENUS sampai sekarang tidak comeback?"
"Aku menunggunya."
.
.
.
TVB, salah satu stasiun Tv terbaik, sedang meeting besar untuk membuat suatu acara yang melibatkan banyak perusahaan entertainment dan agency, semua boleh ikut serta dalam pencarian bakat. Be A Star, acara terbesar dalam tahun ini akan memeriahkan dunia hiburan.
Pengumuman dan promosi dimana-mana, terpampang, siapapun dapat ikut serta dalam caasting pertama yang akan diadakan pada tanggal XX bulan ini. Dengan syarat, mengirimkan data diri dan formulir bisa di dapatkan di website resmi TVB dan langsung submit dari website tersebut. Pendaftaran hanya dibuka selama 24 jam dengan melampirkan video 20 detik yang menampilkan bakat vocal dan dance.
Meeting penting tengah berlangsung, dalam waktu 48 jam mereka menyortir 200 pendaftar.
"Ini luar biasa, 2 member VENUS akan bersaing disini. Rating televisi kita akan sangat luar biasa." Ujar salah satu staff yang mendapati pendaftaran Nicole dan Richela Avia.
"Tapi kenpaa Avia daftar dengan nama Richela untuk nama panggungnya?" Tanya staff lainya.
"Mungkin untuk merubah keberuntungan." Jawab yang lain.
"Apapun itu, kita akan bekerja keras karena pasti banyak yang terkejut dan ini kesempatan untuk dapat bonus." Timpal orang disebelahnya lagi.
"Sudah selesai? Apakah ada yang benar-benar berbakat?" Tanya Justin selaku salah satu penyelenggara acara, meskipun dia direktur TVC tapi dia tetap ikut andil, karena TVB dan TVC dimiliki oleh 1 orang yaitu Tierney Group.
"Ada Nicole dan Richela yang akan paling menonjol, banyak juga peserta yang bagus." Jawab staff disana.
"Bagus, kerjakan yang baik. Jangan ada kecurangan karena ada tim audit dari internal dan eksternal yang memantau." Ucap Justin memperingatkan.
"Baik Justin, kami mengerti." Jawab beberapa staff disana.
\= = = = = = =
panggung yang terlihat sederhana tetapi cukup luas itu telah siap digunakan, semua kru yang bertugas telah melakukan tugasnya dengan baik. Mereka hanya menunggu para peserta satu per satu masuk ke dalam aula yang telah disulap menjadi panggung audisi dengan 200 tempat duduk bagi peserta dan 6 juri yang ada di bagian depan panggung.
5 orang pertama masuk, mereka dari agency yang cukup terkenal, di ikuti dengan 2 orang, 1 orang, 6 orang begitu seterusnya dari agency yang berbeda. Ada yang dari perusahaan agency terkenal, ada yang baru beberapa bulan lalu dibuka, dan lainnya bahkan dari luar negri. Peserta tanpa naungan agency atau perusahaan juga boleh bergabung secara individual.
Tempat duduk sudah hampir penuh sekitar 82% sampai semua orang yang sejak tadi riuh menjadi terdiam saat Nicole masuk melalui pintu belakang panggung, dengan tampilan lebih fresh dan cantik. Rambut coklat, lurus panjang yang biasanya sudah berubah menjadi bergelombang dan lebih pirang. Tampak cantik dan dewasa dengan dress hitam ketat diatas lutut berlengan panjang dan sepatu bondage boot hitam.
Nicole dengan percaya diri berdiri ke tengah panggung dan tersenyum ramah lalu memindai dimana dia akan duduk sampai dia melihat 1 kursi kosong di ujung barisan 4 dari bawah. Dia segera naik kesana dan duduk dengan tenang.
"Wow, itu Nicole! Kita akan mati karena dia ikut."
"Jangan cemas, dia memang mantan member VENUS tapi masih bagusan kita dari pada dia kalau menari."
"Jangan pesimis, kita disini berkompetisi, menang kalah itu biasa yang penting kita harus bekerja keras."
Semua tampak terdiam saat peserta terakhir muncul dan berdiri ditengah-tengah panggung.
"Ini gila, yang terbaik selalu muncul diakhir." Celetuk salah satu gadis disana dengan suara lumayan terdengar karena sangat sepi.
Richela, itulah yang tertulis di nomor peserta 200 yang tertempel di bagian paha kanannya.
Richela tampil dengan sangat berbeda tapi semua mengenalinya dengan baik sebagai Avia VENUS.
Kini rambut hitam panjangnya menjadi lebih pendek sedikit melewati bahu, dengan bagian atas menggunakan crop top putih dibalut jaket kulit dan celana panjang kulit tampak seksi dan terlihat sederhana sebenarnya tapi entah mengapa dia terlihat sangat cantik dan fresh. Dipadukan dengan high heels tinggi, dia tampak seksi juga.
Richela berjalan santai menuju kursi yang tersisa 1 saja di tengah, dia melewati semua orang dengan senyum tipis terkesan ramah.
"Gila, bahkan parfumnya terkesan mahal."
"Dia pakai parfum itu, harganya fantastis."
"Dia berbeda sekarang, lebih kurus tapi tubuhnya sempurna."
"Kita bernar-bena mati kali ini. Nicole dan Avia."
"Kenapa dia menggunakan nama Richela?"
.
.
.
Bukan hanya peserta yang ada di panggung ini yang sangat terkejut. Acara yang tayang secara live ini menjadi heboh, banyak komentar di akun resmi TVB tentang kehadiran Nicole dan Avia yang merubah namanya menjadi Richela.
"Aku terkejut mereka ikut acara ini."
"Nicole cukup terkenal untuk ikut ajang pencarian bintang lagi, dia sudah jadi bintang."
"Apa Be A Star sengaja mengundang mereka untuk mendongkrak rating?"
"Avia menjadi Richela, mau apa dia?"
"Aku senang melihat Avia/Richela lagi, dia sungguh berubah semakin bersinar."
"Ada apa ini? Aku tak sabar menunggu apa yang mereka lakukan di acara ini."
"Jika aku peserta disana, aku akan mundur."
"Mereka berdua akan jadi pemenangnya, yang lain jangan terlalu berharap menang."
"Gila.. aku tidak sabar."
.
.
.