My Lovely Fat Wife

My Lovely Fat Wife
Bab 63



Pukul lima pagi.


Melika terbangun saat mendengar suara alarm. Dia melihat jam dan masih pukul lima pagi. Pandangannya beralih menuju samping kirinya, dan dia mengerutkan dahinya. Tak ada Kevin di sana. Melika pun bergegas bangun dan pergi menuju kamar mandi, akan tetapi Kevin pun tak berada di sana. Melika bergegas keluar dari kamarnya. Dia turun menuju lantai bawah, pandangannya tertuju pada sesosok pria yang tengah berada di dalam kolam renang dan tengah berenang. Ya, Kevin berada di sana.


"Mas!" panggil Melika. Kevin yang belum menyadari keberadaan Melika pun masih terus asik berenang. Hingga saat Kevin berenang menuju tepi kolam, Kevin pun terkejut melihat istrinya itu tengah berdiri menatapnya.


"Ya ampun! Sejak kapan Kamu di situ?" tanya Kevin bingung.


"Sejak tadi, tapi Mas terus saja berenang," ucap Melika.


"Benarkah? Maaf, Aku tidak lihat," ucap Kevin dan keluar dari kolam. Dia mengambil handuk dan me-lap tubuh bagian atasnya.


Apa-apaan dia? Apa dia meledekku? Bagaimana bisa dia tidak melihatku yang sebesar ini? gumam Melika.


Melika terus melihat Kevin yang masih sibuk mengeringkan tubuhnya.


"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Kevin bingung.


"Kenapa tidak pulang? Tidur di mana semalam? Lalu, kenapa teleponku tidak Mas jawab?" tanya Melika.


Kevin menghela napas, dia sudah tahu istrinya itu akan melemparkan banyak pertanyaan padanya.


"Apa Kamu mencemaskan ku?" tanya Kevin sambil tersenyum.


"Pertanyaan macam apa itu? Apa ada Istri yang tidak cemas saat Suaminya tidak pulang semalaman?" ucap Melika kesal.


Kevin terkekeh dan mengecup dahi Melika.


"Maaf, Aku kelelahan semalam, dan tertidur di kantor," ucap Kevin santai.


Melika menghela napas. Ketakutannya tentang apa yang Melvin katakan ternyata tidaklah benar.


"Apa Mas sesibuk itu di kantor? Mas pasti lelah," ucap Melika.


"Ya, sedang banyak pekerjaan semenjak project itu kembali berjalan," ucap Kevin.


"Lalu, kenapa Mas berenang di jam segini? Apa tidak kedinginan? Mas mau Aku buatkan minuman hangat?" tanya Melika.


Kevin pun mengangguk.


"Sepertinya begitu. Aku kedinginan dan butuh selimut," ucap Kevin sambil memasang wajah memelas.


"Tuh, kan. Ya sudah, Mas bilas dulu tubuh Mas dengan air hangat, Aku ke dapur dulu buatkan minuman hangat untuk Mas," ucap Melika.


Kevin mengangguk dan pergi menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Melika pergi menuju dapur dan membuatkan minuman hangat untuk Kevin.


Melika membuatkan teh hangat untuk Kevin dan membawanya menuju kamar. Terlihat Kevin sudah selesai membersihkan tubuhnya dan tengah memakai pakaiannya.


"Ini, Mas. Minumannya diminum dulu, selagi hangat," ucap Melika sambil meletakan cangkir itu di atas meja.


"Makasih, ya," ucap Kevin.


Melika mengangguk dan akan pergi menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari pertama dia masuk kerja di perusahaan Jian.


"Teh ini tidak mempan, Aku masih kedinginan," ucap Kevin.


"Hari ini, Mas tidak usah ke kantor. Serahkan saja semua pekerjaan pada Niken. Mas perlu istirahat, lagipula Mas semalam, kan, lembur," ucap Melika.


Kevin menggelengkan kepalanya dan mendekati Melika.


"Aku butuh selimut," ucap Kevin.


Melika menghela napas. Selimut itu sudah jelas-jelas ada di atas tempat tidur. Kevin bisa saja langsung naik ke tempat tidur dan membalut tubuhnya dengan selimut, tetapi Kevin justru mendekatinya seperti anak-anak yang tengah mencari perhatian ibunya.


Melika pergi menuju tempat tidur dan mengambil selimut.


"Ini, lebih baik Mas berbaring menghangatkan tubuh Mas," ucap Melika saat memberikan selimut itu pada Kevin.


"Bukan selimut yang ini," ucap Kevin.


"Lalu?" Melika melihat Kevin dengan bingung.


"Aku membutuhkan selimut hidup," ucap Kevin.


Melika mengerutkan dahinya, dia tak mengerti maksud ucapan Kevin.


"Selimut hidup? Seperti apa?" tanya Melika bingung.


"Sepertimu," jawab Melika.


"Apa? Apa maksud Mas? Aku tidak mengerti," ucap Melika semakin bingung.


Kevin menghela napas, istrinya itu benar-benar tak mengerti maksudnya. Kevin mengusap wajahnya dan akan membuka suara, tetapi Melika langsung membuatnya mengurungkan niatnya untuk bicara.


"Hari ini, Aku mulai bekerja di perusahaan Jian. Mas tidak perlu mengantarku, Aku akan bawa mobil sendiri," ucap Melika.


Lagi-lagi Kevin menghela napas dan melihat jam yang ada di lemari nakas samping tempat tidurnya.


"Ya sudah, bersiaplah," ucap Kevin.


Melika mengangguk dan pergi menuju kamar mandi.


Kevin mengusap wajahnya begitu Melika sudah masuk ke kamar mandi.


Padahal Aku menginginkanmu, tapi ya sudahlah. Aku harus puasa lagi, gumam Kevin. Kevin pun naik ke tempat tidur dan beristirahat. Kepalanya terasa pusing dan dia butuh merebahkan sejenak tubuhnya agar rasa sakit di kepalanya membaik.


Sebetulnya, dia ingin sekali bercinta dengan Melika. Mengingat saat di rumah papa mertuanya hasratnya belum tersalurkan karena mendengar sang papa masuk ke rumah sakit.


*****


Hai, hai😊 Mampir juga yuk, ke novel "Wanita Simpanan" Novel ini bergendre Romance/mature dan hanya di wattpad😊 Kalian bisa cari akun Author @Mahdania94


Blurb: Tentang wanita yang hanya mencintai uang. Tak ada kehidupan tanpa uang, tak ada kebahagiaan tanpa uang, tak ada kecantikan tanpa uang. So, money is everything.


Jangan lupa mampir ya, habis baca My Lovely Fat Wife😊😉 dan berikan votenya juga, dengan klik tanda bintang di pojok kiri☺️☺️☺️


Thank you, ❤ you all😍😉