My Lovely Fat Wife

My Lovely Fat Wife
Bab 52



pagi hari.


Melika terbangun dari tidurnya saat terdengar suara alarm dari jam yang terletak di atas meja nakas samping tempat tidurnya. Terlihat waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi. Dialihkannya pandangannya dan terlihat Kevin yang masih tertidur pulas. Ekspresinya terlihat polos sekali seperti bayi. Melika tersenyum dan mendaratkan ciuman di pipi Kevin. Belum sempat ciuman itu dia lepaskan, Kevin justru memeluk Melika dengan gemas layaknya tengah memeluk boneka beruang besar.


"Mas sudah bangun?" tanya Melika terkejut. Kevin tersenyum sambil membuka matanya perlahan. "Kamu mau?" tanya Kevin sambil tersenyum penuh arti. Melika mengerutkan dahinya, dia tak mengerti apa maksud dari ucapan Kevin. "Mau apa?" tanya Melika penasaran. "Mau main? Dia sudah bangun sejak tadi malam," ucap Kevin tersenyum sambil menaik turunkan alisnya dan melihat ke arah sesuatu yang ada di balik selimut yang menutupi tubuhnya. Melika membulatkan matanya dan mencubit gemas perut Kevin.


"Mas nakal," ucap Melika tersipu malu. "Hei, bukan Aku yang nakal. Dia yang bangun sendiri," ucap Kevin. Melika terkekeh dan berniat turun dari tempat tidur, tetapi Kevin menahan tangannya. "Ayo, sekali saja. Hari ini, Aku ada meeting dengan Jian. Biar semangat," ucap Kevin. Melika semakin terkekeh dan mengangguk. Melika bangun dan akan mematikan lampu, tetapi lagi-lagi Kevin menahan tangannya. "Jangan dimatikan, Aku takut salah masuk kalau ruangan ini gelap," ucap Kevin. Melika membulatkan matanya dan mengusap wajahnya. Dia benar-benar tak habis pikir dengan suaminya itu.


"Tapi, Aku malu, Mas,"ucap Melika. 'Nggak usah malu, Aku mau lihat wajah cantik kamu," ucap Kevin. Melika pun tersenyum dan mengangguk. Kevin mendekati Melika dan akan mencium Melika. Namun Melika segera menghindar dan menutup mulutnya. "Kenapa?" tanya Kevin bingung. "Aku mau sikat gigi dulu," ucap Melika. "Memangnya kenapa?" tanya Kevin lagi. "Aku takut bau," ucap Melika. Kevin terkekeh dan mencium gemas pipi Melika. "Baiklah, kita bareng," ucap Kevin. Melika tersenyum dan mengikuti Kevin menuju kamar mandi.


Kevin melepaskan satu persatu pakaian Melika, dan hanya meninggalkan pakaian dalamnya. Dia tersenyum melihat tubuh gemuk Melika. "Kamu seksi," ucap Kevin. Melika tersenyum dan tak sengaja melihat ke arah cermin. Dia membulatkan matanya saat melihat tubuhnya sendiri. 'Ya ampun!" ucap Melika terkejut. "Ada apa?" tanya Kevin bingung. "Aku gagal diet," ucap Melika. Kevin mengerutkan dahinya dan melihat ke arah cermin. "Kamu nggak perlu diet," ucap Kevin. "Tapi, aku kelihatan seram di cermin," ucap Melika. "Aku nggak seram lihatnya," ucap Kevin. "Mas jangan bohong. Aku saja seram lihatnya. Masa, Mas nggak seram lihat aku," ucap Melika sambil mengerucutkan bibirnya.


Kevin tersenyum dan memeluk Melika dari belakang. "Kamu tahu, sebesar apapun tubuh kamu, kamu tetap terlihat cantik, dan aku mencintaimu. Aku justru takut kalau kamu menjadi kurus," ucap Kevin. "Takut kenapa?" tanya Melika. "Takut orangtua mu mengira, kamu tertekan menikah denganku," ucap Kevin tersenyum menatap Melika dari pantulan cermin di hadapannya.


Melika tersenyum. "Aku bahagia menikah denganmu," ucap Melika. "Benarkah?" tanya Kevin. Melika mengangguk dan melepaskan pelukan Kevin. Dia merubah posisinya berhadapan dengan Kevin. "Aku bahagia, dan aku mencintaimu," ucap Melika tersenyum dan mencium bibir Kevin. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Kevin pun membalas ciuman itu. Hingga tanpa keduanya sadari, mereka begitu terhanyut dalam perasaan cinta keduanya, Udara dingin pagi itu di kamar mandi, bahkan tak menyurutkan gairah keduanya untuk saling menyalurkan hasrat untuk bercinta.