My Lovely Fat Wife

My Lovely Fat Wife
Bab 59



Setelah cukup puas berbincang, Kevin pun pamit keluar dari ruangan itu. Dia membuka pintu ruangan dan terkejut saat melihat kedua mertuanya ada di depan pintu ruangan.


"Ma, Pa, kalian di sini? Sejak kapan?" tanya Kevin.


Tanpa menjawab pertanyaan Kevin, Papa Melika masuk ke ruangan tersebut dan tanpa sengaja menyenggol bahu Kevin. Kevin yang merasa bingung pun melihat mama mertuanya dan bertanya tentang papa mertuanya itu.


"Papa hanya lelah," ucap mama dan masuk ke ruangan.


Kevin terdiam, ekspresi mama mertuanya terlihat berbeda. Terlebih saat melihat ekspresi papa mertuanya yang terlihat begitu dingin, bahkan tak menjawab pertanyaannya.


Kevin kembali masuk ke ruangan dan menghampiri para orang tua itu.


"Bagaimana keadaan Anda?" tanya papa Melika pada papa Kevin.


"Seperti yang Anda lihat. Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk menjenguk Saya," ucap papa Kevin.


"Di mana Melika?" tanya papa Melika sambil melihat sekeliling ruangan dan tak menemukan Melika di sana.


"Dia sedang keluar membeli makanan," ucap Kevin.


Papa Melika hanya diam dan duduk di sofa mengajak sang istri. Dia tampak tak berselera bicara dengan Kevin. Entah apa yang membuatnya mendadak menjadi dingin seperti itu.


Tak lama, Melika masuk ke ruangan itu dan meletakkan makan yang dia bawa di atas meja.


"Kalian sudah sampai," ucap Melika.


"Kamu terlihat lelah," ucap papa Melika.


"Aku belum sempat mandi, Pa," ucap Melika tersenyum.


"Lihatlah Besan, Melika menantu yang baik, bukan? Dia menjaga Anda seharian di Rumah Sakit. Anak Anda bahkan tidak seperti itu," ucap papa Melika.


Semua orang merasa bingung mendengar ucapan papa Melika. Mama Melika yang mengetahui penyebab dinginnya sikap papa Melika pun mencoba mencubit lengan papa Melika. Dia sungguh tak ingin terjadi keributan di ruangan tersebut.


"Mas Kevin tadi ada meeting yang nggak bisa ditinggalkan, Pa. Makanya Aku suruh ke Kantor," ucap Melika.


"Apa meeting itu benar-benar penting?" tanya papa Melika.


"Ya, Pa," jawab Kevin.


"Sudahlah, Besan. Terimakasih sudah mengkhawatirkan Saya. Saya sudah baik-baik saja, lagipula Saya yang meminta Kevin untuk tetap ke Kantor," ucap papa Kevin.


Tolong, Pa. Tahan diri Papa, bisik mama Melika.


Lihat saja wajah anak kurang ajar itu, bahkan terlihat tak bersalah, bisik papa Melika.


Kita belum tahu kebenarannya, ucap mama.


Melika, Kevin, dan papa Kevin tampak merasa bingung dengan pasangan suami istri itu. Entah apa yang keduanya bisikkan, mereka bahkan tak dapat mendengar apapun.


"Mohon maaf, Papanya Melika sedang tidak enak badan. Sepertinya, Kami tak bisa berlama-lama di sini," ucap mama Melika.


"Oh, ya. Tidak apa-apa. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk Saya," ucap papa Kevin.


Papa dan mama Melika bangun dari duduknya dan akan menuju pintu. Kevin pun berinisiatif mengantarkan kedua mertuanya itu keluar.


Begitu Kevin dan kedua mertuanya itu sudah berada di luar, papa Melika berbalik dan menatap Kevin.


"Jangan menyakiti anak Saya! Karena, Kamu tidak pernah tahu, seberapa besar usaha Kami sebagai orangtuanya selalu menjaga perasaannya dan membahagiakan-nya!" tegas papa Melika.


Kevin mengerutkan dahinya. Dia tak mengerti maksud ucapan papa mertuanya itu.


"Kamu mungkin bisa membodohi anak Saya, bisa membohonginya, tetapi tidak dengan Saya!" tegas papa Melika.


"Sudahlah, Pa. Tenangkan dirimu," ucap mama Melika.


"Bagaimana mungkin Saya bisa tenang melihat anak perempuan Saya diperlakukan seperti itu?" ucap papa Melika dengan geram.


Kevin pun semakin dibuat bingung. Dia bahkan tak tahu kesalahan apa yang membuat papa mertuanya itu berubah dingin padanya.