My Lovely Fat Wife

My Lovely Fat Wife
Bab 57



Brak!


Prischa menggebrak meja dengan keras saat tiba-tiba pelayan itu menyiram wajahnya dengan mineral water yang Kevin berikan. Wajahnya memerah bagaikan asap keluar dari telinganya. Dia benar-benar di permalukan oleh pelayan itu.


Prischa mengangkat tangannya, dia akan menampar wajah pelayan itu tetapi Kevin langsung menahan tangan Prischa.


"Jangan mengotori tanganmu. Seperti yang kamu katakan, dia hanya pelayan bukan? Bukankah dia tidak sebanding denganmu?" ucap Kevin.


Dengan kesal Prischa mengempaskan tangan Kevin dan mendorong pelayan itu hingga terjatuh ke lantai. Tak lama datang menejer restoran tersebut dan menanyakan perihal apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak apa-apa, hanya kesalah pahaman," ucap Kevin.


Menejer itu langsung menyeret pelayan itu dan terlihat dari kejauhan pelayan itu tengah mendapatkan omelan dari si menejer. Kevin menghela napas dan memberikan tisu pada Prischa.


"Bersihkan dulu sana di toilet, orang-orang memperhatikan mu," ucap Kevin.


Prischa mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya, dia meminta dibawakan baju ganti pada asistennya dan bergegas menuju toilet. Sedangkan Kevin langsung menghampiri menejer dan pelayan itu.


"Bukan salah dia, Saya yang memintanya menyiram wanita itu," ucap Kevin.


Menejer itu mengerutkan dahinya, dia terlihat bingung. Bukankah wanita itu datang bersama Kevin? Lalu mengapa Kevin justru meminta pelayan untuk menyiram wanita itu?


"Jangan pecat dia, Saya akan ganti semua kerugiannya," ucap Kevin dan memberikan sejumlah uang pada menejer itu.


Menejer itu mengambil uang tersebut dan tak jadi memecat si pelayan.


Kevin kembali ke mejanya dan mengambil sesuatu dari dalam dompetnya. Ada sebuah kertas cek yang belum di tuliskan angka di sana. Kevin meminta pelayan tadi untuk membawakannya pulpen dan menulis nominal di kertas cek tersebut.


"Tunggu sebentar!" pinta Kevin pada pelayan itu.


Pelayan itu pun diam dan menunggu apa yang akan dilakukan Kevin.


"Ini untukmu," ucap Kevin sambil memberikan cek tersebut pada pelayan itu.


"Ini apa, Pak?" tanya pelayan itu.


"Untuk mengganti kerugian mu," ucap Kevin.


"Loh, Saya, kan, nggak jadi dipecat, Pak," ucap pelayan itu.


"Tidak apa-apa, anggap saja rejeki anakmu," ucap Kevin.


"Kalau begitu, kamu bisa tabung uang itu untuk anakmu nanti," ucap Kevin.


Pelayan itu melihat nominal cek tersebut dan membulatkan matanya. Tertulis di sana *Rp. 10.000.000.00 ( S*epuluh Juta Rupiah )


"Tapi, Pak. Ini terlalu banyak, lagi pula Saya menyiram wanita itu, karena dia menghina pekerjaan Saya, bukan karena Bapak," ucap pelayan.


"Saya tahu, dan Saya tidak menerima penolakan," ucap Kevin.


Pelayan itu pasrah dan menerima cek tersebut, dia pun berterimakasih pada Kevin, kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.


Kevin mempersilahkannya, dia melihat pelayan itu. Seorang wanita yang masih terlihat muda dengan tubuh kurus kecil, Kevin memberikan uang itu karena simpati terhadap wanita itu, dan karena wanita itu sudah mewakilinya menyiram wajah Prischa. Dia adalah seorang pria, bukankah tak baik jika seorang pria bersikap kasar terhadap wanita? Jika yang melakukan wanita, maka itu hal yang biasa.


Cukup lama Kevin duduk menunggu Prischa, hingga Prischa akhirnya kembali menghampirinya.


"Aku akan menuntut pelayan itu!" tegas Prischa.


"Jangan membuang waktumu untuk urusan kecil seperti itu," ucap Kevin.


"Kecil apanya? Dia menyiramku, harga diriku ternodai," ucap Prischa.


"Bukankah memang sudah ternoda tanpa pelayan itu menyirammu?" ucap Kevin.


"Apa maksudnmu?" tanya Prischa.


"Kamu tahu pasti maksudku. Tolong Prischa, jangan merendahkan harga dirimu lagi. Kamu bilang, kamu hamil anakku bukan? Kalau begitu, kita buktikan ke Rumah Sakit, apa kamu beneran hamil atau tidak?" ucap Kevin.


"Kamu meragukan ku?" tanya Prischa.


"Tentu saja, karena aku tidak pernah menyentuhmu," ucap Kevin.


"Dasar pria, setelah berbuat seolah tidak pernah meninggalkan jejak apapun. Pintar sekali kalian para lelaki," ucap Prischa.


Brak!


Kevin menggebrak meja dan menatap Prischa dengan tajam.


"Hentikan kegilaan mu, atau Aku akan membuatmu menyesal!" ancam Kevin dan pergi meninggalkan Prischa.


Prischa mengepalkan tangannya dan menenggak minumannya, mendengar ucapan Kevin membuatnya merasa haus.