My Lovely Fat Wife

My Lovely Fat Wife
Bab 28



Melika membuka matanya saat terdengar suara alarm. Dia melihat ke atas langit-langit kamar, jantungnya berdegup kencang saat teringat mimpinya semalam, di mana dia tengah melakukan malam pertama dengan Kevin.


Melika tersentak saat tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang jatuh di atas tubuhnya, dia melihat ke samping dan betapa terkejut saat melihat Kevin tengah tertidur dengan posisi tengkurap dan tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuh bagian atasnya. Dengan cepat Melika mendudukkan tubuhnya dan lagi-lagi dia di buat terkejut saat merasakan perih di area bawah perutnya.


'Jadi, semalam itu nyata? Jadi, itu semua bukan mimpi? Jadi, aku dan mas Kevin semalam sudah melakukannya?' gumam Melika.


"Itu semua memang nyata, kita melakukannya semalam. Kita bahkan melakukannya sampai dini hari," celetuk Kevin.


Melika menelan air liurnya, jantungnya benar-benar berdegup kencang. Dia tak menyangka, dia telah benar-benar menyerahkan mahkotanya pada Kevin, suaminya sendiri.


Kevin beranjak dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi.


Melika pun ikut beranjak dari tempat tidur, kakinya gemetar begitu mulai melangkah perlahan.


"Kamu kenapa?" tanya Kevin yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi.


"Sakit, Mas," ucap Melika.


"Apanya?" tanya Kevin polos.


Kevin tak menyadari, Melika kesakitan karena ulahnya semalam yang terus menyerangnya.


"Menurut kamu, aku sakit kenapa?" tanya Melika.


"Ya, enggak tahu," ucap Kevin dengan santai.


Melika memutar bola matanya, suaminya itu benar-benar tak peka.


"Sudahlah, enggak usah dibahas," ucap Melika.


Lagi-lagi Melika memekik tertahan saat kembali melangkahkan kakinya.


"Loh, kenapa lagi?" tanya Kevin yang mulai cemas melihat keadaan Melika.


"Mas kenapa, sih, nanya terus? Aku, tuh, kayak gini juga gara-gara Mas!" ucap Melika mulai kesal.


"Ya, kamu enggak kasih tahu aku, bagaimana aku bisa tahu?" ucap Kevin bingung.


"Ya ampun, terserah Mas, deh. Aku mau mandi," ucap Melika.


Saat Melika akan melangkahkan kakinya, Kevin langsung menahan tangannya.


"Kenapa?" tanya Meilka.


"Kamu kesakitan 'kan kalau jalan?" tanya Kevin.


Melika pun mengangguk.


"Jangan jalan dulu, kamu duduk dulu," ucap Kevin.


Melika menganggukkan kepalanya, Kevin pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor pak Man. Tak lama pak Man pun menjawab panggilan Kevin.


'Halo, Pak Man. Tolong belikan saya kursi roda,' ucap Kevin.


Melika mengerutkan dahinya.


"Untuk apa kursi roda, Mas?" tanya Melika.


"Untuk kamu," ucap Kevin.


"Memangnya, aku kenapa?" tanya Melika bingung.


"Kaki kamu lagi sakit 'kan? Jadi, ya, aku belikan kamu kursi roda, kamu bisa pakai kursi roda dulu sampai kaki kamu sembu," ucap Kevin.


"Bilang sama pak Man, kursi rodanya nggak jadi dibeli," ucap Melika.


"Kenapa?" tanya Kevin bingung.


"Karena, aku enggak cacat, Mas. Aku kesakitan bukan karena kaki aku yang sakit!" geram Melika.


"Kenapa kamu marah? Aku 'kan hanya kasih kamu solus," ucap Kevin.


"Kamu benar-benar keterlaluan, Mas. Aku susah jalan karena area bawah perut aku perih. Kamu semalam sudah mengambil mahkota aku, jadi ya, ada luka robek. Dan, itu bikin aku jadi susah jalan!" geram Melika.


Melika benar-benar kesal dengan suaminya itu yang sama sekali tak mengerti apa maksudnya.


Kevin membulatkan matanya, bagaimana bisa dia melupakan bahwa Melika masih gadis? Tentu saja itu akan menyebabkan luka robek di area bawah perutnya.


"Maaf, aku benar-benar enggak sadar," ucap Kevin canggung.


Melika menggelengkan kepalanya.


"Tapi, Mel, kita masih butuh kursi roda itu," ucap Kevin.


"Untuk apa?" tanya Melika bingung.


"Karena, aku enggak akan kuat angkat kamu ke kamar mandi," ucap Kevin.


Melika lagi-lagi membulatkan matanya dan menatap Kevin dengan tatapan tajam.


"Memangnya, siapa yang minta diangkat?" tanya Melika.


"Ya, biasanya begitu 'kan? Di drama-drama, biasanya suami selalu angkat tubuh istrinya ke kamar mandi setelah mereka melakukan malam pertama," ucap Kevin.


Melika tersenyum kecil, dia tak menyangka suaminya ternyata suka menonton drama.


"Korban drama," ejek Melika.


"Sekali doang lihat drama," ucap Kevin.


"Masa?" Melika menatap Kevin dengan tatapan penuh selidik.


"Serius, itu pun karena mau tahu bagaimana caranya memulai malam pertama," ucap Kevin.


"Apa?" Melika terkejut mendengar ucapan Kevin.


"Jangan seperti itu ekspresinya," ucap Kevin.


Melika pun terkekeh, perlahan dia mulai bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Mel!" panggil Kevin.


"Ya?" Melika melihat ke arah Kevin.


"Sudah enggak sakit?" tanya Kevin.


Melika menggelengkan kepala.


"Sudah enggak terlalu," ucap Melika.


Kevin pun tersenyum penuh maksud dan bergegas menghampiri Melika.


"Kalau begitu, nanti malam aku boleh minta hakku lagi 'kan?" tanya Kevin.


Melika menatap Kevin dengan tajam, sedangkan Kevin hanya terkekeh melihat ekspresi lucu Melika.