
Mari berkenalan dengan tokoh utama di novel ini. Namanya Athanya Luna Gemilang, umur 19 tahun 6 bulan 7 hari. Berkuliah di salah satu Universitas di ibukota jurusan Arsitektur Interior, semester 3.
“Luna” Begitu begitu kebanyakan orang memanggilnya. Punya banyak sekali teman dari berbagai kalangan karena memiliki sifat humble, ramah, periang dan dianugerahi wajah cantik serta suara bagus.
...Visul Athanya Luna Gemilang...
...(Source : Pinterest pict of Fair Xing, chinese actress)...
Sebagai seorang mahasiswi, ternyata keseharian Luna sangat sibuk. Banyak side activites-nya yang berhubungan dengan bakat dan hobinya. Luna sering datang dari cafe satu ke cafe lainnya untuk bernyanyi, tour dengan vespa yang sering dia panggil “Bumblebee” atau “Bee”. Vespa kuning yang menemani Luna mengitari kota Jakarta dan sekitarnya.
...(Visual Bumblebee, hehe perlu nggak sih?)...
Sebenarnya ada satu hobi lagi dari si cantik yang tomboi ini, yaitu bermain futsal. Namun semenjak sang kakak yang bernama Elio pulang ke Indonesia, Luna tidak punya kesempatan lagi bermain futsal. Elio akan sangat marah jika Luna berani main futsal kembali tanpa sepengetahuannya, karena engkel kaki Luna yang sudah mengalami cidera parah.
“Kak El…”
Begitu bisa Luna memanggil Elio Ukasyah Akandra. Meskipun mereka hidup berdampingan selama 12 tahun sebagai kakak dan adik, tapi sebenarnya Elio bukan lah keluarga Luna. Elio hanya seorang yang beruntung bertemu dengan keluarga Luna. Sang Bunda bersahabat dengan Mama Luna yang bernama Renata.
...Visul Elio Ukasyah Akandra...
...(Source : Pinterest pict of Yin Li, chinese actors)...
Semenjak lulus SMA Elio tinggal di Aussie untuk melanjutkan kuliah S1 dan S2 di bidang business management. Pria berusia 26 tahun 8 bulan 4 hari ini punya paras yang menawan dan sangat cerdas.
“Kakak tuh kaya gundukan batu es bernafas.” Protes Luna.
Julukan yang diberikan oleh Luna bukan tanpa alasan, Elio berkap sangat dingin dan tak tesentuh. Hanya Luna dan keluarga yang bisa memebuatnya berada pada zona nyaman dan bebas tertawa.
Meskipun tidak suka bersih-bersih seperti Luna, ternyata Elio sangat lihai memainkan perkakas dapur, mengolah bahan makanan menjadi mahakarya yang lezat.
...Kebersamaan Elio dan Luna...
...(Source : Pinterest pict of Put Your Head on My Shoulder, Chinese Drama)...
Empat bulan ini Elio kembali ke Indonesia. Ada kehangatan yang kembali ia dapatkan saat bertemu adik kesayangannya. Hidup berdampingan setiap hari membuat Elio sadar, ternyata Luna punya ruang sendiri di hatinya.
“Pap… Sekarang pakai alasan apa lagi? Elio memang sudah harus melanjutkan bisnis Elios Hotel punya Mas Arkan.” Keluh Renata pada sang suami, Gilang.
“Udah lah Ma. Percaya aja sama mereka. Mereka cuma menganggap kakak adik kok satu sama liannya.” Gilang berusaha menenangkan sang istri yang sudah ia boyong ke Aussie.
“Nggak Pap. Luna harus kesini. Luna harus ikut kita ke Aussie. Luna dan Elio itu bukan saudara. Mereka bisa saja khilaf.” Protes Renata melihat kedekatan Luna dan Elio.
...Kebersamaan Elio dan Luna...
...(Source : Pinterest pict of Put Your Head on My Shoulder, Chinese Drama)...
Hingga sampailah hari itu terjadi. Kejadian yang menyesakkan dada Renata. Kepulangannya ke Indonesia benar-benar membuat dugaannya terbukti, meskipun ada alasan logis dibalik pemandangan yang mengguncang jiwanya.
...Pemandangan pasca astraphobia pagi itu...
...(Source : Pinterest pict of Put Your Head on My Shoulder, Chinese Drama)...
“Sekarang pilih. Ikut Mama dan Papa ke Aussie atau Menikah dengan El.”
“Kak… Ayo nikah…”
“Apa? Tolong ulangi.”
“Ayok nikah.” Ucap Luna sekali lagi.
Ah ternyata Elio tidak salah dengar atau pun sedang bermimpi. Luna benar-benar mengajaknya menikah.
“Tapi… Ada tapinya.” Sambung Luna lagi.
“Apa?”
“Kasih aku waktu buat main-main. Nanti setelah umur 21 tahun, aku janji bakal jadi istri kakak seutuhnya. Jadi jangan apa-apain aku dulu. Sepakat?” Luna mengulurkan tangannya.
Apa pun akan Elio lakukan untuk Luna, termasuk menerima persyaratan konyol itu. Tapi baginya apa pun akan ia lakukan untuk Luna, untuk Renata dan Gilang yang sudah menghadirkan cinta yang luas dalam hidupnya.
“Sekarang kamu mandi, pakai pakaian yang rapi. Kita makan malam di rooftop, ajak adikmu.” Ucap Om Rian yang merupakan Executive Secretary di Elios Hotel. Sebagai GM hotel, tentu Elio harus berpakaian rapi layaknya seorang pemimpin tertinggi.
...Luna as singer & Elio as Executive General Manager ...
...(Source : Pinterest pict of Fair Xing and Yin Li)...
Sedangkan Luna yang hari itu memang dijadwalkan manggung, sudah terlihat cantik dengan outfit simple dan rambut yang dikuncir sebagian, dan sebagian lagi ia biarkan terurai.
...***...
...(Cuplikan Next Chapter)...
“Ini surat-surat nikah kita. Kamu tanda tangan disini.” Elio menyerahkan surat-surat itu pada Luna di depan Renata dan Gilang.
Luna yang masih terkejut dan tidak menyangka semua secepat ini. Ia langsung meremas ujung kemejanya sambil menatap tumpukan berkas itu.
“Kita nikah beneran?”
...***...
...(Cuplikan Next Chapter)...
“Ke Jogja?”
“Mama setuju… Luna harus dikenalkan dengan keluarga kamu El. Lagi pula kamu udah lama nggak lihat Mbah Uti dan Mbah Kung.” Ucap Renata yang sangat kenal dengan kakek nenek Elio dari Bundanya.
“Iya Ma. Elio izin week end besok bawa Luna kalau begitu ya.”
“Sampaikan salam mama sama Mbah Uti dan Mbah Kungmu ya.”
...Let’s Go ...
...(Source : Pinterest pict of Fair Xing and Yin Li)...
...😅-[Bersambung]-😅...
Visual dan extra up untuk hari ini. Semoga suka ya. Aku nggak mau kasih visual lain ya. Biar kita fokus aja sama mereka berdua.
Gimana mata kalian udah pada seger belum? Kasih komen dong
Btw uploadnya pasti lama ini.
Kalau ada typo akan direvisi bertahap ya.