Meira

Meira
BAB. 32



Pagi ini terlihat cerah, udaranya pun sudah mulai menghangat. Wajar sekarang sudah jam 08.00 pagi, karena keasyikan cerita jadinya ya tadi malam mereka pada telat tidur dan akibatnya bangun pun juga kesiangan. Padahal mereka ingin menyaksikan kabut awan dan matahari terbit, jadinya gagal deh sekarang. Hingga perut mereka pun ingin segera minta diisi.


Makanan sederhana kini tersaji di depan mereka. Tidak ada meja makan mewah, kursi empuk atau pun peralatan makan mahal. Yang ada hanya lantai beralaskan tanah dan rumput dengan beratapkan langit cerah serta peralatan makan piring dan cangkir plastik karena tidak berat dibawa juga tidak mudah pecah. Makanan yang disajikan pun cukup sederhana yaitu nugget, sosis, telur dadar serta mie instan. Makanan yang menurut mereka paling praktis buat situasi seperti saat ini.


"Kak Al Al temani Meira mandi." minta Meira pada kak Al Al nya yang sedang duduk bersama keempat temannya sambil bermain kartu.


"Uhuukk... uhuuk..." seketika Alando tersedak saat menikmati minumannya. Mereka baru selesai makan beberapa menit yang lalu, para cowok pun tetap menikmati santainya sementara para cewek harus membersihkan peralatan makan yang sudah mereka pakai.


"Cie... Cie... Meira mau ditemani Alando mandi." canda Christ. Sudah jadi hobinya untuk membuat Alando tambah kesal dan menggoda Meira adalah hal yang paling menyenangkan saat ini.


"Apa sih Meira! Kamu minta temanin aja sama teman-teman kamu." omel Alando, ya kali dia harus menemani Meira mandi, yang ada setan juga ikut mandi dan malaikat pada menyingkir.


"Meira juga mandi sama teman Meira kok, tapi Meira takut ada yang intip."


Meira dan teman-temannya memang akan mandi di tempat yang tidak terlalu jauh dari mereka, karena di sana memang ada air terjun. Meski katanya ada juga beberapa orang yang mandi di sana tapi mereka kan tidak kenal.


"Oh jadi kalau yang mengintip itu Alando tidak apa-apa ya...?" tanya Kenny cengengesan.


"Setan loe!" maki Alando pada Kenny.


"Tenang aja tidak akan ada yang berani intip kalian, kami akan jaga dari jauh." ucap Zaden, sebagai yang tertua Zaden selalu bisa menenangkan teman-temannya, lagi pula semua yang ada di sini adalah tanggung jawabnya. Memang di tempat ini bukan cuma mereka yang mengikuti camping, ada beberapa kelompok juga yang sedang menghabiskan waktunya untuk menikmati alam seperti mereka.


* * *


Hari ini hari kedua mereka ada di tempat ini, besok pagi-pagi mereka sudah harus pergi. Karena itu kesempatan hari ini digunakan para cowok untuk pergi ngebolang mengeksplore tempat itu. Sedangkan para cewek cuma menikmati keindahan alam di sekitar kawasan yang mudah untuk mereka datangi saja.


"Wah tempat ini keren banget, bisa kali nih kita bikin video ZACKS si Bolang atau gimana kalau kita bikin video yang lagi banyak di sukai orang-orang zaman now, yaitu mencari hantu di hutan ini, wah pasti banyak jurignya nih." ucap Kenny sok berani atau mungkin dia malah lagi ketempelan makhluk astral.


"Loe berasa jadi Jurnalrisa apa?" protes Christ, maklumlah mereka para subcribernya Jurnalrisa dengan konten horornya yang menakutkan namun juga dibumbui komedi yang membuat tontonan itu semakin menarik.


"Yang ada sebelum loe ngejurnal, loe sudah menghilang di balik pohon!" timpal Steven, melirik Kenny dengan tatapan mengejek.


"Ngapain di balik pohon?" tanya Christ penasaran?.


"Ngobrol sama mbak kunti." mulut Steven kadang memang sadis seperti saat ini.


"Huss... jaga mulut kalian, ini di hutan." ingatkan Zaden, bukannya pamali mengatakan hal kayak gitu, apalagi mereka sedang ada di hutan.


"Oh. Sorry." seru mereka dan langsung menutup mulut masing-masing.


Ngeri juga kalau tiba-tiba omongan mereka di dengar makhluk penghuni hutan tersebut. Boro-boro mau jadi ghostbusters yang ada mereka pada jadi penghuni hutan tersebut untuk selamanya.


"Sudah siang banget, pulang yuk?" ajak Zaden dan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 14.00.


"Hemm... gue juga sudah laper!" aku Alando, dari tadi perutnya sudah didemo para cacing untuk minta diisi.


"Sama, gue juga laper banget." sambung Christ.


Mereka kini meyusuri jalan menuju ke tempat tenda mereka berada. Lumayan jauh juga ternyata, bahkan tadi mereka tidak terlalu menyadari sudah melewati batas aman. Pantas jalannya semakin terjal dan sulit untuk dilewati meski pemandangan yang didapat juga sangat bagus. Setimpal dengan usaha mereka dan setidaknya kamera mereka terisi penuh dengan beberapa foto-foto yang menakjubkan. Fotografi memang salah satu hobi mereka, karena itu mereka bisa lupa waktu kalau sudah menemukan spot-spot yang indah.


"Heii... Kalian ada sini, wah kebetulan banget ya?" sapa Karina dan rombongannya, namun kali ini bukan cuma mereka bertiga para cewek-cewek saja yang terlihat tapi sekarang juga ada empat cowoknya.


"Yah, kami baru dari atas, kebetulan pemandangan di atas sangat bagus." jawab Zaden ramah, sambil melihat sekelilingnya.


"Wah, kalian suka fotografi ya?" Karina terlihat antusias, setelah melihat kamera yang di pegang masing-masing laki-laki yang ada di depannya tersebut jelas mereka penyuka fotografi, pikir Karina.


"Ya begitulah, oh ya kalian sedang apa di sini?" tanya Kenny yang melihat rombongan mereka tampak sibuk masing-masing. Ada yang memfoto serangga, menulis laporan dan terlihat para cowoknya lagi memasukan beberapa serangga ke dalam toples.


"Oh itu, kami lagi mencari beberapa serangga untuk penelitian kami, biasalah tugas dari kampus!" jawab Karina lelah. Lelah mencari serangga yang memang sedikit sulit di temukan.


"Oh. Ya sudah kalau begitu kami duluan." pamit Zaden, karena dia juga sudah merasakan lapar mengusai perutnya.


"Oh oke, kami juga sebentar lagi selesai." sambung karina dan melirik ke arah Alando yang dari tadi cuma diam saja tanpa mau sedikit pun mengeluarkan suaranya.


* * *


Kini Alando dan keempat teman-temannya sudah sampai di tenda, tentu saja ada yang menyambut penuh bahagia. Dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya padahal jika di hitung mereka cuma tiga jam tidak bertemu.


"Kak Al Al kok lama sih di sana, padahal Meira sudah buatin makanan enak buat kak Al Al loh, terus karena sudah kelaparan tadi teman-teman Meira sudah makan duluan. Tapi Meira sudah sisain buat kak Al Al kok." jelas Meira antusias.


"Bidadari, siapa?" tanya Adelia sedikit cemburu pada Kenny. 'Apa perempuan perempuan genit semalam lagi'. Begitu pun dengan teman-teman Meira yang memiliki pemikiran yang sama. Kalau itu benar bahaya juga tuh cewek-cewek, Adelia merasa kecolongan.


"Kunti aja loe bilang bidadari, segera periksain mata loe itu!" kesal Alando, dia kira ini zaman Jaka Tarub apa? Mana bisa menemukan bidadari di hutan. Alando segera mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, apalagi sekarang perutnya sangat laper.


"Bercanda Lan, bidadari kita kan sudah ada di sini ya?" liriknya pada Adelia yang memang sangat cantik, dan tentunya Meira yang sudah menjadi bidadarinya Alando.


"Bidadari gue juga ada kok, hai sayang?" senyum Christ dan lambaian yang di tujukannya pada Sany.


"Cie...cie... Sany sudah ada yang nge-gebet nih." goda teman-temannya, namun mereka cuma dapat pelototan dari Sany yang tidak suka dapat godaan dari Christ dan kedua temannya itu, Sany memang anti sama ZACKS. Maksudnya untuk menjadi pasangan, tapi kalau teman dia tidak masalah.


Meira baru menyiapkan makanan untuk kak Al Al nya tapi tiba-tiba Karina datang berkunjung. "Wah kebetulan gue bawain makan nih buat loe dan kalian juga, dan ini buatan gue sendiri." ucap Karina bangga dan ikut duduk bersama mereka yang lagi makan, lebih tepatnya mengambil duduk di samping Alando. Namun karena terlalu fokus untuk mengisi perutnya Alando tidak terlalu mempedulikan Karina mau duduk di manapun.


"Hrmm taruh aja." suruh Alando, toh bukan cuma dia yang akan makan tapi semua teman-temannya pun ikut makan juga.


"Gue ambilin ya?" Karina seolah tidak mengerti dengan penolakan Alando.


"Tidak..."


"Tidak apa-apa aku suka kok melakukannya." Karina tampak senang, kali ini bisa lebih dekat dengan Alando, dia tidak terlalu peduli dengan gadis yang terlihat dekat dengan Alando semalam. Karina yakin mereka tidak pacaran, mana mungkin Alando yang ganteng pacaran sama gadis bodoh itu, pikirnya.


Karena dari pagi tadi Karina dan teman-temannya diam-diam sudah memperhatikan tingkah laku gadis tersebut yang tampak kekanak-kanakan di matanya, yang baru dia ingat namanya Meira karena semalam Alando dan teman-temannya memanggil begitu.


Alando tampak tidak suka tapi dia juga tidak mau membuat teman-temannya terganggu dan hilang napsu makan kalau dia tiba-tiba meluapkan emosinya seperti biasa. Sedangkan teman-temannya cuma memandang Karina tidak suka. Gadis itu tampak terang-terangan menyukai Alando, mereka hanya tidak mau usaha mereka untuk mendekatkan Meira dan Alando kembali gagal. Buat mereka Meira sudah menjadi bagian dari ZACKS jadi akan sulit untuk menerima perempuan lain sebagai pasangan Alando yang baru.


"Ngapain sih tuh cewek kegatelan banget." Adelia dibikin kesal sama sikapnya Karina, meski perempuan itu tertariknya pada teman Kenny si Alando tetap aja dia kesal, dia sudah mulai menyukai Meira dan teman-temannya, hanya saja dia terlalu gengsi untuk berteman dekat dengan mereka.


"Meira ngapain kamu di sini? Ayo kesana, nanti cowok kamu diambil sama tuh Karina." omel Adelia pada Meira yang masih duduk-duduk santai bersama teman-temannya tanpa sedikitpun melakukan usaha untuk menjauhkan Karina dari Alando. Kalau dia yang berada pada posisi itu sudah dia acak-acak tuh rambut perempuan.


"Meira harus ngapain...? Meira nggak mau jahat, nanti ibu Meira marah sama Meira." ibunya memang selalu menasihati Meira untuk selalu jadi gadis baik, kalau ada orang jahat yang menjahatinya maka abaikan saja, Meira jangan ikut jahat seperti mereka. Kecuali orang itu sudah menyakiti fisiknya baru dia harus bisa membela dirinya sendiri.


"Ikut aku...!" Adelia menarik Meira menjauh dari teman-temannya. Meira itu polos jadi mudah dibujuk, pikirnya. Kalau ada teman-teman Meira bisa dipastikan Meira tidak akan mau mendengar saran-sarannya.


"Kamu nggak boleh diam begitu aja, nanti Alando akan direbut sama Karina. Kamu mau Alando meninggalkan kamu sendiri sedang dia pergi bersama cewek genit itu?"


"Nggak mau...!" Meira menggelengkan kepalanya dan membayangkan bagaimana kalau seandainya kak Al Al nya sudah tidak mempedulikan dirinya lagi dan menjauhinya.


"Meira suka sama kak Al Al."


"Ya sudah, kalau begitu kamu pergi ke sana dan usir setan genit itu!" suruh Adelia dan dia pun memikirkan cara licik untuk mengusirnya pergi.


"Setan genit?" tanya Meira tidak paham dengan apa yang dikatakan Adelia.


"Iya, dia itu setan genit jadi harus diusir." jawab Adelia asal ngomong dan melihat-lihat ke arah sampingnya, di sana terdapat satu bungkus garam dapur yang sudah terbuka dan timbulah niat usilnya.


"Ini kamu ambil dan taburkan di kepalanya dijamin setan genitnya pasti kabur." Adelia memberikan garam dapur itu ke tangan Meira.


"Apa setannya tidak akan marah sama Meira?" tanya Meira yang belum memahami perumpamaan setan yang digunakan Adelia itu bukanlah setan sesungguhnya. Meira taunya setan genit itu akan menjauhkannya dari kak Al Al nya saja.


"Tidak akan, dia cuma akan pergi menjauh dari sana, sudah ayo!" pikir Adelia tanpa memikirkan dampak apa yang akan terjadi nantinya, dia lalu mendorong tubuh Meira untuk beranjak ke tempat para cowok-cowok makan siang sekaligus tempat cewek genit itu berada.


Meira perlahan melangkah pelan dan ragu untuk melakukannya, di tangannya sudah ada satu garam dapur yang dikasih Adelia, dia takut bagaimana kalau setannya marah atau Karina malah terluka oleh perbuatannya, tapi dia juga takut kalau kak Al Alnya akan pergi meninggalkannya nanti.


"Byuurr..." siraman butir-butir garam berjatuhan di kepala Karina bahkan beberapa sudah masuk matanya hingga perih. Karina kaget begitu pun orang-orang di sana yang melihatnya, tidak terkecuali Alando.


Meira...? Jangan ditanya, dia diam terpaku dan ada rasa takut serta gugup menghinggapinya. Takut karena sekarang semua mata tertuju padanya seolah mengatakan apa yang dilakukannya itu kesalahan fatal dan tidak bisa dimaafkan. Buat Meira ini pertama kalinya dia berbuat jahat sama orang lain.


"Kau sudah gila! Apa yang kau lakukan?" Karina tampak kaget dan kesal, dia pun langsung berdiri membersihkan rambut serta mukanya yang tersiram garam apalagi sekarang matanya terasa perih.


"APA YANG KAMU LAKUKAN MEIRA!" bentak Alando dengan muka yang sangat marah melihat kelakuan Meira yang tidak seperti biasanya. Meira yang dia kenal tidak akan bersikap jahat pada orang lain dan Alando sangat tidak menyukainya.


"Meira cuma... hiks hiks..." Meira tidak bisa melanjutkan bicaranya lagi karena tiba-tiba dia ingin menangis. Dia takut dan sakit mendengar bentakan apalagi melihat muka marah kak Al Al nya yang sangat menakutkan bagi Meira, ini kali kedua setelah kemarahan Alando waktu itu.


"Maaf..." cuma itu yang bisa Meira ucapkan, dan dia langsung pergi dari sana menjauhi tempat itu. Alando hanya terpaku melihatnya, dia tidak sadar kalau telah membentak Meira dan membuatnya ketakutan.


Vote, like dan koment yaa..