
Berhubung hari sudah mulai gelap dan suhu udaranya pun mulai menurun akhirnya mereka mulai membuat api unggun,dan kini mereka para cowok-cowok berkumpul mengelilingi api unggun sekedar menghangatkan diri dengan segelas kopi susu hangat di tangan serta obrolan ringan dengan canda-candaan yang terlontar di antara mereka.
"Hai kami boleh gabung di sini nggak?" di tengah obrolan mereka tiba-tiba tiga perempuan dari perkemahan di samping yang letaknya tidak jauh dari tenda mereka datang ingin bergabung, padahal yang mereka lihat teman-teman mereka di sana juga sedang mengadakan acara api unggun.
"Oh, tentu saja. Lebih banyak orang lebih rame!" sahut Kenny, yang belum pernah melihat mereka.
"Ih, jangan genit." Adelia mencubit pinggang pacarnya dan melotot cemburu pada Kenny yang bersikap ramah pada perempuan-perempuan itu namun hanya dibalas cengiran oleh laki-laki di sampingnya itu.
"Terima kasih, Oh iya gue Karina, dan mereka Sena dan Alya, kami camping di sebelah sana dan tadi kita juga sudah sempat ketemu juga kan ya?" kali ini pandangannya dia arahkan ke Alando berada namun sayang tidak ada tanggapan darinya sama sekali.
"Oh iya, tadi kita ketemu saat lagi mencari ranting pohon untuk api unggun ini." mau tidak mau Zaden mengambil alih untuk menjelaskan, hanya untuk beramah tamah karena Alando maupun Steven tidak ada yang mau membuka mulutnya sama sekali.
"Ya sudah silahkan, kalau mau bergabung." sambungnya.
"Iya, terima kasih." balas mereka, Karina memilih duduk dekat Alando, diikuti Sena dan Alya yang duduk di sampingnya.
"Wah gawat nih." bisik Christ pada Zaden, yang dari gesture Karina kayaknya perempuan itu suka sama Alando. "Tujuan kita kemari kan mau mendekatkan Alando dan Meira bukan malah menjauhkan mereka, loe sih terlalu ramah sama orang." kesal Chris pada Zaden.
"Alando bukan orang yang mudah didekati, loe lihat aja nanti." balas Zaden berbisik juga pada Christ.
"Kalian berbisik apaan sih ikutan dong?" Kenny ikut nimbrung penasaran.
"Bukan urusan loe." jawab Zaden seadanya.
"Btw, kami sudah mengenalkan nama kami, tapi kami belum tahu nama kalian?" ucap Karina, Karina memang tipe perempuan yang supel dan agresif dibanding kedua temannya.
"Oh iya... kenalin gue Kenny. Di samping gue ini ada Christ, terus Zaden, yang di sana itu Steven, nah yang di samping loe itu namanya Alando, dan ini Adelia pacar gue." sahut Kenny mengenalkan satu-persatu temannya sekaligus pacarnya supaya tidak ngambek lagi padanya. Sebenarnya Kenny paham sih, dari sikap yang ditunjukan Karina Secara terang-terangan itu jelas sekali kalau cewek cantik berambut cokelat tersebut memiliki ketertarikan pada sahabatnya Alando. Tapi ya bodo amat lah, dia tidak terlalu peduli toh Kenny tahu seperti apa sifat Alando itu. Pangeran pemarah yang diciptakan dari segumpal es kutub utara.
"Oh ya kalian juga dari kampus ya?" kali ini Sena yang bertanya, dia lebih tertarik untuk mengenal Zaden dari pada yang lainnya.
"Ya begitulah." Zaden cuma menjawab seadanya. Dan obrolan mereka terus berlanjut, kecuali Alando yang terlalu malas untuk menanggapi begitu pun steven yang memang selalu irit bicara tidak jauh beda dari Alando.
Namun ada satu perempuan yang terlihat marah dengan kehadiran mereka bertiga, cewek keganjenan dan tipe pelakor menurutnya. Karena kesal perempuan itu pamit sebentar tapi sayangnya sang pacar yaitu Kenny malah pura-pura tidak peka, padahal dia tahu kekasihnya itu sedang cemburu. Dia malah memilih untuk terus mengobrol dengan cewek-cewek yang baru dikenalnya tersebut, maklumlah Kenny kan tipe cowok playboy.
Namun bukan pergi ke tendanya ternyata Adelia menghampiri tenda Meira dan teman-temannya yang lagi berkumpul di dalam tenda sempit mereka.
"Eh... Loe Meira kan?" tanya Adelia pada cewek lugu yang lagi pusing mencari jaketnya yang entah dia taruh di mana dengan dibantu teman-temannya yang juga ikut pusing mencarinya.
"Iya. Kakak cantik ada perlu sama meira?" tanya Meira senang, karena ini pertama kalinya cewek cantik itu mau menyapa dia.
"Gue emang cantik sih, terima kasih." ucap Adelia. Sedangkan Sany, mita dan Ami cuma saling berpandangan tidak peduli dan bodo amat, pikir mereka.
"Sini ikut gue, jangan sampai cowok loe juga digoda." Adelia langsung menarik Meira keluar dan akan menuju tempat mereka berkumpul tadi, biar Karina tahu kalau Alando itu sudah ada yang punya, pikirnya.
"Tapi Meira mau cari jaket dulu, dingin." tolak Meira, dia kan nggak tahan dingin dan sangat mudah terserang flu.
"Lama, ayo." Adelia tetap membawa Meira dengan menarik tangan Meira secara paksa.
"Hei... Mau dibawa kemana sih teman kami?" mau tidak mau ketiga teman Meira juga mengikuti di belakang.
"Tuh lihat cowok loe lagi didekatin sama tuh cewek genit." Adelia menunjuk cewek cantik yang duduk di samping Alando yang dari tadi terus mencari perhatiannya.
"Meira nggak mau dipanggil loe, Meira gak suka!" protes Meira seperti biasa.
"Ya ampun...! iya... iya...!" kesal Adelia. Sampai-sampai dia harus memegang kepalanya. Kenny memang sudah cerita tentang sifat Meira makanya dia sedikit tahu, "Lihat aja tuh cowok kamu!" lanjutnya.
"Hati-hati cowok kamu lagi didekati sama cewek genit itu!"
"Memangnya dia cewek genit?"
"Iya, genit banget!" provokasinya, sengaja mau bikin Meira panas.
"Tapi dia cantik." Meira merasa sedih, karena dia tidak secantik perempuan itu. "Kak Al Al pasti lebih suka dia dari pada Meira." aku Meira.
"Cantikan gue lah, eh maksudnya aku. Ayo...!" Adelia tidak menanggapi perkataan Meira, dia terus menarik Meira untuk berkumpul bersama Mereka.
"Nah Meira kamu duduk di sini samping aku." Adelia kembali duduk di samping Kenny, dia terlihat asik mengikuti obrolan dengan kawanan Karina dan itu membuat seorang Adelia semakin panas.
Meira mengikuti perintah Adelia untuk duduk di sampingnya dan diikuti teman-temannya yang khawatir kalau-kalau Adelia berniat jahat padanya karena tidak biasanya kekasih Kenny itu mau berbicara sama Meira atau pun mereka sendiri. Perempuan cantik itu biasanya hanya berfokus pada dirinya sendiri dan sang kekasih dan sesekali menanggapi obrolan teman-temannya Kenny.
Sedangkan Kenny dan yang lainnya juga pada heran terutama Alando tidak biasanya Adelia mau berteman dengan Meira dan ketiga teman-temannya.
"Oh ya ampun Meira, kamu kedinginan ya? duuh kasian banget sih kamu." ujar Adelia drama, kini dia lagi melakukan aktingnya seolah panik melihat Meira yang lagi kedinginan tanpa jaketnya, memang saat ini Meira cuma memakai kaos lengan panjangnya. Padahal sih dia bodo amat mau Meira kedinginan mau Meira kepanasan pun dia tidak peduli. Saat ini dia hanya ingin Karina dan teman-temannya pergi ke asalnya dan tidak membuat perhatian Kenny beralih pada mereka.
Ami, Sany dan Mita saling berpandangan heran. "Bukannya tadi dia sendiri yang menarik Meira, padahal kan Meira sudah bilang mau cari jaketnya dulu?" bisik Sany pada kedua temannya dengan sikap curiga.
"Kita lihat aja dulu, apa tujuannya." ujar Ami, dan diangguki Sany dan Mita. Asal Adelia tidak mencari masalah dengan mereka maka mereka juga tidak akan membuat masalah dengan pacarnya Kenny itu.
"Udah kamu duduk di sini aja dekat api." suruh Adelia, dia menarik Meira untuk lebih dekat sama api unggun.
"Nanti Meira kebakar? Meira takut gosong." Meira ngeri melihat api namun juga tidak menolak perintah Adelia.
"Tidak apa-apa kebakar sedikit! dari pada hati kamu yang kebakar, panas." sinis Adelia namun ditujukannya pada Kenny yang bahkan tidak peka sama sekali atau mungkin pura-pura tidak peka.
"Meira jaket kamu mana? kenapa tidak kamu pakai." tanya Alando, yang dari tadi cuma diam memperhatikan ulah Adelia pada Meira.
"Meira lupa taruhnya di mana?" Meira terus berpikir mengingat-ingat di mana dia menaruh jaketnya setelah dari danau tadi. Membuat Alando dan teman-teman Meira gemas sendiri melihat tingkah Meira.
"Ya sudah tunggu, jangan terlalu dekat sama api...!" Alando beranjak pergi menuju tendanya. Membuat orang-orang di sana takjub melihat Alando begitu perhatian pada gadis tersebut terutama Karina dan teman-temannya, bahkan Karina sedikit cemburu dibuatnya, sedari tadi dia terus mencari perhatian seorang Alando namun satu patah kata pun tak ada yang keluar, sedangkan gadis itu dia bahkan tidak melakukan banyak hal namun dengan mudahnya bisa mendapatkan perhatian lebih dari laki-laki yang dia taksir tersebut.
Alando kembali dengan membawa jaketnya dan satu selimut kecil. "Pakai." suruhnya, tanpa membantah Meira langsung memakainya karena dari tadi dia memang kedinginan bahkan hidungnya sudah gatal pengen bersin.
"Tangan Meira hilang." tunjuk Meira pada Alando seperti anak kecil yang terpana saat melihat sesuatu yang baru untuknya, karena kini tangan Meira tertelan oleh hoodie kebesaran milik Alando.
"Wah Meira berbakat jadi srimulat nih?" puji Christ, yang kini tertawa melihat tubuh kecil Meira yang tenggelam oleh hoodi besar itu.
"Sini kan tanganmu." perintah Alando, yang kini duduk di samping Meira. Tanpa bertanya terlebih dahulu Meira pun memberikan tangannya. Ternyata Alando melipat kedua lengan hoodienya tersebut agar tidak terlalu panjang lagi dan Meira lebih nyaman memakainya. Kemudian Alando memakaikan selimutnya lagi untuk membuat Meira lebih hangat. Dulu saat Meira sakit karena kehujanan, ibunya pernah bilang kalau daya tahan tubuh Meira memang lemah, dia tidak tahan dengan cuaca dingin. Karena itu Alando khawatir kalau Meira sakit lagi karena udara saat ini begitu dingin.
"Terima kasih kak Al Al, Meira sudah hangat kok." Meira tampak lebih senang dari biasanya apalagi saat ini kak Al Al nya sangat perhatian dan tentunya sudah tidak marah lagi.
"Apalagi kalau dipeluk kan Meira?" goda Kenny yang kini merangkul Adelia.
Sepertinya Adelia sudah tidak ngambek lagi, dia juga cukup senang karena bisa membuat tiga cewek itu sadar posisi mereka. Enak aja mau mendekati cowok-cowok orang.
"Hahaa..." tawa mereka kini menghiasi tempat itu suasananya pun kembali menyenangkan karena adanya candaan serta godaan seperti biasanya. Meira yang lugu, Alando yang pemarah serta teman-teman Meira yang mulai berani ikut berinteraksi dengan mereka menjadikan suasana malam itu makin rame ditemani cemilan-cemilan yang mereka bawa serta segelas cokelat hangat. Tapi tidak untuk Karina dan teman-temannya, karena Karina sedikit kesal melihat kemesraan dua orang itu, padahal Karina berharap bisa sedikit saja menarik perhatian Alando. Kalau begini kan mana bisa, pikirnya.
"Udah lupain aja, dia sudah punya cewek!" bisik Alya pada temannya si Karina.
"Gue bahkan lebih cantik dari dia." kesal Karina yang masih belum bisa terima dikalahkan oleh gadis sesederhana itu.
"Tapi dia lumayan manis kok, cewek itu terlihat lugu. Mungkin itulah tipenya cowok itu." balasnya Alya.
"Loe lebih belain cewek itu sih dari pada gue?" Karina makin kesal dibuatnya, apalagi omongan Alya meruntuhkan kepercayaan dirinya.
"Hehee... Maaf, tapi diakan emang ceweknya." sahut Alya lagi mengingatkan.
"Sepertinya kami harus kembali ke tenda kami." ucap Karina tiba-tiba berdiri, karena emosinya lagi tidak baik dan dia juga tidak suka melihat keakraban dua orang itu.
"Oh, iya silahkan." sahut Zaden dan yang lainnya.
"Ya sudah kami pergi dulu." pamit Karina dan menarik kedua temannya yang masih duduk.
"Hus... Huss..." usir Adelia seperti mengusir ayam. Tidak peduli dengan lirikan Kenny yang heran melihatnya.
Obrolan mereka tetap berlanjut bahkan Zaden mulai bercerita tentang horor yang membuat bulu kuduk mereka berdiri, bahkan para cewek jadi tidak berani untuk masuk ke tenda mereka duluan, begitu pun Christ yang memang paling anti pada cerita horor langsung kesal pada Zaden dan semakin mendekat pada Steven, bahkan mereka berdua sudah terlihat seperti seorang kekasih yang memeluk pasangannya karena ketakutan.
"Apaan sih loe peluk-peluk, sana! risih gue." kesal Steven, berasa pisang makan pisang. Steven jadi geli sendiri.
"Yahh, Steve gue takut ini! loe tega sama gue?" rayu Christ agar hati Steven luluh untuknya, tidak apa-apa cuma untuk malam ini doang, pikir Christ.
"Mampu* aja loe!" maki Steven, bukannya luluh dia malah makin eneg.
Berbeda dengan pasangan Alando dan Meira. Mereka terlihat lebih dekat malam ini, apalagi dengan Meira yang semakin mendekat pada Kak Al Al nya karena cerita horor yang sedang dikisahkan Zaden membuat Meira ketakutan dan memeluk lengan kak Al Al nya. Namun kali ini Alando membiarkannya saja, dia tidak berniat untuk menjauh dari Meira.
"Kak Al Al Meira ngantuk." adunya pada Alando dan merebahkan kepalanya di bahu Alando.
"Ya sudah kembali ke tenda sana." suruh Alando.
"Nggak mau, takut sendirian."
"Ajak teman kamu masuk."
"Meira nggak mau ganggu mereka, kasian. Kak Al Al temani Meira ya?" polosnya, tanpa mempedulikan pikiran Alando yang lagi kacau antara mendengarkan bisikan setan atau malaikat.
"Mana boleh Meira? Aku ini laki-laki dan kamu perempuan!" Alando bingung sendiri mau menjelaskan seperti apa, untungnya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka karena sekarang semua orang fokus pada cerita Zaden dan sesekali Kenny menambahi, sehingga tidak ada satu pun yang berani bergerak.
"Kenapa nggak boleh?" Pandangan Meira kini beralih pada Alando dengan mata polosnya yang berkedip beberapa kali.
"Huhhh Meira...!" Alando frustasi menghadapi sifat Meira yang lugunya kelewat lebay, sampai-sampai dia harus mengacak-acak rambutnya, berdekatan dengan Meira buatnya sama saja seperti membawa bom atom yang sewaktu-waktu bisa meledak.
"Ya sudah... Ayo!" Alando menarik tangan Meira mengantarnya ke tenda.
"Sekarang kamu masuk dan segera tidur!" tegas Alando, karena melihat mata Meira yang terlihat sangat mengantuk.
"Tapi Meira takut sendirian, kak Al Al temani Meira di dalam sini ya?" minta Meira dengan muka memelasnya.
Apakah Meira sekarang sudah berubah menjadi setan penggoda, mungkin Meira baru ketempelan hantu genit di hutan ini, pikir Alando.
'Tawaran menarik. sungguh!' tapi utungnya ada malaikat baik yang sedang lewat didekatnya.
"Aku duduk di sini, sudah sana masuk!" suruhnya lagi dan mendorong tubuh Meira untuk cepat masuk ke tenda, sedang dia akan tetap berada di luar menunggu sampai temannya Meira datang.
"Oh ya udah, Meira masuk. Ini selimut kak Al Al." sebelum masuk tenda Meira mengasihkan selimut yang tadi diberikan kak Al Al padanya. Setidaknya Alando tidak terlalu kedinginan di luar tenda sampai Meira bisa tertidur atau sampai teman-temannya datang.
Vote, like dan koment yaa. Terimakasih..