Kezia Story

Kezia Story
BAB 80



Setelah mengatakan kepada Lili, Mey Yui teleportasi ke ruang dimensinya. Saat menginjakkan kakinya ke ruang dimensi ia di sambut oleh ketiga hewan kontraknya. Mio-mio, Yuyu dan si kecil rubah perak Xio-xio.


Ketiga hewan itu langsung menghampiri Mey Yui, terutama si Kecil Xio-xio melompat ke arah Mey Yui. Ia sangat merindukan Mey Yui, Xio-xio bermanja-manja di pelukan Mey Yui. Mio-mio tak mau kalah, dia juga berputar-putar di kaki Mey Yui.


Melihat Mio-mio seolah ingin di gendong juga oleh Mey Yui, namun ia menyadari jika dirinya sudah tumbuh lebih besar sehingga membuat Mey Yui kesulitan jika menggendongnya bersamaan dengan Xio-xio seperti dulu. Namun Mey Yui selalu adil terhadap hewan kontraknya.


Mey Yui jongkok kemudian memeluk dan menciumi Mio-mio. Ia mengusap-ngusap bulu Mio-mio.


“Mio-mio kamu sudah besar tinggimu sekarang sudah mencapai pinggangku, aku sudah tidak bisa menggendongmu lagi. Tapi kamu jangan kuatir aku tetap menyayangimu dan tidak akan membeda-bedakan,” ucap Mey Yui sambil menciumi Mio-mio.


Mio-mio senang di perlakukan baik oleh Mey Yui. Setelah menjalani kehidupannya selama berinkarnasi, baru kali ini Mio-mio mendapatkan tuan yang sangat memperlakukannya bukan sebagai hewan kontrak.


Mey Yui memperlakukannya dan hewan kontrak yang lain seperti anaknya. Memanjakannya dan memarahi jika mereka melakukan kesalahan.


Si kecil Xio-xio tidak mau kalah dia juga ingin di cium oleh Mey Yui.


“Ibu... ibu... Xio-xio juga ingin di cium seperti kakak Mio-mio,” protes Xio-xio tak mau kalah.


Mey Yui tersenyum mendengar Xio-xio protes, ia pun mengangkat tinggi Xio-xio dan menggoyang-goyangkan tubuh Xio-xio.


“Ulu.. ulu.. anak ibu yang manja ini lagi protes, ya? Sini ibu kasi cium dulu tapi bohong...!” goda Mey Yui kepada Xio-xio. Mey Yui menggoda Xio-xio saat ia mendekatkan wajahnya ke kepala Xio-xio seperti hendak mencium Xio-xio namun tidak jadi.


Mio-mio dan Yuyu tertawa melihat Mey Yui menggoda si kecil Xio-xio.


Xio-xio sudah antusias dan senang akan di cium oleh Mey Yui menjadi kesal dan merajuk. Ia melompat dari gendongan Mey Yui.


“Ibu.. ibu... ibu, nakal! Tidak jadi cium Xio-xio, ibu tidak sayang lagi sama Xio-xio!” Xio-xio merajuk.


“Hahaha...! Ulu.. ulu.. anak ibu merajuk! Sini.. sini ibu cium beneran. Mendekatlah pada ibu dan cium ibu,” rayu Mey Yui.


Xio-Xio dengan malu-malu mendekati Mey Yui, ia ingin mendekati wajah Mey Yui dan menjilati wajah ibunya.


“Hahaha..! Gak kena...!” ucap Mey Yui saat menghindari Xio-xio yang ingin menjilati wajahnya.


Xio-xio sangat kesal di kerjai lagi oleh Mey Yui. Dia hendak berlari meninggalkan Mey Yui, namun dengan cepat Mey Yui menangkapnya.


“Anak ibu yang lucu dan menggemaskan lagi kesal, ya..! Maafkan ibu, sayang! Ibu sangat sayang Xio-xio dan kalian berdua,” ucap Mey Yui. Sambil menciumi Xio-xio dan mengelus-elus Mio-mio. Sedangkan Yuyu yang masih berupa telur bertengger di bahu Mey Yui.


Mereka melepas rindu dengan bermain dan bercanda bersama. Mey Yui menyempatkan diri untuk memasak kesukaan kedua hewan kontraknya. Ia merasa bersalah dengan keduanya, sudah lama ia tak mengunjungi dan memperhatikan mereka.


Tak terasa waktu di dunia nyata hari sudah menjelang malam. Rombongan mereka memasuki perdesaan, Jun Ho menghentikan rombongannya untuk mencari penginapan dan beristirahat.


Jun Ho tidak ingin putrinya kecapaian, ia ingin beristirahat di penginapan dan besuk pagi baru melanjutkan perjalanannya.


Melihat kedatangan Jun Ho, Lili memberi hormat kepada Jun Ho.


“Hormat hamba, tuan besar! Hamba akan memanggil nona Mey Yui agar segera keluar. Tadi nona berpesan agar tidak mengganggu waktu istirahatnya dan siapa pun tidak boleh masuk ke dalam gerbong kereta saat nona tidur!” ucap Lili kepada Jun Ho.


Jun Ho menganggukkan kepalanya dan berkata,” jika putriku masih tidur jangan kamu ganggu! Biarkan saja dia tidur, tunggu saja sampai dia terbangun. Setelah bangun kamu boleh memberitahunya,” jawab Jun Ho kemudian menghentikan kakinya ke perut kuda Yang di tungganginya dan meninggalkan kereta putrinya.


Setelah kepergian Jun Ho, Lili memanggil Mey Yui dengan lirih.


“Nona Mey Yui, kita sudah sampai di perdesaan. Tuan besar menghentikan perjalanan dan mencari penginapan agar nona bisa beristirahat. Besuk pagi kita akan melanjutkan perjalanan kembali,” ucap Lili dengan suara pelan.


Mey Yui masih berada di ruang dimensi yang sedang bermain dengan hewan kontraknya mendengar ucapan dari Lili. Ia pun segera pamit kepada hewan kontraknya.


“Aku akan keluar dari ruang dimensi terlebih dulu. Nanti setelah sampai di penginapan, aku akan kembali lagi!” ucap Mey Yui kepada ketiga hewan kontraknya.


“Ibu janji akan datang lagi! Xio-xio masih rindu dengan ibu,” balas Xio-xio yang tidak rela Mey Yui kembali ke dunia nyata.


“Ibu janji! Nanti ibu kembali lagi,” ucap Mey Yui.


Setelah berpamitan dengan ketiga hewan kontraknya. Mey Yui berteleportasi ke dunia nyata. Ia kembali ke dalam gerbong keretanya dan memanggil Lili.


“Lili...! Masuklah, bantu aku membawa kotak makanan ini!” panggil Mey Yui kepada Lili.


Saat ia memasak di ruang dimensi, ia sengaja memasak banyak dan membuat beberapa kue basah yang sudah ia potong-potong. Mey Yui membuat puluhan loyang cake kukus rasa coklat dan keju. Ia membuat beberapa loyang dan di potong-potong.


Cake kukus ia taruh di keranjang susun dari bambu yang akan ia berikan kepada semua rombongan yang berjumlah 100 orang prajurit dan 20 pelayan. Untuk ayahnya ia menyiapkan masakan juga kue basah dan cake kukus yang ia sendirikan.


Setelah mendengar ucapan Mey Yui dari dalam gerbong ia membuka tirai dan hendak masuk. Saat melihat isi gerbong Mey Yui, ia terkejut karena ada puluhan keranjang susun bambu. Gerbong kereta Mey Yui sangat luas, meski banyak keranjang yang berjajar masih ada ruang kosong.


“Lili panggil teman-temanmu, bawa semua keranjang ini dan bagikan kepada seluruh rombongan. Tiap orang 2 potong kue kukus dan 1 kue basah,” ucap Mey Yui sambil menunjuk keranjang susun bambu yang untuk rombongan.


“Yang ini kamu bawa ke kamar yang akan aku tempati. Aku akan memberikan kepada ayahku!” ucap Mey Yui lagi.


Lili menganggukkan kepalanya dan keluar dari gerbong untuk memanggil semua pelayan supaya membantunya.


Setelah semua pelayan termasuk keempat temannya sudah datang. Ia masuk di bantu oleh kusir kuda menurunkan semua keranjang susun bambu. Keranjang susun sudah di turunkan, Mey Yui keluar dari gerbong kereta dan memasuki penginapan.


*****


Terima kasih sudah setia mampir dan memeri support. Jangan Lupa Like dan Komentar 🙏