
Para pria yang sedang mengobrol serius di dalam gua sambil menunggu gadis kesayangan mereka memanggil untuk makan.
Ming Se dan A Sen masing-masing menceritakan pertama kali terdampar di jaman kuno.
“Bagaimana kamu bisa masuk ke tubuh putra mahkota kerajaan Li,” tanya A Sen
“Saat itu Yuan sedang menyelidiki kasus yang di lakukan oleh salah satu menteri di kerajaan Li. Menteri tersebut ingin menguasai kerajaan Li, dia ingin kelak aku menjadi kaisar bonekanya. Dia berencana menjodohkan Yuan dengan anaknya.”
“Yuan mengetahui hal itu, karena dia memiliki mata-mata yang menyebar di kerajaan li maupun di kerajaan Tang. Bahkan dia memiliki organisasi pembunuh bayaran dan pencari informasi di beberapa kerajaan.”
“Kalian pasti sudah mendengar Dragon Pearl. Itu merupakan organisasi miliknya, Yuan sangatlah kuat dan sulit di lumpuhkan. Menteri itu melancarkan aksinya dengan meracuni Yuan melalui makanan yang diberikan oleh anak gadisnya kepada adik perempuan Yuan.”
“Adik perempuan Yuan yang naif, tidak mengetahui jika makanan tersebut beracun. Dia memberikan makanan pada Yuan dan tidak menaruh curiga sedikit pun. Makanan dia letakkan di kamar Yuan dan berpesan kepada penjaga untuk menyampaikan pada Yuan.”
“Saat Yuan kembali ke istananya dan masuk ke dalam kamarnya. Ada kotak makanan dan ada secarik kertas. Yang isinya adik perempuannya sedang belajar membuat kue dan Yuan harus mencobanya. Ia tidak menaruh curiga langsung memakan kue tersebut.”
“Nyawanya tak tertolong dan tidak ada yang mengetahui saat ia sekarat. Saat itu aku di tembak oleh mafia yang telah mencelakai kalian. Setelah aku terbangun sudah berada di kamar putra mahkota Yuan,” Yuan menceritakan bagaimana ia bisa terdampar di jaman kuno.
Ming Se dan A Sen menganggukkan kepalanya tanda mereka memahami cerita dari Yuan.
“Setelah urusan di sini beres, apa rencanamu?” Tanya Ming Se kepada Yuan.
“Rencananya aku mau membawa kalian ke kerajaan Li. Aku akan mengenalkan Mey Yui kepada keluargaku, aku sudah puyeng dengan orang tua Yuan terutama ibundanya yang selalu mencoba mencari calon permaisuri,” ucap Yuan
“Apakah mereka bisa menerima Mey Yui?” tanya A Sen kepada Yuan.
“Bagaimana jika keluargamu tidak bisa menerima Mey Yui?” tanya Ming Se.
“Percayakan padaku! Aku tidak peduli jika mereka tidak menyetujui, kalian tahu aku mencintainya sejak lama. Dulu aku tidak memiliki kesempatan untuk bersama, bahkan aku harus berpisah dengannya. A Sen sangat mengetahui bagaimana aku saat ditinggalkan oleh dia.”
“Aku tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya. Aku tidak ingin mengulang kebodohanku di masa lalu tanpa memperjuangkannya. Semoga saja orang tua Yuan bisa menerima Mey Yui,” ucap Yuan.
“Apakah kau mengetahui jika Mey Yui mempunyai tunangan?” tanya A Sen.
Mendengar ucapan A Sen mengenai tunangan Mey Yui. Dahinya berkerut dan tangannya mengepal, ia menahan marah.
“Tak akan aku biarkan satu pria merebutnya dariku. Dia hanya milikku dari dulu hingga sekarang! Siapa tunangannya?” ucap Yuan Marah.
“Sebenarnya kamu tidak perlu kuatir mengenai tunangan Mey Yui. Tunangan atau bisa dibilang calon atau sebentar lagi menjadi mantan. Dia adalah putra mahkota Tang Yi Bo, namun dia tidak menyukai Mey Yui karena saat itu wajahnya jelek akibat racun yang telah diberikan oleh ibu Tiri gila itu,” jelas Ming Se
“Mereka belum mengadakan pesta pertunangan dan aku yakin pesta pertunangan itu tidak akan terjadi,” imbuh A Sen.
“Mey Yui menunggu pembatalan pertunangan mereka. Adik tiriku mencintai Tang Yi Bo dan berencana akan menjebak Yi Bo.
“Aku tidak bisa menunggu terlalu lama, aku kuatir jika Yi Bo mengetahui wajah Mey Yui sudah cantik. Dia tidak jadi membatalkan pertunangan mereka!” ucap Yuan marah dan mengepalkan tangannya.
“Kontrol emosimu! Kau selalu tidak berubah sedikit pun dari dulu. Ketika mendengar sesuatu dengan Mey Yui, kau selalu gegabah sehingga membuat semuanya kacau!” bentak Ming Se
Ming Se tak ingin gara-gara Yuan, semua rencana mereka berantakan.
“Jika kamu melakukan kecerobohan! Semua rencana kita gagal karena kebodohanmu!” maki A Sen.
“Bagaimana aku mempercayakan adikku jika kamu seperti ini! Mudah di hasut, konyol dan bodoh!” Ming Se marah dengan Yuan.
“Kamu pikir ini jaman modern! Kamu tidak menjaga nama baik Mey Yui jika kamu berbuat sesuatu. Yang seharusnya pemutusan pertunangan di lakukan oleh Yi Bo dan kesalahan ada di tangan Yi Bo, gara-gara kau bikin ulah! Mey Yui menanggung bola panasnya!” bentak Ming Se.
“Mey Yui dianggap gadis tidak baik karena punya tunangan tapi menjalin hubungan dengan pria lain! Paham gak sih, kamu ini!”
Yuan terdiam sambil mengepalkan tangannya menahan amarah.
“Maafkan aku! Aku selalu tidak bisa mengontrol emosiku jika berkaitan dengan Mey Yui,” ucap Yuan tertunduk malu.
“Aku jadi tidak yakin mempercayakan adikku! Suatu saat jika kamu cemburu karena hasutan orang. Bisa jadi kau akan memperlakukan adikku dengan buruk. Bisa kau tinggalkan atau kau aniaya bahkan bisa kau membunuhnya!” ucap Ming Se mengeluarkan isi hatinya.
“Harusnya kau belajar menahan dirimu! Toh Mey Yui tidak akan berpaling dari mu! Apa yang kamu takutkan! Bagaimana jika dia mengetahuimu masih tidak ada perubahan kemudian dia kesal dan meninggalkanmu?” Ucap A Sen.
Yuan sangat malu pada dirinya sendiri. Ia selalu bilang sangat mencintai dan menyayangi Mey Yui. Namun ia tak bisa mempercayainya seratus persen. Perasaan kuatir jika Mey Yui meninggalkannya, perasaan kuatir jika mereka berpisah. Bermacam perasaan yang ia rasakan.
“Suatu hubungan bukankah lebih bagus jika saling mempercayai dan saling mendukung!” ucap A Sen.
“Sudahlah A Sen! Aku malas membahas dia!” ucap Ming Se dan berdiri akan meninggalkan Yuan.
Yuan menahan tangan Ming Se yang akan pergi.
“Maafkan aku yang gegabah! Aku berjanji akan berubah dengan menahan emosiku dan tidak gegabah. Jangan kau halangi aku berhubungan dengan Mey Yui,” ucap Yuan takut jika Ming Se menghalanginya seperti dulu.
“Baiklah! Aku akan memberimu kesempatan untuk membuktikannya. Mengenai Yi Bo biar kami yang mengatasi. Jika kami memerlukan bantuan dari, baru kau bertindak” ucap Ming Se.
“Kami melarangmu untuk mengambil tindakan di karena kan kau seorang putra mahkota dari kerajaan Li. Jika itu terjadi akan besar urusannya. Perseteruan antar dua kerajaan, jika hal itu terjadi berapa banyak orang yang tidak berdosa menanggung kebodohanmu,” ucap A Sen
Yuan membenarkan ucapan A Sen, ia melupakan hal penting. Rakyat tang tak bersalah, ini jaman kuno bukan jaman modern.
“Biasanya kamu pintar dan cerdik! Kenapa jadi bego saat berhadapan dengan Mey Yui,” A Sen tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Yuan.
“Hahaha... ! Wajahmu jangan gitu-gitu amat...!” ucap A Sen dengan tertawa.
“Sialan kau, kadal!” ucap Yuan kesal di ledek A Sen.
“Ingat pesanku tahan emosimu, setelah keadaan di luar aman kita keluar dan mencari tahu situasi. Kami akan kembali ke kediaman jenderal perang untuk mulai menjalankan rencana,” ucap Ming Se.
“Kami membentuk suatu organisasi pengawal bayangan yang siap menjalankan misi,” ucap A Sen
“Baiklah aku akan menunggu kabar dari kalian. Setelah pertunangan dibatalkan, aku akan membawa Mey Yui ke kerajaan Li. Aku harap kalian juga ikut bersama kami,” ucap Yuan.
“Kita lihat saja nanti, jika semua berjalan sesuai rencana dan situasi aman. Kami akan ikut bersama kalian,” ucap Ming Se.
Mereka bertiga melanjutkan diskusinya, rencana-rencana balas dendam Ming Se dan Mey Yui. Ming Se memberitahu Yuan agar mengetahui rencananya. Ia tak ingin rencana yang ia susun rapi jadi berantakan gara-gara ulah Yuan.
Saat mereka asyik ngobrol tiba-tiba Mey Yui telah datang.
“Kak.. aku telah selesai memasak! Mari kita makan bersama,” ucap Me Yui mengajak para pria yang sedang mengobrol.
Yuan menghampiri Mey Yui dan merangkul bahunya.
“Kamu pasti capek ya, sayang” tanya Yuan
“Cih...! Lebay!” ledek A Sen
“Ngiri! Bilang bro!” balas Yuan.
Mereka pun meninggalkan gua dan pergi ke ruang dimensi.