Kezia Story

Kezia Story
BAB 53



"Hai Guys salam kenal dan terima kasih banyak telah setia menemani dan memberiku support. Jika boleh aku minta tolong, setelah membaca jangan lupa memberikan like. Agar aku semakin semangat."


************


Saat pengawal ingin menangkap dan memaksa Mey Yui dengan santai Mey Yui menghempaskan mereka dengan kipas naganya.


“Jangan coba-coba berani menyentuhku,” ucap Mey Yui dengan santai sambil mengipas-ngipas wajahnya.


Melihat para pengawalnya terhempas dan berjatuhan menabrak meja, S Li sangat geram dan marah.


“Dasar pengawal tak berguna! Mati saja kalian!” Bentak Su Li sambil menendang tubuh pengawal yang tergeletak di dekatnya.


Mey Yui hanya menggelengkan kepalanya, ia merasa iba dengan nasib pengawal tersebut.


“Seorang putri saudagar kaya, benar-benar tak punya hati! Pengawal terluka karena melaksanakan perintah dari majikannya! Kau tidak menolongnya tapi justru ditendang,” sindir Mey Yui.


Su Li menoleh ke arah Mey Yui sambil mengepalkan tangannya.


“Kau jangan ikut campur urusanku! Lebih baik kau pergi dari sini dan tinggalkan pria tampan itu di sini,” ucap Su Li dengan percaya diri.


“Siapa kamu berani memerintahku!” balas Mey Yui dengan santai.


“Aku adalah sepupu dari selir mantan perdana menteri Tang! Kau hanyalah anak cacat dan buruk rupa yang telah di buang oleh keluargamu! Siapa yang kamu andalkan,” ucap Su Li


“Hanya seorang sepupu selir mantan perdana menteri! Sepupu Selir! Sepupu! Bukan anak! Selir! Bukan istri sah! Mantan, ya! Bukan perdana menteri! Aku jelas putri pertama dari istri sah jenderal perang kerajaan Tang, jika kamu membandingkan dengan diriku! Itu sangat jauh berbeda.”


“Jika kamu mengerti! Mengerti itu tentu pasti pandai. Tapi jika pandai belum tentu mengerti. Kamu termasuk jenis orang yang pandai tapi bodoh,” ucap Mey Yui dengan santai namun menusuk hati.


Su Li sangat marah mendengar ucapan Mey Yui. Dirinya sangat paham jika sebenarnya hubungannya dengan sepupunya juga kurang baik. Dia membanggakan status sepupunya untuk menekan dan membully orang-orang.


Tak heran jika Su Li sangat marah dengan Mey Yui yang berani menghinanya.


“Dasar brengs*k! Awas saja kamu! Akan aku balas penghinaan ini! Tunggu saja pembalasanku,” teriak Su Li.


“Siapa takut! Akan aku tunggu,” balas Mey Yui dengan tatapan meremehkan.


“Su Li lebih baik kau beritahu ayahmu, agar ayahmu memberi pelajaran gadis cacat ini,” bujuk Mey Fang yang sedari tadi diam .


“Aku tidak bisa terima penghinaan ini!” ucap Su Li kepada Mey Fang


“Maka dari itu kamu harus segera kembali dan melapor kepada ayahmu,” ucap Mey Fang.


“Yang satu gentong air dan yang satunya lagi ondel-ondel. Cocok lah kalian jika berduet, sama-sama gak punya malu dan gak punya hati!” Ucap Mey Yui.


“Apa kau bilang ondel-ondel? Apa itu ondel-ondel?” tanya Mey Fang kepada Mey Yui.


“Ondel-ondel adalah boneka kayu yang cantik,” jawab Mey Yui dengan santai.


“Ya.. aku memang cantik seperti ondel-ondel!” Ucap Mey Fang.


“Kurang ajar kamu katai aku gentong air! Dasar j*l*ng cacat dan buruk rupa, bercerminlah jika kamu mau mengatai aku,” ucao Su Li kepada Mey Yui.


Mey Yui dan Yuan spontan tertawa mendengar ucapan Su Li.


“ Halo.. gentong air! Yang seharusnya mengaca itu kamu. Tumbuh seperti gentong menggunakan pakaian warna ungu, riasan wajah seperti wayang golek. Ngomong-ngomong tepung berapa karung yang kamu gunakan untuk menaburi wajahmu,” ucap Mey Yui dan tak bisa menahan tawa.


“Kurang ajar kau! Badanku ini seksi banyak pria yang tergoda dengan tubuh seksiku. Kalo kamu iri dengan kecantikanku percuma saja! Kau tak bisa bersaing denganku,” ucap Su Li dengan memamerkan tubuhnya yang tambun.


Mey Fang yang ada di dekat Su Li menahan tawanya. Ia tak ingin mendapat masalah dengan Su Li hanya karena ia ikut menertawakannya. Su Li adalah sekutu yang bisa menghancurkan Mey Yui.


“Kua benar tubuhmu seksi dan wajahmu cantik. Aku tidak akan iri denganmu, karena aku sangat bangga dengan diriku sendiri.”


Untuk apa juga aku bersaing denganmu, jika aku harus bersaing denganmu! Yang ada aku harus sepertimu dengan tubuh yang membesar seperti gentong dan merias wajahku dengan tepung satu karung.”


“Aku tidak mau, cukup kamu saja yang memiliki tubuh yang seksi dan cantik dengan gaya riasanmu,” ucap Mey Yui sambil menahan tawanya.


“Dari tadi ngomong seperti itu, lebih baik. Kamu mengakui jika aku cantik dan seksi. Tak perlu kamu sebit gentong air!” balas Su Li.


“Bodoh sekali Su Li, dia sudah dipermainkan oleh Mey Yui tapi dia tak mengerti,” batin Mey Fang.


“Su Li.. bagaimana kamu bisa mengucapkan seperti itu? Mey Yui mempermainkanmu, tapi kenapa kamu bodoh sekali?” ucap Mey Fang


“Apa maksudmu, Mey Fang? Yang di katakan Mey Yui memang benar, aku cantik dan seksi dengan gaya riasanku sendiri. Bahkan dia tak mau bersaing denganku,” ucap Su Li kepada Mey Fang.


“Wah ini sangat seru! Aku akan mengadu domba gentong air dan ondel-ondel,” batin Mey Yui.


“Mey Fang... apakah kau iri dan tidak suka dengan kecantikan dan kemolekan Su Li?” Ucap Mey Yui mulai menghasut Su Li.


Mendengar ucapan Mey Yui, Su Li menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Mey Yui.


“Benar sekali ucapan Mey Yui, kau iri dan tidak suka dengan kecantikanku?” ucap Su Li dengan mengepalkan tangannya. Ia tak menyangka jika Mey Fang iri dengannya, itu menurut pemikirannya .


“Kau jangan termakan hasutan Mey Fang! Aku tidak iri denganmu, aku hanya memberitahumu jika Mey Yui mempermainkanmu dan membodohimu,” jelas Mey Fang.


“Wah.. gak benar ini! Kamu yang iri dengan Su Li kenapa memfitnahku,” ucap Mey Yui


“Benar! Kenapa kau fitnah Mey Yui? Dia baik padaku, tidak ingin bersaing denganku!” jawab Su Li dengan kesal.


“Kamu iri dengan Su Li di belakangnya kamu menertawakannya. Jika depannya kamu baik, kalo aku selalu bicara di depan dan tidak pernah menertawakannya dari belakang,” hasut Mey Yui.


Su Li menganggukkan kepalanya, ia membenarkan ucapan Mey Yui. Mey Yui berbeda dengan Mey Fang yang selalu menusuk dari belakang.


Mey Fang sangat geram mendengar hasutan Mey Yui. Ia kesal karena Su Li begitu bodohnya di hasut oleh Mey Yui.


“Kau jangan menghasut Su Li! Kau ingin kami bertengkar, aku bisa membaca trikmu!” ucap Mey Fang.


“Kenapa kamu bisa mengatakan bahwa aku menghasut Su Li. Padahal aku tidak ada maksud seperti itu, aku hanya mengatakan kebenaran. Kau mengatakan seperti itu, apakah itu adalah cerminanmu sendiri yang suka menghasut orang?” Ucap Mey Yui.


“Aku rasa yang di katakan Mey Yui adalah benar! Jika kamu sering menghasut orang pasti kamu akan berpikir orang lain menghasutmu. Padahal itu tidak benar,” ucap Su Li.


“Sialan kau MeY Yui, dan kau.. Suli kenapa begiti bodohnya kamu termakan hasutan Mey Yui,” ucap Mey Fang dengan marah, ia sudah tak bisa menyembunyikan emosinya.


“Kenapa kamu katakan Su Li bodoh? Su Li gadis yang pandai, ia sangat mengertj dengan niatan orang. Orang itu berpikiran licik atau tidak,” ucap Mey Yui memanas-manasi Su Li.


“Kurang ajar beraninya kau mengataiku bodoh! Benar yang di katakan oleh Mey Yui, kamu yang iri tapi kamu memfitnah orang lain” bentak Suli.


Su Li dan Mey Fang beradu mulut sendiri, sementara Yuan yang dari tadi malas mendengarkan ocehan yang tak berguna dari kedua gadis tersebut. Ia mengirim gelombamg suara kepada Mey Yui.


“ Sayang... Ayo kita tinggalkan makhluk gaib ini. Aku malas mendengar ocehan mereka yang tak berguna,” ucap Yuan.


“Oke, sayang! Kita pergi dari sini,” jawab Mey Yui dengan menggunakan gelombang suara kepada Yuan.


Mereka berdua meninggalkan kedua gadis tersebut yang sedang berdebat dan masing-masing tak ada yang mau mengalah. Serunya perdebatan mereka sampai tak menyadari jika Yuan dan Mey Yui pergi meninggalkan kedai tersebut.