Kezia Story

Kezia Story
BAB 38



Betapa bahagianya Yuan saat mendapatkan lampu hijau dari Mey Yui, meski hanya sekedar memberikan kesempatan untuk mengejar cinta dari Mey Yui.


“Meski saat ini kamu belum bisa mencintaiku namun akan kubuat kau mencintaiku, meski proses itu tidak mudah,” batin Yuan.


“Sayang ayo kita memberitahu naga penjaga di dimensiku, setelah itu kita ke ruang dimensimu, ”ucap Yuan kepada Mey Yui.


Mei Yui tersipu malu saat Yuan memanggilnya dengan panggilan sayang.


“Kak Yuan, haruskah kakak memanggilku dengan sayang? Apakah tidak lebih baik jika memanggilku dengan nama saja seperti biasanya,” protes Mey Yui.


“Tidak bisa! Kamu telah setuju jika aku akan mendekatimu dan memberikan aku kesempatan untuk menunjukkan perasaanku padamu, jika aku memanggil namamu saja, tidak ada bedanya dengan A Sen,” balas Yuan.


“Terserah kamu saja,” jawab Mey Yui, sebenarnya ia agak canggung dan malu jika kedua kakaknya mengetahui ada sesuatu terjadi pada dirinya dan Yuan.


Mey Yui mencoba membuka diri dengan Yuan, meski dia ragu apakah benar keputusannya. Ia berusaha mengikuti alur saja.


“Ayo, sayang,” Yuan menggandeng tangan Mey Yui, kemudian dalam sekejap merema menghilang dari kamar Mey Yui.


Mereka dalam sekejap sudah berpindah di ruang dimensi Yuan dan memanggil naga penjaga.


“Kalian sudah datang? Apakah kalian akan pergi ke ruang dimensi nona Mey Yui sekarang?” tanya naga menjaga.


“Ya, kita akan segera mengobatimu menuju ke ruang dimensi ku,” ucap Mey Yui.


Setelah memberitahu naga penjaga bahwa mereka akan ke ruang dimensi Mey Yui, tidak membuang waktu lagi dan segera berteleportasi ke ruang dimensi Mey Yui.


Sesampainya di ruang dimensi mereka disambut oleh ketiga makhluk kesayangan Mey Yui.


“Ibu…ibu sudah kembali, Xio-xio merindukan ibu,” ucap Xio-Xio yang langsung melompat ke arah Mey Yui.


Melihat Xio-xio melompat ke arahnya Mey Yui dengan sigap’ menangkap tubuh rubah kecil tersebut dan memeluknya.


“Kak Mey Yui, kamu telah datang,” ucap Mao-mao tak mau kalah, sejak ada Xio-xio, Mao-mao selalu kalah cepat rubah licik yang selalu cepat mencuri perhatian Mey Yui.


“Xio-xio, kamu selalu membuat ibu terkejut,” ucap Mey Yui.


“Mao-mao apakah kau tak merindukanku?” tanya Mey Yui. Ia merasa Mao-mao sekarang jarang bermanja-manja dengannya sejak kedatangan Xio-xio.


“Mao-mao sangat merindukan kakak,” jawab Mao-mao.


Mey Yui tersenyum dan kemudian menggendong Mao-mao di tangan kirinya. Dia merasa tidak adil dengan Mao-mao, seperti memiliki dua orang anak.


Sementara Yuan yang melihat pemandangan di depannya sangat kesal terhadap kedua binatang tersebut yang bisa dengan leluasa bermanja-manja dengan calon kekasihnya


“Sayang, kenapa kamu mengabaikan aku?” tiba-tiba Yuan merajuk kepada Mey Yui.


“Ibu… apakah ini adalah ayahku? Tanya Xio-xio kepada Mey Yui.


Mendengar rubah kecil bertanya pada Mey Yui, hidung Yuan kembang kempis sambil menarik sudut bibirnya. Ia senang dengan pertanyaan rubah kecil.


Wajah Mey Yui langsung merah dan akan menjawab pertanyaan dari Xio-xio namun keduluan oleh Yuan membuka suara.


“Anak pintar! Ya, benar! Aku adalah ayahmu,” jawab Yuan.


“Jika kamu ayahku? Ke mana saja kamu selama ini tidak pernah menemaniku dan ibu?” tanya Xio-xio dengan polosnya.


“Maafkan ayah, ya! Mulai sekarang ayah tidak akan meninggalkan kalian lagi,” jawab Yuan sambil mengambil Xio-xio dari gendongan Mey Yui.


Mey Yui memalingkan wajahnya saat Yuan mendekat untuk mengambil Xio-xio, ia sangat malu mendengar ucapan Yuan.


“Terasa seperti keluarga kecil yang baru, Ayah baru pulang dari perjalanan jauh,” batin Mey Yui.


Tiba-tiba Yuan merangkulnya dan membisikan kata-kata kepada Mey Yui.


“Sayang, kita seperti pasangan suami istri yang memiliki 2 anak manja,” bisik Yuan kepada Mey Yui.


Mey Yui tidak bisa berkata apa-apa, wajahnya sangat merah karena malu.


Xio-xio, Mao-mao kalian turunlah dulu. Ibu akan membuat pil penawar racun untuk naga penjaga. Naga penjaga keluar dari ruang dimensi Yuan, ia tampak mulai melemah.


“Yuyu.. !”Mey Yui memanggil Yuyu yang dari tidak nampak


“Kak Mey Yui, aku datang!” jawab Yuyu sambil mengitari Mey Yui.


“Bisakah kamu membantuku mengantarkan naga penjaga ke kolam surgawi agar ia bisa berendam di sana. Sambil menunggu untuk membuat pil penawar racun ular hitam bermata merah,” ucap Mey Yui.


“Naga pergilah dengan Yuyu ke kolam surgawi aku akan segera membuatkan pil penawar racun dulu setelah selesai aku akan menemuimu,” ucapMey Yui kepada naga penjaga.


Tanpa menjawab naga penjaga mengikuti Yuyu menuju ke kolam surgawi.


Yuan yang merasakan diabaikan mulai merajuk dan menggoyang-goyangkan tangan Mey Yui.


“Sayang, tega sekali kamu kepada calon kekasihmu ini,” ucap Yuan dengan manja.


“Sumpah geli banget lihat cowok ini,” batin Mey Yui.


“Kak Yuan, aku harus segera membuat pil penawar racun untuk naga penjaga. Kita sudah menunda pengobatannya beberapa hari, aku khawatir dengan keadaannya,” jelas Mey Yui.


“Baiklah kali ini aku akan mengalah, aku akan menunggumu untuk membuat pil penawar racun itu. Tapi Tidak untuk lain kali,” jawab Yuan tegas.


“Ya.. ya.. ya.. sekarang aku akan membuat pil penawar racun, kakak Yuan bermainlah dengan kedua anakmu,” ucap Mey Yui sambil menggoda Yuan.


“Baiklah jika istriku sudah memberikan perintah maka suami akan menurutinya,” balas Yuan sambil mengerlingkan matanya


Mey Yui tersenyum kemudian meninggalkan Yuan bersama Xio-xio dan Mao-mao, sementara ia menuju ruang laboratorium untuk membuat pil penawar racun ular hitam bermata merah..


Mey Yui melangkahkan kakinya menuju ke ruang laboratorium untuk membuat pil penawar naga penjaga. Ia membuka pintu ruang dan memasuki ruangan tersebut.


“Ting tong… !” panggil Mey Yui kepada Ting tong si tungku ajaib yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


“Mey Yui.. kau datang mencariku?” tanya Ting tong sambil mengitari Mey Yui


“Lama sekali kau tidak bermain denganku, aku sangat merindukanmu untuk membuat pil bersama. Rindu bau harum dari pil yang kamu buat,” ucap Ting tong lagi.


“Benar sudah berapa pekan aku tidak datang ke ruang dimensi karena banyak yang harus aku kerjakan di dunia luar,” jawab Mey Yui.


“Apakah kau mencariku untuk membuat pil? Pil apa yang kamu inginkan?” tanya Ting Tong


“Aku ingin membuat pil penawaran racun ular hitam bermata merah yang sangat ganas untuk naga penjaga. Naga penjaga terluka saat berkelahi dengan ular tersebut, dan mengalami luka parah. Kak Yuan memberikan pil penawar racun untuk menekan sementara racunnya,” jawab Mey Yui.


“Racun ular itu sangatlah kuat dan ganas, kamu harus segera membuatkan penawarnya. Karena racun akan bereaksi saat malam bulan purnama, jika sampai racun itu belum ditawarkan dan malam bulan purnama tiba, bisa dipastikan akan muncul kekacauan di kerajaan ini,” jelas Ting Tong


“Sebegitu hebatnya efek dari racun ular hitam tersebut? Apa maksud dari kekacauan di kerajaan? ”tanya Mey Yui


“Efek dari racun tersebut adalah naga akan merasakan sakit yang sangat kuat, dia akan kehilangan akal sehatnya dan mengamuk jika ada yang mendekat atau mencium bau manusia meski jaraknya ribuan mil,” jelas Ting tong.


“Mengerikan sekali jika naga mengamuk dan membunuh semua orang, mari kita segera membuat penawarnya,” ucap Mey Yui.


“Siapkan saja bahan-bahan ramuan yang ada di rak depan kamu, jika kamu belum mengetahui bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat penawar itu kamu bisa mencari tahu di buku kuno,” jelas Ting Tong


“Aku sudah mengetahuinya namun aku membutuhkan teratai salju untuk mengekstrak pil penawar racun itu,” ucap Mey Yui.


“Teratai salju yang kamu perlukan ada di kotak hitam di samping kotak penyimpanan ginseng ribuan tahun,” jawab Ting Tong.


“Bagus! Semua bahan yang aku perlukan sudah ada, aku akan menyiapkan semuanya sekarang setelah itu kita memasaknya,” ucap Mey Yui


Mey Yui mengumpulkan semua bahan yang akan digunakan untuk membuat penawar racun tersebut dan tak lupa ia mengambil air surgawi dan air emas.


“Ting tong mendekatlah padaku aku akan menyalakan api untuk memulai memasak bahan-bahan ramuan,” ucap Mey Yui.


Tanpa menjawab Ting tong melayang ke udara dan mendekati Mey Yui, Ting tong melayang turun mendarat ke tanah tepat di depan Mey Yui.


Mey Yui segera mengeluarkan api di jari telunjuknya dengan menggunakan tenaga dalamnya dan di tembakan ke perapian Ting tong si tungku. Tungku menyala dan Mey Yui segera memasukkan bahan-bahan ramuan dengan api yang terjaga.


Proses pembuatan pil penawar sudah mulai menunjukkan tanda-tanda selesai, bau harum dari pil di dalam tungku mulai menguar keluar di udara. Tutup tungku melesat ke atas dan disusul delapan pil melesat keluar.


Pil melayang-layang ke udara, Mey Yui mengarahkan tenaga dalamnya pada pil tersebut dan berkata, “Padatkan!”


Pil tersebut melayang dan berputar cepat memproses kepadatan, dengan cepat Mey Yui menangkap pil yang sudah selesai dipadatkan dengan botol keramik.


“Akhirnya sudah selesai,” ucap Mey Yui


“Benar! Pil penawar racun tingkat 5, sangat luar bisa,” sorak Ting tong kegirangan.


“Kamu benar pencapaian yang sangat luar biasa, aku akan membuat beberapa jenis pil dan racun. Setelah itu aku akan keluar dan mengobati naga penjaga,” ucap Mey Yui.


“Segera siapkan bahan-bahan ramuan yang kamu perlukan dan cepat selesaikan pembuatnya,” ucap Ting tong.


Mey Yui tidak menyia-nyiakan waktu, ia segera bergegas menyiapkan semua bahan-bahan ramuan yang ia perlukan dan segera membuatnya agar ia bisa dengan cepat mengobati naga penjaga.